Produksi kopi Indonesia mencapai 832.675 ton pada 2025. Angka tersebut naik 19.329 ton atau sekitar 2,38% dibandingkan produksi pada 2024 yang sebanyak 813.346 ton.
Berdasarkan Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian 2025, produksi tersebut merupakan angka sementara untuk kopi berasan.
Produksi kopi pada 2025 berasal dari 36 provinsi. Kendati tersebar di berbagai wilayah, sebagian besar produksi nasional masih terkonsentrasi di sejumlah sentra perkebunan kopi di Sumatra dan Jawa.
Sumatra Selatan Jadi Penghasil Kopi Terbesar pada 2025
Sumatra Selatan menjadi provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia pada 2025. Produksinya mencapai 227.267 ton atau setara dengan 27,29% dari total produksi kopi nasional.
Lampung menempati posisi kedua dengan produksi sebanyak 120.795 ton. Setelahnya, Sumatra Utara menghasilkan 91.859 ton kopi, sedangkan produksi Aceh tercatat sebesar 74.252 ton.
Bengkulu berada di urutan kelima dengan produksi mencapai 55.637 ton. Posisinya disusul Jawa Timur yang menghasilkan 53.991 ton kopi sepanjang 2025.
Berikutnya, produksi kopi Sulawesi Selatan tercatat sebanyak 31.486 ton. Nusa Tenggara Timur melengkapi daftar delapan provinsi penghasil kopi terbesar dengan volume 28.763 ton.
Provinsi dengan Produksi Kopi Terendah
Di sisi lain, Kepulauan Riau menjadi provinsi penghasil kopi dengan produksi paling sedikit, yakni hanya 1 ton. Papua Barat Daya berada satu tingkat di atasnya dengan produksi sebanyak 4 ton.
Produksi kopi di Papua Barat juga relatif kecil, yakni 7 ton. Sementara itu, Maluku Utara menghasilkan 16 ton dan Papua sebanyak 93 ton.
Adapun Jakarta dan Papua Selatan tidak mencatatkan produksi kopi pada 2025. Data Direktorat Jenderal Perkebunan menunjukkan kedua provinsi tersebut juga tidak memiliki areal perkebunan kopi yang tercatat pada tahun yang sama. (RK/D-1)
Daftar Lengkap Produksi Kopi Menurut Provinsi di Indonesia pada 2025
- Sumatra Selatan: 227.267 ton
- Lampung: 120.795 ton
- Sumatra Utara: 91.859 ton
- Aceh: 74.252 ton
- Bengkulu: 55.637 ton
- Jawa Timur: 53.991 ton
- Sulawesi Selatan: 31.486 ton
- Nusa Tenggara Timur: 28.763 ton
- Jawa Tengah: 27.184 ton
- Jawa Barat: 26.297 ton
- Jambi: 24.082 ton
- Sumatra Barat: 19.854 ton
- Bali: 14.079 ton
- Nusa Tenggara Barat: 6.070 ton
- Sulawesi Barat: 5.221 ton
- Sulawesi Utara: 3.723 ton
- Papua Pegunungan: 3.352 ton
- Sulawesi Tengah: 3.178 ton
- Kalimantan Barat: 2.973 ton
- Sulawesi Tenggara: 2.612 ton
- Riau: 2.488 ton
- Banten: 2.019 ton
- DI Yogyakarta: 1.886 ton
- Papua Tengah: 1.194 ton
- Kalimantan Selatan: 867 ton
- Maluku: 486 ton
- Kalimantan Timur: 364 ton
- Kalimantan Tengah: 240 ton
- Gorontalo: 124 ton
- Kepulauan Bangka Belitung: 108 ton
- Kalimantan Utara: 105 ton
- Papua: 93 ton
- Maluku Utara: 16 ton
- Papua Barat: 7 ton
- Papua Barat Daya: 4 ton
- Kepulauan Riau: 1 ton
- DKI Jakarta: 0 ton
- Papua Selatan: 0 ton
FAQ
Berapa produksi kopi Indonesia pada 2025?
Produksi kopi Indonesia mencapai 832.675 ton pada 2025. Jumlah tersebut meningkat 2,38% dibandingkan produksi pada 2024 yang sebanyak 813.346 ton.
Provinsi mana yang menjadi penghasil kopi terbesar pada 2025?
Sumatra Selatan menjadi provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia pada 2025 dengan produksi sebanyak 227.267 ton.
Berapa kontribusi Sumatra Selatan terhadap produksi kopi nasional?
Sumatra Selatan menyumbang sekitar 27,29% dari total produksi kopi Indonesia pada 2025.
Apa saja tiga provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia?
Tiga provinsi penghasil kopi terbesar pada 2025 adalah Sumatra Selatan sebanyak 227.267 ton, Lampung 120.795 ton, dan Sumatra Utara 91.859 ton.
Baca: 10 Negara Tujuan Utama Ekspor Kopi Indonesia pada 2025












