Prediksi juara Piala Dunia 2026 semakin mengerucut setelah turnamen menyisakan Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina di babak semifinal. Berdasarkan 25.000 simulasi terbaru superkomputer Opta, Prancis menjadi tim yang paling berpeluang menjuarai turnamen dengan probabilitas 34%.
Prancis akan menghadapi Spanyol pada semifinal pertama, sedangkan Inggris bertemu juara bertahan Argentina pada pertandingan lainnya. Keempat tim tersebut pernah menjuarai Piala Dunia.
Ini menjadi kali ketiga sepanjang sejarah seluruh peserta semifinal merupakan mantan juara dunia. Situasi serupa sebelumnya terjadi pada Piala Dunia 1970 dan 1990.
Menariknya, empat semifinalis tersebut juga merupakan tim yang paling diunggulkan Opta sebelum turnamen dimulai. Mereka tetap bertahan setelah melewati rangkaian pertandingan yang ketat hingga babak delapan besar.
Prancis Memimpin Prediksi Juara Piala Dunia 2026
Prancis menempati posisi pertama dalam proyeksi Opta dengan peluang juara sebesar 34%. Tim asuhan Didier Deschamps juga memiliki probabilitas 57,7% untuk mengalahkan Spanyol dan mencapai final ketiga secara beruntun.
Les Bleus lolos ke semifinal setelah menundukkan Maroko 2-0. Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele mencetak gol yang memastikan langkah Prancis ke empat besar.
Mbappe telah mengoleksi delapan gol, jumlah yang sama dengan Lionel Messi sebagai pencetak gol terbanyak sementara. Adapun Dembele telah mencetak lima gol.
Pencapaian tersebut menjadikan Prancis sebagai tim kedua dalam 50 tahun terakhir yang memiliki dua pemain dengan sedikitnya lima gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Brasil lebih dahulu melakukannya pada 2002 melalui Ronaldo dan Rivaldo. Inggris kemudian menyamai capaian itu lewat Harry Kane dan Jude Bellingham yang masing-masing mengoleksi enam gol.
Kemenangan atas Maroko juga menjadi kemenangan ke-20 Prancis di Piala Dunia bersama Deschamps. Ia menjadi pelatih pertama yang mencapai jumlah tersebut.
Deschamps telah memimpin Prancis dalam 25 pertandingan Piala Dunia, menyamai rekor Helmut Schön. Laga menghadapi Spanyol akan membuatnya menjadi pelatih dengan jumlah pertandingan terbanyak di putaran final Piala Dunia.
Spanyol Menjadi Penantang Terdekat
Spanyol berada di posisi kedua dalam prediksi juara Piala Dunia 2026 dengan peluang 23,4%. La Roja diperkirakan memiliki probabilitas 42,3% untuk mengalahkan Prancis dan melaju ke pertandingan puncak.
Tim asuhan Luis de la Fuente mencapai semifinal setelah menyingkirkan Belgia. Spanyol sempat unggul melalui Fabián Ruiz sebelum Charles De Ketelaere menyamakan kedudukan.
Gol tersebut mengakhiri catatan 649 menit tanpa kebobolan yang dibukukan Spanyol di Piala Dunia 2026. Namun, Mikel Merino kembali menjadi pembeda setelah masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol kemenangan pada pengujung pertandingan.
Merino sebelumnya juga mencetak gol penentu ketika Spanyol menghadapi Portugal pada babak 16 besar.
Semifinal menghadapi Prancis menjadi penampilan kedua Spanyol di babak empat besar Piala Dunia. Penampilan pertama terjadi pada 2010 ketika mereka kemudian keluar sebagai juara di Afrika Selatan.
Spanyol juga datang dengan rekor 36 pertandingan tanpa kekalahan. Mereka meraih 27 kemenangan dan sembilan hasil imbang sejak terakhir kali kalah 0-1 dari Kolombia dalam pertandingan persahabatan pada Maret 2024.
Opta memperkirakan pemenang pertandingan Prancis melawan Spanyol memiliki peluang lebih besar untuk menjadi juara dibandingkan dengan pemenang semifinal lainnya.
Inggris Berpeluang Kembali ke Final
Inggris menjadi tim ketiga yang paling diunggulkan dengan peluang juara sebesar 21,9%. The Three Lions memiliki probabilitas 50,9% untuk menyingkirkan Argentina dan mencapai final Piala Dunia pertama sejak 1966.
Perjalanan Inggris sepanjang turnamen tidak selalu meyakinkan. Namun, mereka mampu melewati Norwegia melalui kemenangan pada babak perpanjangan waktu.
Jude Bellingham menjadi tokoh utama dengan mencetak dua gol. Ia menyamakan kedudukan sebelum turun minum, kemudian memanfaatkan bola muntah pada babak tambahan untuk membawa Inggris ke semifinal.
Dua gol tersebut melanjutkan penampilan impresif Bellingham setelah sebelumnya mencetak dua gol saat menghadapi Meksiko pada babak 16 besar.
Bellingham menjadi pemain pertama sejak Diego Maradona pada 1986 yang mampu mencetak sedikitnya dua gol dalam dua pertandingan fase gugur secara berturut-turut pada edisi Piala Dunia yang sama.
Inggris kini telah mencapai semifinal dalam empat turnamen besar sejak 2018, baik di Piala Dunia maupun Piala Eropa. Jumlah tersebut sama dengan keseluruhan pencapaian semifinal mereka sebelum Piala Dunia 2018.
Argentina Punya Pengalaman di Laga Ketat
Argentina menempati posisi keempat dengan peluang juara sebesar 20,6%. Meski berstatus juara bertahan, peluang mereka hanya terpaut tipis dari Inggris.
Superkomputer Opta memberikan Argentina probabilitas 49,1% untuk mencapai final. Dengan demikian, pertandingan Inggris melawan Argentina diperkirakan berlangsung nyaris seimbang.
Argentina melaju setelah mengalahkan Swiss 3-1 melalui babak perpanjangan waktu. Alexis Mac Allister membuka keunggulan melalui sundulan yang berawal dari sepak pojok Messi.
Swiss kemudian menyamakan kedudukan melalui Dan Ndoye. Argentina baru kembali unggul setelah Julián Alvarez mencetak gol dari luar kotak penalti pada babak tambahan. Lautaro Martínez menambah gol ketiga menjelang pertandingan berakhir.
Pertandingan tersebut menjadi laga ke-13 Argentina di Piala Dunia yang harus diselesaikan melalui babak perpanjangan waktu. Mereka berhasil memenangi 11 di antaranya, termasuk kemenangan melalui adu penalti.
Semifinal ini juga menjadi pertemuan pertama Argentina dan Inggris di Piala Dunia sejak 2002. Meski Argentina memiliki pengalaman lebih besar dalam pertandingan ketat, peluang kedua tim menuju final tetap hampir berimbang.
Berdasarkan seluruh simulasi tersebut, Prancis berada di posisi terdepan dalam prediksi juara Piala Dunia 2026. Namun, perbedaan peluang antara Spanyol, Inggris, dan Argentina menunjukkan persaingan masih terbuka menjelang dua pertandingan semifinal. (RK/D-1)
Baca: 10 Gol Tercepat di Piala Dunia, Rekor Hakan Sukur yang Belum Terpecahkan


Comment