Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia mencapai 43.805 orang sepanjang Januari-Juli 2026. Kasus PHK tersebut tersebar di 34 provinsi, dengan konsentrasi terbesar berada di Jawa Barat.
Sepanjang tujuh bulan pertama 2026, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PHK terbanyak, yakni 8.830 pekerja. Jumlah tersebut setara dengan 20,16% dari keseluruhan pekerja yang terkena PHK secara nasional.
Dengan kata lain, sekitar satu dari setiap lima pekerja yang terkena PHK pada Januari-Juli 2026 berada di Jawa Barat. Jumlahnya pun terpaut cukup jauh dibandingkan dengan provinsi lain.
Di posisi kedua terdapat Jawa Timur dengan 4.781 pekerja terkena PHK atau sekitar 10,91% dari total nasional. Angkanya hanya berbeda tipis dengan Banten yang berada di peringkat ketiga dengan 4.767 pekerja atau 10,88%.
Selanjutnya, DKI Jakarta menempati urutan keempat. Jumlah pekerja yang terkena PHK di ibu kota mencapai 3.190 orang atau sekitar 7,28% dari keseluruhan kasus pada Januari-Juli 2026.
Posisi kelima ditempati Jawa Tengah dengan 3.074 pekerja terkena PHK, setara dengan 7,02% dari total nasional. Meski terkonsentrasi di Jawa, jumlah PHK yang relatif besar juga terlihat di Kalimantan.
Kalimantan Selatan berada di peringkat keenam dengan 2.961 pekerja terkena PHK atau 6,76% dari total nasional. Setelahnya terdapat Kalimantan Timur dengan 2.751 pekerja atau sekitar 6,28%.
Sementara itu, Sumatra Utara menduduki posisi kedelapan dengan 2.535 pekerja terkena PHK. Jumlah tersebut setara dengan 5,79% dari keseluruhan pekerja yang mengalami PHK sepanjang Januari-Juli 2026.
Dua posisi terakhir dalam daftar 10 besar ditempati provinsi di Sulawesi dan Sumatra. Sulawesi Selatan berada di urutan kesembilan dengan 1.678 pekerja terkena PHK, sedangkan Sumatra Selatan menyusul dengan 1.664 pekerja. (RK/D-1)
Daftar Jumlah Pekerja Terkena PHK Menurut Provinsi Januari-Juli 2026
- Jawa Barat: 8.830 orang
- Jawa Timur: 4.781 orang
- Banten: 4.767 orang
- DKI Jakarta: 3.190 orang
- Jawa Tengah: 3.074 orang
- Kalimantan Selatan: 2.961 orang
- Kalimantan Timur: 2.751 orang
- Sumatra Utara: 2.535 orang
- Sulawesi Selatan: 1.678 orang
- Sumatra Selatan: 1.664 orang
- Sulawesi Tengah: 850 orang
- Jambi: 810 orang
- Riau: 752 orang
- Sulawesi Tenggara: 631 orang
- Kalimantan Barat: 563 orang
- Sumatra Barat: 531 orang
- Kalimantan Tengah: 493 orang
- Daerah Istimewa Yogyakarta: 392 orang
- Lampung: 376 orang
- Kepulauan Riau: 364 orang
- Bali: 252 orang
- Sulawesi Utara: 218 orang
- Aceh: 202 orang
- Bengkulu: 194 orang
- Kalimantan Utara: 180 orang
- Nusa Tenggara Barat: 167 orang
- Kepulauan Bangka Belitung: 131 orang
- Papua Barat: 96 orang
- Papua: 87 orang
- Nusa Tenggara Timur: 82 orang
- Maluku Utara: 61 orang
- Sulawesi Barat: 57 orang
- Maluku: 45 orang
- Gorontalo: 40 orang
Baca: Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia Mei 2026, Papua Tertinggi













