Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam QS World University Rankings: Sustainability 2026. UGM menempati peringkat ke-409 dunia dengan skor keseluruhan 72,3.
Posisi berikutnya ditempati Universitas Indonesia (UI) di peringkat ke-431 dunia dengan skor 71,5. Institut Teknologi Bandung (ITB) berada di urutan ketiga nasional sekaligus peringkat ke-488 dunia dengan skor 69,3.
QS Sustainability 2026 dirilis pada 18 November 2025 dan menilai lebih dari 2.000 perguruan tinggi dari 108 lokasi di dunia. Pemeringkatan tersebut mengukur kemampuan universitas memberikan dampak terhadap persoalan lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG).
Berbeda dengan QS World University Rankings (WUR) yang menilai kinerja universitas secara lebih luas, QS Sustainability berfokus pada kontribusi perguruan tinggi terhadap keberlanjutan. Karena itu, posisi dalam daftar ini tidak dapat langsung diartikan sebagai peringkat kualitas akademik universitas secara keseluruhan.
UGM menjadi satu-satunya perguruan tinggi Indonesia yang masuk 410 besar dunia. Selisih skor UGM dengan UI sebagai posisi kedua nasional relatif tipis, yakni 0,8 poin.
ITB berada di posisi ketiga dengan selisih 2,2 poin dari UI. Adapun IPB University melengkapi empat besar perguruan tinggi Indonesia dan berada di peringkat ke-522 dunia.
Persaingan lebih ketat terlihat pada posisi kelima hingga ketujuh. Unpad memperoleh skor 64,9, hanya terpaut 0,1 poin dari Unair dengan 64,8. UB menyusul dengan skor 64,3.
Sementara itu, Undip, ITS, dan Unhas melengkapi 10 besar. Ketiganya masing-masing berada di peringkat 753, 763, dan 787 dunia.
Apa yang Dinilai QS Sustainability?
QS tidak hanya melihat seberapa hijau lingkungan fisik sebuah kampus. Penilaian QS Sustainability mencakup Environmental Impact, Social Impact, dan Governance. Ketiganya kemudian diturunkan menjadi sejumlah indikator dan metrik.
Kategori Environmental Impact memiliki bobot keseluruhan 45%. Penilaian di dalamnya mencakup pendidikan lingkungan, penelitian lingkungan, serta keberlanjutan lingkungan. Beberapa aspek yang diperhitungkan antara lain reputasi akademik dalam bidang lingkungan, riset terkait Sustainable Development Goals (SDGs), komitmen net zero, efisiensi emisi, hingga penggunaan energi terbarukan.
Social Impact juga menyumbang 45% penilaian. Kategori ini mencakup employability and opportunities, equality, health and wellbeing, impact of education, serta knowledge exchange.
QS antara lain mempertimbangkan reputasi universitas di mata pemberi kerja, dampak riset terhadap kesempatan kerja, kesetaraan gender, dukungan bagi penyandang disabilitas, fasilitas kesehatan kampus, hingga kegiatan pengabdian dan pertukaran pengetahuan.
Adapun Governance memiliki bobot 10%. Aspek yang dinilai meliputi budaya etika, transparansi laporan keuangan, representasi mahasiswa dalam tata kelola, keterbukaan publikasi, hingga keberadaan tim yang secara khusus menangani pembangunan berkelanjutan.
Dengan metodologi tersebut, peringkat QS Sustainability tidak hanya menggambarkan pengelolaan lingkungan kampus. Pemeringkatan juga mempertimbangkan dampak penelitian dan pendidikan, peluang kerja lulusan, kesetaraan, kesehatan, pertukaran pengetahuan, serta tata kelola universitas.
UGM Unggul di Indonesia
UGM mempertahankan posisi pertama di Indonesia dalam QS Sustainability. Pada edisi 2026, perguruan tinggi tersebut memperoleh overall score 72,3 dan berada di peringkat ke-409 dunia.
Salah satu kekuatan UGM terdapat pada kategori Social Impact dengan skor 75,5. Dalam kategori tersebut, skor Employability and Opportunities UGM mencapai 81,4, sedangkan Equality sebesar 77,0. UGM juga memperoleh skor 60,5 pada Health and Wellbeing dan 57,8 untuk Impact of Education.
Meski demikian, peringkat global QS Sustainability perlu dibaca bersama perubahan cakupan universitas yang dinilai setiap tahun. QS Sustainability 2025 mencakup hampir 1.800 universitas, sedangkan edisi 2026 berkembang menjadi lebih dari 2.000 institusi. Perubahan jumlah peserta membuat perbandingan posisi antar-edisi tidak selalu menggambarkan perubahan kinerja secara langsung. (ELS/D-1)
FAQ
Siapa universitas terbaik di Indonesia versi QS Sustainability 2026?
Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam QS Sustainability 2026. UGM berada di peringkat ke-409 dunia dengan skor 72,3.
Apa saja tiga universitas Indonesia teratas dalam QS Sustainability 2026?
Tiga posisi teratas ditempati Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Ketiganya masing-masing berada di peringkat 409, 431, dan 488 dunia.
Apa itu QS Sustainability Rankings?
QS World University Rankings: Sustainability adalah pemeringkatan dari Quacquarelli Symonds yang menilai dampak universitas terhadap isu lingkungan, sosial, dan tata kelola. Penilaiannya mencakup aktivitas pendidikan, penelitian, operasional kampus, kesempatan kerja, kesetaraan, kesehatan, pertukaran pengetahuan, dan tata kelola.
Apakah QS Sustainability sama dengan QS World University Rankings?
Tidak. QS World University Rankings menilai universitas secara lebih luas berdasarkan sejumlah indikator akademik, reputasi, riset, ketenagakerjaan, internasionalisasi, dan keberlanjutan. QS Sustainability secara khusus berfokus pada dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola perguruan tinggi.
Berapa peringkat UGM dalam QS Sustainability 2026?
UGM berada di peringkat ke-409 dunia dan posisi pertama di Indonesia dalam QS Sustainability 2026 dengan skor keseluruhan 72,3.
Baca: 7 Universitas Terbaik di Indonesia untuk Jurusan Kedokteran Versi QS 2026, UI Teratas



Comment