Indonesia memiliki 13.519 dosen dengan jabatan akademik profesor pada 2025. Sekitar separuh dari jumlah tersebut berada dalam rentang usia 54–65 tahun.
Usia 65 tahun bahkan menjadi kelompok terbesar dengan jumlah lebih dari 800 profesor. Sementara itu, keseluruhan profesor yang masuk dalam Statistik Pendidikan Tinggi 2025 memiliki rentang usia cukup lebar, yakni 35–90 tahun.
Data tersebut berasal dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi atau PDDikti. Publikasi menggunakan kondisi tahun ajaran 2024/2025 dengan data yang diambil pada Desember 2025.
Besarnya jumlah profesor berusia 54–65 tahun menunjukkan bahwa regenerasi guru besar menjadi isu penting dalam beberapa tahun mendatang. Sebagian dari mereka akan memasuki usia purnatugas, meskipun waktu pensiun dapat berbeda bergantung pada status kepegawaian dan ketentuan yang berlaku.
Bidang pendidikan memiliki profesor terbanyak
Dilihat berdasarkan bidang ilmu program studi, jumlah profesor terbanyak berasal dari bidang pendidikan. Bidang tersebut memiliki 2.601 profesor atau 19,24 persen dari keseluruhan profesor di Indonesia.
Pertanian berada di posisi berikutnya dengan 1.955 profesor. Bidang sosial dan teknik menyusul dengan jumlah yang hampir berimbang, masing-masing sebanyak 1.913 orang dan 1.904 orang.
Sebaliknya, bidang seni hanya memiliki 87 profesor atau 0,64 persen dari total nasional. Humaniora juga berada di kelompok terbawah dengan 352 profesor.
| Peringkat | Bidang ilmu | Profesor | Pangsa |
|---|---|---|---|
| 1 | Pendidikan | 2.601 | 19,24% |
| 2 | Pertanian | 1.955 | 14,46% |
| 3 | Sosial | 1.913 | 14,15% |
| 4 | Teknik | 1.904 | 14,08% |
| 5 | Ekonomi | 1.484 | 10,98% |
| 6 | MIPA | 1.255 | 9,28% |
| 7 | Kesehatan | 1.214 | 8,98% |
| 8 | Agama | 754 | 5,58% |
| 9 | Humaniora | 352 | 2,60% |
| 10 | Seni | 87 | 0,64% |
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa regenerasi profesor tidak cukup dibaca dari jumlah nasional. Setiap bidang ilmu menghadapi kondisi yang berlainan, terutama bidang dengan jumlah guru besar yang sejak awal relatif sedikit.
Meski demikian, angka profesor tidak dapat langsung digunakan untuk menilai mutu suatu bidang atau program studi. Jumlah mahasiswa, dosen, program studi, kebutuhan keilmuan, serta struktur jabatan akademik perlu diperhitungkan sebelum menarik kesimpulan yang lebih luas.
Data usia dalam publikasi juga menggambarkan stok profesor pada satu periode, bukan proyeksi jumlah pensiun. Karena itu, jumlah profesor yang benar-benar meninggalkan perguruan tinggi setiap tahun masih perlu dilihat bersama data pengangkatan profesor baru dan status ikatan kerjanya.(NKR/D-1)
Baca : Jumlah PNS Indonesia Menurut Generasi per Juni 2026, Gen X Mendominasi
Ikuti Channel WhatsApp Dataloka.id untuk mendapatkan informasi berbasis data, statistik terbaru, dan insight mengenai berbagai isu di Indonesia.
Bergabung di sini:
https://whatsapp.com/channel/0029VaplAbq1noz8ZsizkH2R













