Humaniora
Home » Blog » Lulusan dengan Gaji Besar Apakah juga Paling Cepat Dapat Kerja? Simak Datanya!

Lulusan dengan Gaji Besar Apakah juga Paling Cepat Dapat Kerja? Simak Datanya!

Universitas Gadjah Mada Entrance Gate (1)
Data tracer study UI, UGM, ITB, dan IPB memperlihatkan kampus dengan pendapatan lebih tinggi tidak otomatis dapat diranking paling cepat bekerja karena definisi surveinya berbeda. (Sumber: ITB)

Dataloka.id — Penghasilan tinggi dan cepat memperoleh pekerjaan menjadi dua pertimbangan yang sering digunakan calon mahasiswa untuk menilai prospek lulusan. Namun, data tracer study menunjukkan keduanya tidak dapat langsung digabungkan menjadi satu ranking sederhana.

Tracer Study ITB menampilkan median penghasilan sekitar Rp8,3 juta per bulan dengan rata-rata masa tunggu kerja 2,11 bulan. UI memiliki median penghasilan sekitar Rp7,5 juta per bulan dan median masa tunggu sekitar 2 bulan.

UGM berada di sekitar Rp6 juta per bulan dengan rata-rata masa tunggu sekitar 3 bulan. IPB juga memiliki median penghasilan sekitar Rp6 juta, sedangkan rata-rata masa tunggu yang digunakan dalam kompilasi berada di sekitar 3,9 bulan.

Gaji dan Masa Tunggu Lulusan

Kampus Penghasilan Masa tunggu Ukuran
ITB Median Rp8,3 juta/bulan 2,11 bulan Rata-rata masa tunggu
UI Median Rp7,5 juta/bulan 2 bulan Median masa tunggu
UGM Median Rp6 juta/bulan 3 bulan Rata-rata masa tunggu
IPB Median Rp6 juta/bulan 3,9 bulan Rata-rata masa tunggu

Catatan: Populasi, tahun lulusan, response rate, serta definisi masa tunggu berbeda antartracer study. Angka tidak boleh diperlakukan sebagai ranking yang sepenuhnya apple-to-apple.

ITB Punya Median Penghasilan Paling Tinggi dalam Kompilasi

Median penghasilan alumni ITB yang bekerja berada di sekitar Rp8,3 juta per bulan. Angka itu lebih tinggi daripada tiga kampus lain dalam kompilasi, tetapi responden dan periode tracer study berbeda.

Kekuatan dan Kelemahan 10 Kampus Terbaik Indonesia di THE WUR 2027

Di tingkat program studi, variasinya jauh lebih besar. Teknik Perminyakan memiliki median Rp13 juta, Teknik Telekomunikasi Rp12,5 juta, dan Teknik Kimia Rp12 juta per bulan.

Rata-rata masa tunggu ITB sekitar 2,11 bulan. Angka tersebut dekat dengan median 2 bulan di UI, tetapi keduanya menggunakan ukuran statistik yang berbeda sehingga tidak layak disimpulkan bahwa selisih 0,11 bulan bermakna.

UI Memiliki Median Masa Tunggu 2 Bulan

Tracer Study UI menampilkan median penghasilan sekitar Rp7,5 juta per bulan. Pada sisi kecepatan kerja, median masa tunggu lulusan berada di sekitar 2 bulan.

Sebanyak 81,2 persen lulusan dalam data UI memperoleh pekerjaan maksimal enam bulan. Sekitar 64 persen mendapat pekerjaan dalam 1–3 bulan dan 17,2 persen dalam 4–6 bulan.

UI menggunakan median untuk masa tunggu, sedangkan beberapa kampus lain menggunakan rata-rata. Perbedaan definisi ini membuat urutan “paling cepat” tidak dapat dibuat secara presisi hanya dari satu tabel gabungan.

10 Kampus Indonesia dengan Skor THE WUR 2027 Paling Seimbang, Unsri Teratas

UGM dan IPB Sama-sama Sekitar Rp6 juta

UGM memiliki median penghasilan sekitar Rp6 juta per bulan dan rata-rata masa tunggu sekitar 3 bulan. Data tersebut memperlihatkan hasil lulusan yang relatif cepat, tetapi tetap tidak identik secara metodologis dengan UI.

IPB juga berada di median penghasilan sekitar Rp6 juta per bulan. Rata-rata masa tunggu yang digunakan dalam kompilasi berada di sekitar 3,9 bulan dan berasal dari cakupan data yang berbeda.

Perbandingan ini memperlihatkan mengapa membaca tracer study memerlukan lebih dari satu angka. Kampus dapat memiliki median gaji serupa tetapi karakter populasi dan waktu masuk kerja yang berbeda.

Gaji Tinggi tidak Otomatis Berarti Cepat Kerja

Secara intuitif, pekerjaan bergaji lebih tinggi mungkin dianggap lebih kompetitif sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk diperoleh. Namun, tabel empat kampus tidak cukup untuk membuktikan hubungan tersebut karena desain survei berbeda.

ITB memiliki median penghasilan paling tinggi dan masa tunggu rata-rata yang tetap singkat. UI memiliki median penghasilan di bawah ITB tetapi median masa tunggu sekitar 2 bulan, sehingga keduanya sama-sama menunjukkan hasil yang kuat dari sisi berbeda.

Unair vs UI, Siapa Kampus Paling Internasional Versi THE WUR 2027?

Untuk menguji hubungan gaji dan kecepatan kerja secara lebih tepat, dibutuhkan data pada level individu atau setidaknya level program studi dengan definisi yang sama. Tanpa itu, korelasi tidak boleh disimpulkan hanya dari empat angka agregat.

Mana yang Lebih Penting, Gaji atau Cepat Kerja?

Jawabannya bergantung pada tujuan calon mahasiswa. Masa tunggu menggambarkan seberapa cepat transisi ke pekerjaan, sedangkan pendapatan menggambarkan nilai kompensasi pada kelompok responden yang bekerja.

Keduanya sebaiknya dibaca bersama indikator lain seperti kesesuaian bidang kerja, jenis perusahaan, lokasi, kepuasan kerja, dan kelanjutan studi. Satu kampus tidak perlu menjadi nomor satu pada semua indikator untuk menghasilkan lulusan dengan prospek baik.

Apakah Lulusan Bergaji Tinggi juga Paling Cepat Bekerja?

Belum dapat disimpulkan secara umum. Data menunjukkan ITB memiliki median penghasilan tertinggi dalam kompilasi dan rata-rata masa tunggu 2,11 bulan, sementara UI memiliki median masa tunggu 2 bulan dengan median penghasilan Rp7,5 juta.

Perbedaan metodologi membuat keduanya tidak dapat diranking secara ketat. Temuan yang lebih aman adalah gaji dan kecepatan kerja merupakan dua indikator berbeda yang perlu dibaca bersamaan. (ELS/D-1)

Baca: Kampus Terbaik di Luar Jawa: Peringkat QS 2027 dan Reputasi Perusahaan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

×
× Advertisement