Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Kasus Kekerasan pada Perempuan 2025, Indonesia Darurat Kekerasan Seksual

Data terbaru Komnas Perempuan mengungkap lonjakan angka kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia pada 2025. Sepanjang satu dekade terakhir, khususnya pada 2025, tercatat 376.529 kasus, tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

by Raka Maheswara
9 March 2026
in Humaniora
Kasus Kekerasan pada Perempuan 2025, Indonesia Darurat Kekerasan Seksual

Data terbaru dari Komnas Perempuan mengungkap lonjakan angka kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Sepanjang satu dekade terakhir, khususnya pada 2025, tercatat 376.529 kasus, angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir. (Sumber: Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter

Data terbaru dari Komnas Perempuan mengungkap lonjakan angka kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Sepanjang satu dekade terakhir, khususnya pada 2025, tercatat 376.529 kasus, angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Selama periode 2016-2025, total 2.876.945 kasus kekerasan terhadap perempuan telah dilaporkan. Tren kenaikan yang mengkhawatirkan terlihat sejak 2016 (163.116 kasus), terus merangkak naik hingga 302.656 kasus di 2019.

READ ALSO

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

Meskipun sempat terjadi penurunan pada 2020, lonjakan drastis kembali terjadi di tahun 2021 (338.496 kasus) dan 2022 (339.782 kasus). Setelah sedikit menurun di 2023 (289.111 kasus), angka kembali meroket di 2024 (330.097 kasus) dan mencapai puncaknya di 2025 dengan 376.529 kasus.

Ironisnya, di tengah kegelapan ini, kekerasan seksual menjadi momok terbesar. Sepanjang 2025, tercatat 22.848 kasus kekerasan seksual, jauh melampaui kekerasan psikis (15.727 kasus), fisik (14.126 kasus), dan ekonomi (5.942 kasus).

Menanggapi situasi genting ini, pemerintah telah berupaya memperkuat payung hukum melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Namun, harapan besar ini terancam pupus. Implementasi UU TPKS dinilai belum berjalan maksimal.

Situasi ini menjadi alarm keras. Peningkatan kasus kekerasan, terutama kekerasan seksual, yang terus berlanjut menunjukkan bahwa upaya pencegahan, perlindungan korban, dan penegakan hukum yang tegas harus menjadi prioritas utama. Dukungan penuh dari pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga perlindungan perempuan, dan seluruh lapisan masyarakat mutlak diperlukan. (RK/D-1)

(Baca: Jumlah Penduduk Perempuan di Indonesia Semester I 2025 Capai 142 Juta Jiwa)

Source: Komnas Perempuan
Tags: KekerasanKekerasan Seksualperempuan

Related Posts

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026
Next Post
Negara dengan Anggaran Militer Terbesar 2025

10 Negara dengan Anggaran Militer Tertinggi 2025, Amerika Serikat Pimpin Daftar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.