Jumlah penduduk bekerja di Indonesia mencapai 148,18 juta orang pada Mei 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tersebut bertambah sekitar 0,35% dibandingkan Februari 2026 yang sebanyak 147,67 juta orang.
Jika ditinjau dari tingkat pendidikan, komposisinya masih didominasi oleh pekerja dengan pendidikan relatif rendah. Pekerja berpendidikan SD ke bawah menjadi kelompok terbesar dengan jumlah 52,46 juta orang.
Angka itu setara dengan 35,40% dari keseluruhan penduduk bekerja pada Mei 2026. Tiga bulan sebelumnya, jumlah pekerja pada kelompok pendidikan tersebut sebanyak 52,41 juta orang dengan porsi 35,49%.
Di bawahnya terdapat pekerja lulusan sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 30,71 juta orang atau 20,72%. Jumlah ini meningkat sekitar 180.000 orang dari posisi Februari 2026 yang sebesar 30,53 juta orang.
Pekerja lulusan sekolah menengah pertama (SMP) berada di urutan berikutnya. Jumlahnya mencapai 26,05 juta orang atau 17,58% dari total penduduk bekerja. Dibandingkan Februari 2026 yang sebanyak 26,04 juta orang, jumlah pekerja pada kelompok ini nyaris tidak berubah.
Sementara itu, lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang bekerja mencapai 19,44 juta orang atau 13,12%. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 19,30 juta orang.
Pada jenjang perguruan tinggi, sebanyak 15,93 juta pekerja merupakan lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3. Kelompok ini menyumbang 10,75% dari total penduduk bekerja pada Mei 2026.
Jumlah pekerja berpendidikan Diploma IV hingga S3 bertambah sekitar 100.000 orang dibandingkan Februari 2026 yang sebanyak 15,83 juta orang. Proporsinya juga naik tipis dari 10,72%.
Adapun lulusan Diploma I, II, dan III menjadi kelompok dengan jumlah pekerja paling sedikit, yakni 3,59 juta orang atau 2,42%. Pada Februari 2026, kelompok tersebut berjumlah 3,56 juta orang dengan porsi 2,41%. (RK/D-1)
Baca: Tingkat Pengangguran Indonesia 4,65% pada Mei 2026, Lulusan SMK Tertinggi













