Berdasarkan data Center of Economic and Law Studies (Celios), jumlah korban keracunan MBG 2025 mencapai 15.117 anak dalam rentang waktu 1 Januari hingga 15 November 2025.
Pada awal tahun, jumlah korban masih relatif terbatas. Selama Januari, korban keracunan MBG berada pada angka 105 anak dan sedikit meningkat pada Februari menjadi 106 anak.
Memasuki Maret, tidak ditemukan adanya laporan korban. Namun, situasi berubah pada April ketika jumlah anak terdampak melonjak hingga 987 anak. Setelah itu, jumlah korban kembali menurun pada Mei dengan 397 anak dan semakin rendah pada Juni yang hanya berjumlah 10 anak.
Memasuki pertengahan tahun, tren kembali bergerak naik. Pada Juli, jumlah korban berada di angka 318 anak. Kenaikan lebih tajam terjadi pada Agustus dengan 2.009 anak terdampak.
Kondisi tersebut berlanjut pada September, ketika jumlah korban meningkat menjadi 4.099 anak. Puncak kasus terjadi pada Oktober dengan 6.463 anak terdampak, sebelum kembali menurun pada November dengan 623 anak hingga pertengahan bulan.
Selain dilihat berdasarkan waktu kejadian, jumlah korban keracunan MBG 2025 juga tersebar tidak merata secara geografis. Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah korban tertinggi, yakni 4.883 anak.
Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menyusul dengan jumlah yang hampir seimbang, masing-masing 2.555 anak dan 2.551 anak. Jawa Timur berada di posisi berikutnya dengan 1.088 anak terdampak.
Di luar Pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur menempati posisi teratas dengan 969 korban. Provinsi Lampung dan Bengkulu berada setelahnya dengan masing-masing 599 anak dan 539 anak terdampak. Sulawesi Tengah, Sumatra Selatan, Maluku, dan Kepulauan Riau menunjukkan jumlah korban di kisaran 250 hingga 335 anak.
Sementara itu, beberapa wilayah lain seperti Sumatra Utara, Kalimantan Selatan, Sumatra Barat, dan DKI Jakarta memiliki jumlah korban di bawah 150 anak. Provinsi dengan jumlah korban paling sedikit antara lain Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua Barat, Banten, dan Aceh. (RK/D-1)
Daftar Lengkap Jumlah Korban Keracunan MBG 1 Januari-15 November 2025 Menurut Provinsi
- Jawa Barat: 4.883 anak
- Jawa Tengah: 2.555 anak
- DI Yogyakarta: 2.551 anak
- Jawa Timur: 1.088 anak
- Nusa Tenggara Timur: 969 anak
- Lampung: 599 anak
- Bengkulu: 539 anak
- Sulawesi Tengah: 335 anak
- Sumatra Selatan: 272 anak
- Maluku: 260 anak
- Kepulauan Riau: 250 anak
- Sumatra Utara: 134 anak
- Kalimantan Selatan: 130 anak
- Sumatra Barat: 119 anak
- DKI Jakarta: 100 anak
- Nusa Tenggara Barat: 88 anak
- Kalimantan Utara: 59 anak
- Sulawesi Barat: 50 anak
- Kalimantan Barat: 40 anak
- Banten: 28 anak
- Papua Barat: 25 anak
- Sulawesi Utara: 13 anak
- Sulawesi Selatan: 12 anak
- Aceh: 5 anak
- Bali: 0 anak
- Bangka Belitung: 0 anak
- Gorontalo: 0 anak
- Jambi: 0 anak
- Kalimantan Tengah: 0 anak
- Kalimantan Timur: 0 anak
- Papua: 0 anak
- Papua Tengah: 0 anak
- Papua Pegunungan: 0 anak
- Papua Selatan: 0 anak
- Riau: 0 anak
- Sulawesi Tenggara: 0 anak
- Maluku Utara: 0
- Papua Barat Daya: 0
(Baca: Program Quick Win Pemerintah Dinilai Mengecewakan, MBG dan Kenaikan Gaji ASN Paling Banyak Dikritik)













