Humaniora
Home » Blog » Bukan Jogja atau Jakarta, Banten Jadi Provinsi dengan Mahasiswa Baru Terbanyak 2025

Bukan Jogja atau Jakarta, Banten Jadi Provinsi dengan Mahasiswa Baru Terbanyak 2025

Bukan Jogja atau Jakarta, Banten Jadi Provinsi dengan Mahasiswa Baru Terbanyak 2025
Banten jadi provinsi dengan mahasiswa baru dengan jumlah 340.300 orang pada 2025, terbanyak di Indonesia. (Sumber: Sumber: Magnific/Jcomp)

Perguruan tinggi di Indonesia tersebar di berbagai provinsi dengan konsentrasi mahasiswa yang berbeda. Daerah dengan banyak kampus dan kapasitas penerimaan besar dapat menampung puluhan hingga ratusan ribu mahasiswa baru dalam satu tahun akademik.

Konsentrasi tersebut tidak hanya terlihat di daerah yang selama ini dikenal sebagai kota pendidikan, seperti DI Yogyakarta. Provinsi dengan kawasan metropolitan dan jumlah perguruan tinggi yang besar juga menjadi pusat penerimaan mahasiswa baru.

Data Statistik Pendidikan Tinggi 2025 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menunjukkan Banten menjadi provinsi dengan jumlah mahasiswa baru terbanyak di Indonesia pada 2025. Jumlahnya mencapai 340.300 orang.

Angka tersebut setara sekitar 15,76% dari total 2.158.826 mahasiswa baru secara nasional. Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur dengan 269.698 mahasiswa baru. Jawa Barat berada di urutan ketiga dengan 238.786 orang.

Kekuatan dan Kelemahan 10 Kampus Terbaik Indonesia di THE WUR 2027

Banten Tampung 340 Ribu Mahasiswa Baru

Banten berada jauh di atas provinsi lainnya dengan 340.300 mahasiswa baru. Jumlah tersebut sekitar 70.602 orang lebih banyak dibandingkan Jawa Timur yang berada di posisi kedua.

Jika dibandingkan dengan total nasional, hampir satu dari setiap enam mahasiswa baru pada 2025 tercatat pada perguruan tinggi yang berlokasi di Banten. Besarnya jumlah tersebut tidak berarti 340.300 lulusan sekolah asal Banten melanjutkan kuliah.

Data Kemdiktisaintek dikelompokkan berdasarkan provinsi lokasi perguruan tinggi, sehingga mahasiswa yang berasal dari Jakarta, Jawa Barat, Sumatera, atau wilayah lain tetapi berkuliah di kampus Banten tetap tercatat sebagai mahasiswa baru di Banten.

Hal ini penting karena Banten memiliki kawasan pendidikan tinggi yang berdekatan dengan Jakarta dan Jawa Barat, terutama di Tangerang dan Tangerang Selatan.

Jawa Timur dan Jawa Barat Menyusul

Jawa Timur berada di posisi kedua dengan 269.698 mahasiswa baru, setara 12,49% dari total nasional.

10 Kampus Indonesia dengan Skor THE WUR 2027 Paling Seimbang, Unsri Teratas

Sementara itu, Jawa Barat menampung 238.786 mahasiswa baru atau sekitar 11,06%. ika digabungkan, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Barat memiliki 848.784 mahasiswa baru.

Jumlah tersebut setara sekitar 39,3% dari seluruh mahasiswa baru Indonesia pada 2025. Artinya, hampir empat dari setiap 10 mahasiswa baru secara nasional tercatat di perguruan tinggi yang berada di tiga provinsi tersebut.

Jakarta dan Jawa Tengah Hampir Sama

Persaingan lebih rapat terlihat antara DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Jakarta berada di posisi keempat dengan 184.749 mahasiswa baru, sedangkan Jawa Tengah memiliki 184.164 mahasiswa baru.

Selisih keduanya hanya 585 orang. Secara nasional, mahasiswa baru di Jakarta menyumbang sekitar 8,56%, sementara Jawa Tengah sebesar 8,53%.

Jika lima provinsi teratas digabungkan, yakni Banten, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah, jumlah mahasiswa barunya mencapai 1.217.697 orang.

Unair vs UI, Siapa Kampus Paling Internasional Versi THE WUR 2027?

Angka tersebut setara sekitar 56,4% dari total mahasiswa baru nasional. Dengan kata lain, lebih dari separuh mahasiswa baru Indonesia pada 2025 tercatat di perguruan tinggi yang berada di lima provinsi tersebut.

Sumatera Utara Tertinggi di Luar Jawa

Di luar Pulau Jawa, Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah mahasiswa baru terbanyak. Jumlahnya mencapai 106.406 mahasiswa baru, menempatkan provinsi tersebut di posisi keenam secara nasional.

Sumatera Utara menjadi satu-satunya provinsi di luar Jawa yang memiliki lebih dari 100.000 mahasiswa baru dalam daftar 10 besar.

Sulawesi Selatan menyusul dengan 99.027 mahasiswa baru atau sekitar 4,59% dari total nasional. Keduanya menjadi pusat konsentrasi pendidikan tinggi terbesar di wilayah masing-masing.

DI Yogyakarta Ada di Posisi Kedelapan

Meski dikenal sebagai salah satu kota pendidikan utama Indonesia, DI Yogyakarta tidak berada di tiga besar. Provinsi tersebut mencatat 98.610 mahasiswa baru dan menempati posisi kedelapan nasional.

Jumlahnya sedikit di bawah Sulawesi Selatan yang memiliki 99.027 mahasiswa baru. Namun, angka absolut mahasiswa baru tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa suatu provinsi lebih menarik sebagai tujuan kuliah dibandingkan provinsi lainnya.

Jumlah tersebut turut dipengaruhi oleh banyaknya perguruan tinggi, jumlah program studi, kapasitas penerimaan, serta ukuran sistem pendidikan tinggi di setiap daerah.

Daerah dengan populasi dan jumlah kampus lebih sedikit secara alami dapat memiliki mahasiswa baru lebih rendah meski proporsi mahasiswa terhadap penduduknya tinggi.

Sumatera Barat dan Aceh Lengkapi 10 Besar

Dua provinsi Sumatera lainnya masuk dalam 10 besar. Sumatera Barat berada di posisi kesembilan dengan 58.529 mahasiswa baru, setara sekitar 2,71% dari nasional. Aceh menyusul di peringkat ke-10 dengan 49.001 mahasiswa baru atau sekitar 2,27%.

Dengan demikian, empat provinsi di luar Jawa masuk 10 besar, yakni Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, dan Aceh. Sementara enam posisi lainnya ditempati provinsi di Pulau Jawa.

Jawa Dominasi Sebaran Mahasiswa Baru

Data tersebut menunjukkan konsentrasi mahasiswa baru masih kuat di Pulau Jawa. Enam provinsi di Jawa yang masuk 10 besar—Banten, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta—secara keseluruhan mencatat 1.316.307 mahasiswa baru.

Jumlahnya setara sekitar 61% dari seluruh mahasiswa baru Indonesia pada 2025. Konsentrasi ini berjalan seiring dengan besarnya ekosistem pendidikan tinggi di Jawa, mulai dari jumlah perguruan tinggi, program studi, hingga kapasitas mahasiswa.

Namun, angka tersebut tidak menggambarkan asal mahasiswa. Seorang mahasiswa asal Kalimantan yang masuk universitas di Yogyakarta, misalnya, akan tercatat sebagai mahasiswa baru DI Yogyakarta dalam statistik berdasarkan lokasi perguruan tinggi.

Karena itu, data ini lebih tepat dibaca sebagai sebaran mahasiswa baru menurut lokasi kampus daripada migrasi mahasiswa antarprovinsi.

Ada 2,16 Juta Mahasiswa Baru pada 2025

Secara keseluruhan, Statistik Pendidikan Tinggi 2025 mencatat 2.158.826 mahasiswa baru di Indonesia. Data tersebut mencakup berbagai bentuk dan jenjang pendidikan tinggi yang tercatat dalam sistem pendidikan tinggi nasional.

Kemdiktisaintek menyusun statistik tersebut menggunakan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Kondisi data mengacu pada tahun akademik 2024/2025, dengan penarikan data dilakukan pada Desember 2025.

Data mahasiswa baru per provinsi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persebaran pendidikan tinggi Indonesia belum merata.

Lebih dari separuh mahasiswa baru masih terkonsentrasi pada lima provinsi, sedangkan provinsi lainnya membagi sisa mahasiswa dalam jumlah yang jauh lebih kecil. (RK/D-1)

FAQ

Provinsi mana yang memiliki mahasiswa baru terbanyak di Indonesia?

Banten menjadi provinsi dengan jumlah mahasiswa baru terbanyak pada 2025, yakni 340.300 orang atau sekitar 15,76% dari total nasional.

Berapa jumlah mahasiswa baru Indonesia pada 2025?

Kemdiktisaintek mencatat terdapat 2.158.826 mahasiswa baru dalam Statistik Pendidikan Tinggi 2025.

Apakah DI Yogyakarta menjadi provinsi dengan mahasiswa baru terbanyak?

Tidak. DI Yogyakarta berada di posisi kedelapan dengan 98.610 mahasiswa baru. Banten berada di posisi pertama, diikuti Jawa Timur dan Jawa Barat.

Provinsi mana yang memiliki mahasiswa baru terbanyak di luar Jawa?

Sumatera Utara menjadi yang tertinggi di luar Jawa dengan 106.406 mahasiswa baru, diikuti Sulawesi Selatan sebanyak 99.027 orang.

Apakah jumlah mahasiswa baru menunjukkan daerah asal mahasiswa?

Tidak. Data dikelompokkan berdasarkan lokasi perguruan tinggi. Mahasiswa asal suatu provinsi yang kuliah di provinsi lain akan tercatat berdasarkan lokasi kampus tempatnya terdaftar.

Dari mana data jumlah mahasiswa baru berasal?

Data berasal dari Statistik Pendidikan Tinggi 2025 yang diterbitkan Kemdiktisaintek dan menggunakan basis data PDDikti.

Baca: 11 Kampus Terbaik di Jakarta Versi QS Asia 2026, BINUS Peringkat Pertama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

×
×