Jumlah kasus baru HIV/AIDS di Indonesia mencapai 63.297 kasus pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka tersebut turun 410 kasus atau 0,64% dibandingkan dengan 2024 yang sebanyak 63.707 kasus.
Meski menurun secara nasional, persebaran kasus baru HIV/AIDS belum merata. Lebih dari separuh kasus tercatat di enam provinsi di Pulau Jawa.
Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, Banten, dan DI Yogyakarta secara kumulatif memiliki 33.467 kasus baru. Jumlah tersebut setara dengan 52,87% dari keseluruhan kasus baru HIV/AIDS di Indonesia pada 2025.
Jawa Timur Punya Kasus HIV/AIDS Terbanyak pada 2025
Jawa Timur menjadi provinsi dengan kasus baru HIV/AIDS terbanyak di Indonesia pada 2025, yakni mencapai 10.612 kasus. Jumlah tersebut setara dengan 16,77% dari total kasus secara nasional.
Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat dengan 9.212 kasus. Angkanya terpaut 1.400 kasus dari Jawa Timur.
Jawa Tengah berada di urutan ketiga dengan 6.057 kasus, disusul Jakarta sebanyak 4.353 kasus. Keempat provinsi tersebut secara keseluruhan mencatat 30.234 kasus atau 47,77% dari total nasional.
Di luar Jawa, Sumatra Utara menjadi provinsi dengan jumlah kasus baru HIV/AIDS terbanyak, yakni 3.041 kasus. Setelah itu terdapat Papua dengan 2.997 kasus, Bali sebanyak 2.024 kasus, dan Sulawesi Selatan sebanyak 1.954 kasus.
Sulawesi Barat Catat Kasus HIV/AIDS Paling Sedikit
Sulawesi Barat menjadi provinsi dengan kasus baru HIV/AIDS paling sedikit pada 2025, yakni 130 kasus. Posisi berikutnya ditempati Bengkulu dengan 197 kasus dan Kalimantan Utara sebanyak 208 kasus.
Gorontalo juga termasuk provinsi dengan jumlah kasus relatif rendah, yakni 235 kasus. Sementara itu, Kepulauan Bangka Belitung mencatat 282 kasus baru HIV/AIDS. (RK/D-1)
Daftar Kasus Baru HIV/AIDS Menurut Provinsi pada 2025
- Jawa Timur: 10.612 kasus
- Jawa Barat: 9.212 kasus
- Jawa Tengah: 6.057 kasus
- Jakarta: 4.353 kasus
- Sumatra Utara: 3.041 kasus
- Papua: 2.997 kasus
- Banten: 2.289 kasus
- Papua Tengah: 2.057 kasus
- Bali: 2.024 kasus
- Sulawesi Selatan: 1.954 kasus
- Kalimantan Timur: 1.294 kasus
- Nusa Tenggara Timur: 1.249 kasus
- Lampung: 1.134 kasus
- Kalimantan Barat: 1.113 kasus
- Papua Barat: 1.099 kasus
- Riau: 1.031 kasus
- DI Yogyakarta: 944 kasus
- Sumatra Selatan: 927 kasus
- Kepulauan Riau: 867 kasus
- Sulawesi Utara: 812 kasus
- Maluku: 734 kasus
- Sulawesi Tengah: 732 kasus
- Maluku Utara: 675 kasus
- Nusa Tenggara Barat: 674 kasus
- Kalimantan Selatan: 662 kasus
- Sulawesi Tenggara: 600 kasus
- Sumatra Barat: 578 kasus
- Papua Pegunungan: 551 kasus
- Papua Barat Daya: 529 kasus
- Kalimantan Tengah: 485 kasus
- Aceh: 338 kasus
- Jambi: 326 kasus
- Papua Selatan: 295 kasus
- Kepulauan Bangka Belitung: 282 kasus
- Gorontalo: 235 kasus
- Kalimantan Utara: 208 kasus
- Bengkulu: 197 kasus
- Sulawesi Barat: 130 kasus
Baca: Jumlah Dokter di Indonesia 2026 Tembus 208.810 Orang, Jawa Barat Terbanyak












