Humaniora
Home / Humaniora / Berapa Persen Lulusan SMA yang Lanjut Kuliah? Ini Datanya per Provinsi pada 2025

Berapa Persen Lulusan SMA yang Lanjut Kuliah? Ini Datanya per Provinsi pada 2025

Berapa Persen Lulusan SMA yang Lanjut Kuliah Ini Datanya per Provinsi pada 2025
Angka kelanjutan kasar pendidikan tinggi Indonesia mencapai 49,02% pada 2024/2025. (Sumber: Unsplash/Ed Us)

Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menjadi salah satu pilihan setelah siswa menyelesaikan jenjang SMA, SMK, atau MA. Namun, tidak seluruh lulusan pendidikan menengah langsung tercatat sebagai mahasiswa baru pada tahun yang sama.

Perbedaan akses perguruan tinggi, kondisi ekonomi, pilihan bekerja, hingga persebaran kampus membuat angka kelanjutan pendidikan tinggi berbeda antardaerah.

Data Statistik Pendidikan Tinggi 2025 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menunjukkan angka kelanjutan kasar pendidikan tinggi Indonesia pada tahun ajaran 2024/2025 mencapai 49,02%.

Pada periode tersebut terdapat 3.793.431 lulusan SMA/SMK/MA, sedangkan mahasiswa baru program Diploma dan Sarjana mencapai 1.859.808 orang.

Artinya, secara nasional jumlah mahasiswa baru Diploma/Sarjana setara sekitar separuh jumlah lulusan pendidikan menengah pada tahun ajaran yang sama.

Kekuatan dan Kelemahan 10 Kampus Terbaik Indonesia di THE WUR 2027

Persentase Lulusan SMA yang Lanjut Kuliah per Provinsi

Kemdiktisaintek menghitung Angka Kelanjutan Kasar Pendidikan Tinggi (AKK PT) dengan membandingkan jumlah mahasiswa baru program Diploma/Sarjana dengan jumlah lulusan SMA/SMK/MA pada tahun ajaran 2024/2025.

Banten Capai 195,4 Persen

Banten mencatat angka kelanjutan kasar pendidikan tinggi tertinggi, mencapai 195,4%. Posisinya jauh di atas DI Yogyakarta yang berada di urutan kedua dengan 139,2% dan DKI Jakarta sebesar 111,8%.

Namun, angka 195,4% bukan berarti 195 dari setiap 100 lulusan SMA asal Banten melanjutkan kuliah. Indikator yang digunakan merupakan angka kelanjutan kasar. Pembilangnya berupa jumlah mahasiswa baru Diploma/Sarjana yang tercatat pada perguruan tinggi di suatu wilayah, sedangkan pembandingnya adalah jumlah lulusan SMA/SMK/MA.

Secara matematis, angka tersebut dapat melewati 100% apabila jumlah mahasiswa baru yang ditampung perguruan tinggi di wilayah itu lebih besar daripada jumlah lulusan pendidikan menengahnya.

10 Kampus Indonesia dengan Skor THE WUR 2027 Paling Seimbang, Unsri Teratas

Kondisi ini dapat terjadi pada provinsi yang menjadi pusat pendidikan tinggi dan menerima mahasiswa dari wilayah lain.

Karena itu, AKK PT lebih tepat digunakan untuk melihat kapasitas dan konsentrasi pendidikan tinggi suatu wilayah, bukan probabilitas individual seorang lulusan SMA untuk melanjutkan kuliah.

Yogyakarta dan Jakarta Juga di Atas 100 Persen

DI Yogyakarta berada di posisi kedua dengan 139,2%. Angka tersebut sejalan dengan karakter Yogyakarta sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi dengan banyak perguruan tinggi dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah.

Kemdiktisaintek mencatat Banten, DI Yogyakarta, dan DKI Jakarta sebagai tiga wilayah dengan angka kelanjutan kasar di atas 100%. Perbedaan antarwilayah disebut mencerminkan variasi akses, partisipasi, dan distribusi pendidikan tinggi.

Jarak ketiganya dengan provinsi lain juga cukup besar. Aceh, yang berada di posisi keempat, memiliki AKK PT 58,1%. Dengan demikian, terdapat selisih lebih dari 50 poin persentase antara Jakarta dan Aceh.

Unair vs UI, Siapa Kampus Paling Internasional Versi THE WUR 2027?

Aceh Tertinggi di Luar Jawa

Di luar Pulau Jawa, Aceh menjadi provinsi dengan angka kelanjutan kasar tertinggi, yakni 58,1%. Sulawesi Selatan menyusul dengan 57,0%.

Sumatera Barat dan Papua Barat sama-sama mencatat 55,8%, sedangkan Gorontalo sebesar 54,3%. Kalimantan Selatan dan Papua berada pada angka yang sama, yakni 50,9%.

Jika dibandingkan dengan angka nasional sebesar 49,02%, sejumlah provinsi tersebut berada di atas rata-rata Indonesia. Bengkulu juga sedikit lebih tinggi dari angka nasional dengan 49,7%, diikuti Bali sebesar 49,6%.

Jawa Barat Hanya 29,7 Persen

Besarnya jumlah perguruan tinggi atau penduduk suatu provinsi tidak selalu membuat angka kelanjutan kasarnya tinggi. Jawa Barat, misalnya, tercatat memiliki AKK PT sebesar 29,7% dan berada di posisi ke-30 dalam grafik Kemdiktisaintek.

Angkanya bahkan lebih rendah daripada Jawa Timur yang mencapai 42,0% maupun Jawa Tengah sebesar 33,7%. Namun, angka tersebut tidak dapat langsung diartikan bahwa hanya 29,7% individu lulusan SMA Jawa Barat akhirnya pernah berkuliah.

Seperti dijelaskan sebelumnya, indikator membandingkan mahasiswa baru dan lulusan pendidikan menengah dalam periode yang sama. Mobilitas mahasiswa antardaerah serta perbedaan waktu antara lulus sekolah dan masuk kuliah dapat memengaruhi hasil perbandingan.

Kalimantan Tengah Terendah

Kalimantan Tengah mencatat angka kelanjutan kasar pendidikan tinggi paling rendah dalam grafik, yakni 26,0%. Kepulauan Bangka Belitung berada sedikit di atasnya dengan 26,7%.

Selanjutnya terdapat Kalimantan Utara sebesar 28,5%, Sumatera Selatan 29,4%, dan Jawa Barat 29,7%.

Kemdiktisaintek juga mencatat Kepulauan Bangka Belitung dan Kalimantan Tengah termasuk wilayah dengan angka kelanjutan kasar terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Perbedaan antardaerah menunjukkan akses dan distribusi pendidikan tinggi masih belum seragam. Antara Banten sebagai wilayah tertinggi dan Kalimantan Tengah sebagai yang terendah terdapat selisih mencapai 169,4 poin persentase.

Secara Nasional Naik Menjadi 49,02 Persen

Angka kelanjutan kasar pendidikan tinggi Indonesia meningkat pada 2024/2025 setelah mengalami penurunan beberapa tahun sebelumnya. Berikut perkembangannya selama lima tahun:

Tahun Ajaran Angka Kelanjutan Kasar
2020/2021 65,87%
2021/2022 55,26%
2022/2023 48,47%
2023/2024 48,00%
2024/2025 49,02%

Sumber: Statistik Pendidikan Tinggi 2025, Kemdiktisaintek.

Angka 2024/2025 naik 1,02 poin persentase dibandingkan 48,00% pada tahun sebelumnya. Meski meningkat, tingkat tersebut masih jauh di bawah 65,87% yang tercatat pada 2020/2021.

Kenaikan terbaru terjadi ketika pertumbuhan jumlah mahasiswa baru lebih tinggi daripada pertumbuhan lulusan sekolah menengah.

Jumlah mahasiswa baru Diploma/Sarjana tumbuh 3,29%, sedangkan lulusan SMA/SMK/MA tumbuh sekitar 1,65%. Dengan demikian, rasio mahasiswa baru terhadap lulusan pendidikan menengah kembali meningkat.

Ada 3,79 Juta Lulusan, Mahasiswa Baru 1,86 Juta

Pada tahun ajaran 2024/2025, jumlah lulusan SMA/SMK/MA secara nasional mencapai 3.793.431 orang. Pada periode yang sama, jumlah mahasiswa baru program Diploma dan Sarjana sebanyak 1.859.808 orang.

Perbandingan kedua angka tersebut menghasilkan AKK PT sebesar 49,02%. Angka mahasiswa baru yang digunakan dalam indikator ini lebih kecil dibandingkan total seluruh mahasiswa baru pendidikan tinggi karena perhitungannya secara khusus menggunakan mahasiswa baru program Diploma dan Sarjana.

Karena itu, angka 49,02% juga tidak boleh dibaca sebagai persentase pasti seluruh individu lulusan SMA/SMK/MA yang pada akhirnya akan mendapatkan pendidikan tinggi.

Sebagian lulusan dapat masuk perguruan tinggi pada tahun berikutnya, mengikuti pendidikan di luar cakupan indikator, bekerja terlebih dahulu, atau memilih jalur lainnya.

Apa Arti Angka Kelanjutan Kasar Pendidikan Tinggi?

Angka Kelanjutan Kasar Pendidikan Tinggi merupakan perbandingan antara jumlah mahasiswa baru program Diploma/Sarjana dengan jumlah lulusan SMA/SMK/MA pada tahun ajaran yang sama.

Rumus sederhananya:

AKK PT = mahasiswa baru Diploma/Sarjana ÷ lulusan SMA/SMK/MA × 100%

Karena merupakan indikator kasar, angka tersebut tidak mengikuti individu lulusan sekolah satu per satu. Itulah sebabnya angka pada suatu provinsi dapat lebih dari 100%.

Untuk mengetahui secara tepat berapa persen lulusan SMA pada suatu provinsi yang kemudian masuk perguruan tinggi, dibutuhkan data longitudinal atau data asal sekolah mahasiswa yang dapat mencocokkan individu dari pendidikan menengah ke pendidikan tinggi. (RK/D-1)

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa persen lulusan SMA yang lanjut kuliah di Indonesia?

Angka Kelanjutan Kasar Pendidikan Tinggi Indonesia pada tahun ajaran 2024/2025 sebesar 49,02%, berdasarkan perbandingan 1.859.808 mahasiswa baru Diploma/Sarjana dengan 3.793.431 lulusan SMA/SMK/MA.

Provinsi mana yang angka kelanjutan kuliahnya tertinggi?

Banten menjadi yang tertinggi dengan 195,4%, disusul DI Yogyakarta 139,2% dan DKI Jakarta 111,8%.

Mengapa persentase Banten bisa lebih dari 100 persen?

Karena indikatornya merupakan angka kelanjutan kasar yang membandingkan jumlah mahasiswa baru Diploma/Sarjana dengan jumlah lulusan SMA/SMK/MA.

Jumlah mahasiswa baru di suatu wilayah dapat lebih besar daripada jumlah lulusan sekolah menengah wilayah tersebut, antara lain karena perguruan tinggi menerima mahasiswa dari daerah lain.

Provinsi mana yang paling rendah?

Kalimantan Tengah menjadi yang terendah dalam grafik Statistik Pendidikan Tinggi 2025 dengan 26,0%, diikuti Kepulauan Bangka Belitung 26,7%.

Apakah 49,02 persen berarti hanya separuh lulusan SMA Indonesia yang akhirnya kuliah?

Tidak persis. Angka tersebut merupakan rasio kasar mahasiswa baru Diploma/Sarjana terhadap lulusan SMA/SMK/MA pada tahun ajaran yang sama. Indikator tidak mengikuti setiap lulusan secara individual.

Dari mana data ini berasal?

Data berasal dari Statistik Pendidikan Tinggi 2025 yang diterbitkan Pusdatin Kemdiktisaintek. Data pendidikan tinggi bersumber dari PDDikti dan kondisi data mengacu pada tahun ajaran 2024/2025.

Baca: 10 Jurusan dengan Mahasiswa Baru Terbanyak di Indonesia 2025, Manajemen Tembus 210 Ribu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

× Advertisement
× Advertisement