Eskalasi militer di Timur Tengah telah mencapai titik nadir baru dengan jumlah korban perang Iran vs Israel yang kini mencakup 12 negara di seluruh kawasan. Berdasarkan Al Jazeera hingga Jumat (13/3/2026) pukul 18.45 WIB, konfrontasi antara blok Israel-Amerika Serikat dan Iran telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan puluhan ribu luka-luka.
Di pihak Iran, dampak serangan udara Israel dan Amerika Serikat tercatat paling mematikan. Otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi sebanyak 1.444 orang tewas dan sedikitnya 18.551 orang mengalami luka-luka.
Selain itu, Lebanon juga mengalami dampak yang sangat berat dengan 687 korban jiwa dan 1.774 orang terluka. Di wilayah lain, serangan blok Israel-AS juga merenggut nyawa di Irak (27 tewas) dan melukai warga di wilayah Siprus.
Di sisi lain, serangan balasan dari pihak Iran juga menyebabkan kerugian yang signifikan bagi Israel dan sekutunya. Di wilayah Israel, tercatat 15 orang tewas dan lebih dari 2.000 orang mengalami luka-luka.
Sementara itu, pihak militer Amerika Serikat melaporkan 11 personelnya tewas, di mana salah satunya disebabkan oleh insiden terkait kesehatan di tengah konflik, serta 140 hingga 150 personel lainnya luka-luka.
Dampak serangan Iran juga menyebar ke berbagai negara Teluk dan sekitarnya. Laporan mengonfirmasi adanya korban jiwa di Kuwait (6 tewas), Uni Emirat Arab (6 tewas), Oman (3 tewas), Bahrain (2 tewas), dan Arab Saudi (2 tewas).
Sementara itu, korban luka-luka juga dilaporkan di Qatar (16 orang) dan Yordania (14 orang). Banyaknya negara yang terdampak menunjukkan bahwa proyektil dan serangan udara kini telah mengancam stabilitas keamanan di hampir seluruh penjuru Semenanjung Arab. (RK/D-1)
(Baca: Sebaran Pasukan AS dan Sekutu di Timur Tengah di Tengah Konflik Iran–Israel (8 Maret 2026))













