Dataloka.id – BINUS University menjadi kampus swasta Indonesia dengan hubungan industri terkuat menurut Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027. Skor Industry BINUS mencapai 54,7, terpaut cukup jauh dari Telkom University yang berada di posisi kedua dengan 36,8.
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya menempati urutan ketiga dengan skor 25,7. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Pelita Harapan (UPH) melengkapi lima besar dengan skor 23,8 dan 21,5.
Pilar Industry melihat kemampuan universitas membantu dunia usaha melalui inovasi, penemuan, dan konsultasi. THE menghitungnya dari pendapatan riset yang berasal dari industri serta paten yang mengutip penelitian universitas.
Kampus Swasta dengan Skor Industry Tertinggi
Daftar berikut mencakup sepuluh perguruan tinggi swasta Indonesia berstatus ranked dalam THE WUR 2027. Kampus berstatus reporter tidak disertakan karena THE tidak memberikan skor pilar dan kelompok peringkat kepada institusi tersebut.
| Peringkat | Perguruan tinggi | THE WUR 2027 | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | BINUS University | 1.401–1.600 | 54,7 |
| 2 | Telkom University | 1.601–1.800 | 36,8 |
| 3 | Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya | 1.801–2.000 | 25,7 |
| 4 | Universitas Ahmad Dahlan (UAD) | 1.601–1.800 | 23,8 |
| 5 | Universitas Pelita Harapan (UPH) | 1.801–2.000 | 21,5 |
| 6 | Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) | 1.801–2.000 | 18,3 |
| 7 | Universitas Islam Indonesia (UII) | 1.801–2.000 | 17,9 |
| 8 | Universitas Trisakti | 2.001+ | 17,5 |
| 9 | Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) | 1.401–1.600 | 17,4 |
| 10 | Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) | 2.001+ | 16,2 |
BINUS unggul 17,9 poin atas Telkom University. Jarak Telkom dengan Atma Jaya juga cukup lebar, yakni 11,1 poin, sedangkan selisih di antara kampus pada bagian bawah daftar cenderung lebih rapat.
Hasil itu membuat BINUS berada di posisi keempat nasional jika seluruh PTN dan PTS dibandingkan. Skornya hanya berada di bawah UI, ITB, dan UGM, sekaligus melampaui UNS, Undip, ITS, serta sejumlah perguruan tinggi negeri lainnya.
Bukan Peringkat Penyerapan Kerja Lulusan
Skor Industry tidak menunjukkan persentase alumni yang diterima bekerja maupun besaran gaji lulusan. Indikator ini juga tidak menilai banyaknya perusahaan yang datang ke bursa kerja kampus atau jumlah mahasiswa yang menjalani magang.
Karena itu, hubungan industri dalam artikel ini harus dibaca sesuai definisi THE, yakni transfer pengetahuan melalui pendapatan riset dan paten. Untuk menilai prospek kerja, calon mahasiswa tetap membutuhkan data tracer study, masa tunggu kerja, pendapatan lulusan, serta bidang pekerjaan alumni.
Metodologi THE WUR 2027
THE WUR 2027 menggunakan 17 indikator yang dikelompokkan ke dalam Teaching (29,5 persen), Research Environment (29 persen), Research Quality (30 persen), International Outlook (7,5 persen), dan Industry (4 persen). Pilar Industry terdiri atas pendapatan industri dan paten dengan bobot masing-masing 2 persen.
Pendapatan industri disesuaikan dengan daya beli dan jumlah staf akademik, sedangkan ukuran paten melihat paten yang mengutip riset universitas. Penilaian paten juga disesuaikan menurut bidang ilmu dan ukuran institusi agar kampus dengan karakter akademik berbeda dapat dibandingkan. (RK/D-1)
Baca: PTN vs PTS di THE WUR 2027, Siapa Unggul pada Lima Indikator?











