Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Jumlah Pendatang di Jakarta 2026, Tanpa Operasi Yustisia, Fokus pada Adaptasi

Proyeksi jumlah pendatang baru ke Jakarta pada 2026 diperkirakan berada di kisaran 10.000 hingga 12.000 jiwa. Angka ini menunjukkan tren penurunan apabila dibandingkan dengan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya.

by Raka Maheswara
24 March 2026
in Humaniora
Jumlah Pendatang di Jakarta 2026

Proyeksi jumlah pendatang baru ke Jakarta pada 2026 diperkirakan berada di kisaran 10.000 hingga 12.000 jiwa. (Sumber: Freepik/Wiroj Sidhisoradej)

Share on FacebookShare on Twitter

Menyambut gelombang kedatangan warga baru usai Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan tidak akan menggelar operasi yustisia. Keputusan ini mencerminkan pendekatan yang berbeda dalam mengelola arus urbanisasi. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan bahwa meskipun tanpa operasi penertiban, para pendatang tetap diimbau mematuhi ketentuan administrasi kependudukan.

Lebih dari sekadar administrasi, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan perhatian pada proses adaptasi para pendatang di lingkungan baru mereka. Khususnya bagi mereka yang datang untuk mencari pekerjaan, imbauan disampaikan agar dapat menyesuaikan pilihan profesi dengan kapabilitas yang dimiliki. Harapannya, penyesuaian ini dapat memfasilitasi proses integrasi yang lebih optimal dalam dunia kerja di Jakarta.

READ ALSO

Negara Penerima MBG Terbanyak di Dunia 2025, Indonesia Peringkat Kedua dengan 61 Juta Penerima

Kemampuan Berbahasa Masyarakat Indonesia 2025, Dominasi Bahasa Nasional dan Tantangan Bahasa Daerah

Proyeksi jumlah pendatang baru ke Jakarta pada 2026 diperkirakan berada di kisaran 10.000 hingga 12.000 jiwa. Angka ini menunjukkan tren penurunan apabila dibandingkan dengan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya. Secara historis, data menunjukkan jumlah pendatang yang memilih Jakarta sebagai destinasi setelah momen Lebaran cenderung mengalami penurunan.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta mencatat, pada periode pasca-Lebaran 2025, tepatnya antara 8 April hingga 28 Mei 2025, tercatat sebanyak 16.049 orang melakukan perpindahan penduduk ke Jakarta.

Angka ini merupakan kelanjutan dari tren penurunan yang telah terlihat pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2023, jumlah pendatang baru tercatat lebih tinggi, yaitu mencapai 25.918 orang. Angka ini kemudian menurun pada 2024 menjadi 16.207 orang.

Jika dilihat lebih rinci berdasarkan daerah asal, Kota Bekasi mendominasi sebagai wilayah asal terbanyak pendatang ke Jakarta pada 2025, dengan catatan 901 orang. Posisi kedua ditempati oleh Kota Depok dengan 700 pendatang, disusul oleh Bogor dengan 671 orang.

Wilayah-wilayah lain di sekitar Jabodetabek turut berkontribusi terhadap arus urbanisasi, seperti Kota Tangerang Selatan yang menyumbang 496 orang, dan Kota Tangerang dengan 481 pendatang. Selain itu, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Tangerang masing-masing berkontribusi 431 dan 374 pendatang. Kabupaten Pandeglang juga tercatat sebagai salah satu daerah asal pendatang, dengan jumlah mencapai 288 orang.

Distribusi tujuan kedatangan para pendatang baru di Jakarta pada 2025 menunjukkan konsentrasi pada beberapa wilayah administrasi. Jakarta Barat menjadi wilayah dengan jumlah pendatang terbanyak, yaitu 3.991 orang, diikuti oleh Jakarta Timur sebanyak 3.894 orang, dan Jakarta Selatan dengan 3.831 orang.

Selanjutnya, wilayah Jakarta Utara menerima 2.732 pendatang baru, sementara Jakarta Pusat kedatangan 1.551 orang. Di sisi lain, wilayah dengan jumlah pendatang paling sedikit adalah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, yang hanya kedatangan 50 orang pada 2025 lalu. (RK/D-1)

Source: Dukcapil DKI Jakarta
Tags: JakartaLebaranpendudukpopulasiUrbanisasi

Related Posts

Negara Penerima MBG Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Kedua dengan 61 Juta Penerima-resized-to-large
Humaniora

Negara Penerima MBG Terbanyak di Dunia 2025, Indonesia Peringkat Kedua dengan 61 Juta Penerima

12 May 2026
Kemampuan Berbahasa Masyarakat Indonesia 2025, Dominasi Bahasa Nasional dan Tantangan Bahasa Daerah
Humaniora

Kemampuan Berbahasa Masyarakat Indonesia 2025, Dominasi Bahasa Nasional dan Tantangan Bahasa Daerah

11 May 2026
20 Negara Pengguna Twitter (X) Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Lima Besar
Humaniora

20 Negara Pengguna Twitter (X) Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Lima Besar

11 May 2026
Negara Pengguna YouTube Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Tiga Besar
Humaniora

20 Negara Pengguna YouTube Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Tiga Besar

9 May 2026
Jumlah Penduduk Indonesia SUPAS 2025 Mencapai 284,67 Juta Jiwa, Jawa Masih Jadi Pusat Populasi
Humaniora

Jumlah Penduduk Indonesia SUPAS 2025 Mencapai 284,67 Juta Jiwa, Jawa Masih Jadi Pusat Populasi

9 May 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan Februari 2026: SMK Tertinggi di Tengah Tren Penurunan Nasional
Humaniora

Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan Februari 2026, SMK Tertinggi

6 May 2026
Next Post
Top-Skor-Sepanjang-Sejarah-Liverpool-Ada-Salah

Top Skor Sepanjang Sejarah Liverpool Maret 2026, Ada Salah?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Negara Penerima MBG Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Kedua dengan 61 Juta Penerima-resized-to-large
Humaniora

Negara Penerima MBG Terbanyak di Dunia 2025, Indonesia Peringkat Kedua dengan 61 Juta Penerima

12 May 2026
Kemampuan Berbahasa Masyarakat Indonesia 2025, Dominasi Bahasa Nasional dan Tantangan Bahasa Daerah
Humaniora

Kemampuan Berbahasa Masyarakat Indonesia 2025, Dominasi Bahasa Nasional dan Tantangan Bahasa Daerah

11 May 2026
20 Negara Pengguna Twitter (X) Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Lima Besar
Humaniora

20 Negara Pengguna Twitter (X) Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Lima Besar

11 May 2026
Negara Pengguna YouTube Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Tiga Besar
Humaniora

20 Negara Pengguna YouTube Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Tiga Besar

9 May 2026
Jumlah Penduduk Indonesia SUPAS 2025 Mencapai 284,67 Juta Jiwa, Jawa Masih Jadi Pusat Populasi
Humaniora

Jumlah Penduduk Indonesia SUPAS 2025 Mencapai 284,67 Juta Jiwa, Jawa Masih Jadi Pusat Populasi

9 May 2026
Perbedaan LPG dan CNG, Memahami CNG sebagai Energi Alternatif yang Lebih Bersih
Berita

Perbedaan LPG dan CNG, Memahami CNG sebagai Energi Alternatif yang Lebih Bersih

6 May 2026

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • FinTech
  • Global
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Politik
  • Ruang Akademik
  • Sports
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Tim Kami
  • Iklan
  • Pedoman Pemberitaan
  • Karier

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.