Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Penyebab Gangguan Kesehatan Mental Mahasiswa Indonesia: Kurang Tidur hingga Burnout Akademik

Global Student Survey 2025 mengungkap bahwa kurang tidur, burnout, dan kecemasan menjadi penyebab gangguan kesehatan mental mahasiswa di Indonesia.

by Nouvan
15 February 2026
in Humaniora
Penyebab Gangguan Kesehatan Mental Mahasiswa Indonesia Kurang Tidur hingga Burnout Akademik

Kurang tidur dan tekanan akademik menjadi penyebab gangguan kesehatan mental yang paling banyak dialami mahasiswa Indonesia.(Sumber:Freepik.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kesehatan mental mahasiswa Indonesia kembali menjadi sorotan dalam laporan terbaru Global Student Survey 2025 yang dirilis oleh Chegg. Survei global yang dilakukan terhadap mahasiswa berusia 18–21 tahun di 15 negara ini memberikan gambaran tentang kondisi emosional dan psikologis para mahasiswa selama masa perkuliahan.

READ ALSO

Data Permohonan WNI Lepas Kewarganegaraan Naik pada 2025, Bagaimana 2026?

Jumlah Dokter di Indonesia 2026 Tembus 208.810 Orang, Jawa Barat Terbanyak

Secara global, mayoritas mahasiswa—sekitar 58%—menyebut kesehatan mental mereka dalam kondisi baik. Sementara itu, hanya 13% yang merasa memiliki kondisi mental yang buruk, dan sisanya berada di posisi netral. Di Indonesia, hasil serupa terlihat, dengan 59% responden mahasiswa menilai kesehatan mental mereka sebagai baik, sedangkan 11% menyatakan sebaliknya.

Salah satu penyebab gangguan kesehatan mental yang paling dominan di kalangan mahasiswa Indonesia adalah kurang tidur, yang dilaporkan oleh 60% responden. Gaya hidup mahasiswa yang padat akan jadwal perkuliahan, tugas, serta kegiatan luar kampus membuat waktu tidur menjadi sangat terbatas. Bagi banyak mahasiswa, istirahat sering kali menjadi hal yang dikorbankan demi menyelesaikan kewajiban akademik mereka.

Selain itu, burnout akademik muncul sebagai faktor signifikan lainnya, dengan 56% responden mengaku pernah mengalaminya. Fenomena ini menggambarkan rasa lelah mental akibat tekanan akademik yang berkelanjutan. Ketika dibiarkan tanpa penanganan, burnout bisa berdampak negatif terhadap semangat belajar dan produktivitas mahasiswa.

Kesulitan menjaga gaya hidup sehat juga menjadi salah satu pemicu gangguan kesehatan mental mahasiswa. Sebanyak 42% responden menyatakan tidak memiliki waktu atau motivasi untuk menjalani rutinitas hidup sehat. Pola makan yang tidak teratur, minimnya olahraga, serta kelelahan akibat aktivitas padat menjadi penyebab utamanya.

Dari sisi emosional, 35% mahasiswa mengalami kecemasan yang berlebihan, baik karena tekanan akademik maupun sosial. Sementara itu, 33% merasa kesulitan membangun relasi baru dengan teman atau lingkungan asing. Rasa tidak dihormati oleh dosen juga turut memengaruhi kesejahteraan mental sebagian mahasiswa, meskipun hanya dicatat oleh 11% responden.

Survei ini dilakukan secara daring antara 1 hingga 23 Oktober 2024 dan melibatkan 11.706 responden dari 15 negara, dengan masing-masing negara diwakili oleh sekitar 500 hingga 1.002 mahasiswa. Data ini memberikan gambaran nyata tentang tantangan kesehatan mental yang dihadapi generasi muda saat ini, khususnya mahasiswa, dan mempertegas perlunya dukungan sistemik dari kampus, dosen, hingga lingkungan sosial.

Isu mengenai penyebab gangguan kesehatan mental pada mahasiswa menjadi semakin penting diperhatikan. Ketika kesehatan mental terganggu, tidak hanya proses belajar yang terdampak, tetapi juga kualitas hidup dan masa depan generasi penerus bangsa.(NKR/D-1)

(Baca : Tantangan Kesehatan Mental Mahasiswa Global 2024 Kurang Tidur hingga Kelelahan Akademis)

Gabung di WA Channel Dataloka.id untuk update data terbaru, di sini.

Source: Chegg
Tags: burnout akademikChegg Global Student Survey 2025kecemasankesehatan mental mahasiswakurang tidurmahasiswa IndonesiaPenyebab gangguan kesehatan mental

Related Posts

Data Permohonan WNI Lepas Kewarganegaraan Naik 11,25% pada 2025
Humaniora

Data Permohonan WNI Lepas Kewarganegaraan Naik pada 2025, Bagaimana 2026?

21 July 2026
Jumlah Dokter di Indonesia 2026 Tembus 208.810 Orang, Jawa Barat Terbanyak
Humaniora

Jumlah Dokter di Indonesia 2026 Tembus 208.810 Orang, Jawa Barat Terbanyak

4 July 2026
Jumlah Penduduk Beragama Islam di Indonesia 2025 Capai 251,3 Juta Jiwa, Jawa Barat Terbanyak
Humaniora

Jumlah Penduduk Beragama Islam di Indonesia 2025 Capai 251,3 Juta Jiwa, Jawa Barat Terbanyak

16 June 2026
Daftar 8 Penyakit Termahal yang Dibayar BPJS Kesehatan di 2024
Humaniora

Daftar 8 Penyakit Termahal yang Dibayar BPJS Kesehatan di 2024

13 June 2026
Impor Alat Kesehatan Indonesia 2025 masih Tinggi, China Jadi Pemasok Utama
Humaniora

Impor Alat Kesehatan Indonesia 2025 masih Tinggi, China Jadi Pemasok Utama

2 June 2026
Jumlah Kunjungan Presiden Prabowo ke Luar Negeri 2024-2026 Capai 54 Kali dalam 19 Bulan
Humaniora

Jumlah Kunjungan Presiden Prabowo ke Luar Negeri 2024-2026 Capai 54 Kali dalam 19 Bulan

2 June 2026
Next Post
Produksi Kopi Indonesia 2024 Tembus 807 Ribu Ton, Tertinggi dalam 10 Tahun

Produksi Kopi Indonesia 2024 Tembus 807 Ribu Ton, Tertinggi dalam 10 Tahun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Data Permohonan WNI Lepas Kewarganegaraan Naik 11,25% pada 2025
Humaniora

Data Permohonan WNI Lepas Kewarganegaraan Naik pada 2025, Bagaimana 2026?

21 July 2026
Dampak Ekonomi Piala Dunia 2026 di Indonesia Tembus Rp5,03 Triliun
Ekonomi

Dampak Ekonomi Piala Dunia 2026 di Indonesia Tembus Rp5,03 Triliun

21 July 2026
Daftar Negara dengan Gelar Piala Dunia Terbanyak, Spanyol Nomor Berapa
Sports

Daftar Negara dengan Gelar Piala Dunia Terbanyak, Spanyol Nomor Berapa?

20 July 2026
LCGC Terlaris di Indonesia Semester I 2026, Toyota Calya Memimpin
Ekonomi

LCGC Terlaris di Indonesia Semester I 2026, Toyota Calya Memimpin

20 July 2026
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026, Mbappe Raih Sepatu Emas dengan 10 Gol
Sports

Daftar Top Skor Piala Dunia 2026, Mbappe Raih Sepatu Emas dengan 10 Gol

20 July 2026
Spanyol Juara, Hadiah Piala Dunia 2026 Capai Rp895 Miliar
Sports

Spanyol Juara, Hadiah Piala Dunia 2026 Capai Rp895 Miliar

20 July 2026

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • FinTech
  • Global
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Politik
  • Ruang Akademik
  • Sports
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Tim Kami
  • Iklan
  • Pedoman Pemberitaan
  • Karier

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.