Dataloka.id – Perguruan tinggi swasta (PTS) dengan peringkat dunia terbaik belum tentu memiliki skor hasil lulusan tertinggi. Perbandingan empat PTS Indonesia yang masuk QS World University Rankings (WUR) 2027 memperlihatkan Universitas Trisakti unggul pada indikator Employment Outcomes, meskipun posisinya dalam pemeringkatan universitas secara keseluruhan berada di bawah tiga PTS lainnya.
Berdasarkan data QS yang dirilis pada 18 Juni 2026, Universitas Trisakti memperoleh skor Employment Outcomes sebesar 45,0 dari skala 100. Angka tersebut melampaui BINUS University yang memiliki skor 21,6, Telkom University 11,6, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 3,7.
Sebaliknya, BINUS merupakan PTS dengan peringkat keseluruhan tertinggi di antara keempat kampus, yakni kelompok 901–950 dunia. Trisakti berada pada kelompok 1.401 ke atas, sehingga perbandingan ini menunjukkan bahwa peringkat total dan penilaian atas hasil lulusan tidak selalu searah.
Daftar PTS dengan Employment Outcomes Tertinggi QS 2027
Merujuk QS WUR 2027, berikut empat perguruan tinggi swasta Indonesia yang masuk pemeringkatan tersebut, diurutkan berdasarkan skor Employment Outcomes dari yang tertinggi.
| PTS | Employment Outcomes | Employer Reputation | Peringkat dunia keseluruhan QS 2027 |
|---|---|---|---|
| Universitas Trisakti | 45,0 | 7,5 | 1.401+ |
| BINUS University | 21,6 | 32,1 | 901–950 |
| Telkom University | 11,6 | 13,6 | 1.201–1.400 |
| Universitas Muhammadiyah Yogyakarta | 3,7 | 7,0 | 1.201–1.400 |
Trisakti unggul dengan jarak 23,4 poin dibandingkan BINUS pada indikator Employment Outcomes. Namun, skor Employer Reputation Trisakti hanya 7,5, lebih rendah daripada BINUS sebesar 32,1. Perbedaan itu memperlihatkan bahwa indikator hasil lulusan dan reputasi perusahaan tidak mengukur hal yang sama.
BINUS berada pada posisi kedua untuk Employment Outcomes, diikuti Telkom University dan UMY. Untuk penilaian reputasi pemberi kerja, urutannya berbeda: BINUS memperoleh skor tertinggi di antara empat PTS, kemudian Telkom, Trisakti, dan UMY.
Dalam keterangan di laman resminya, Trisakti menyampaikan bahwa skor Employment Outcomes mereka naik dari 41,1 pada QS 2026 menjadi 45,0 pada QS 2027. Kampus itu juga menyebut posisinya pada indikator yang sama secara global naik dari peringkat 425 menjadi 410. Angka tersebut merupakan capaian pada satu indikator, bukan kenaikan peringkat universitas keseluruhan.
Apa Arti Employment Outcomes dalam Pemeringkatan QS?
Menurut metodologi QS, Employment Outcomes terdiri atas dua metrik, yakni Alumni Impact dan Graduate Employment Index. Yang pertama menilai rekam jejak alumni yang memberi dampak pada masyarakat, sedangkan yang kedua memperhitungkan keterserapan lulusan ke pekerjaan berbayar dalam waktu hingga 15 bulan setelah menyelesaikan pendidikan.
Indikator Employment Outcomes memiliki bobot 5% terhadap penilaian keseluruhan QS WUR. Dengan demikian, skor 45,0 tidak berarti 45% lulusan Trisakti bekerja, dan tingginya skor tidak otomatis menunjukkan seluruh lulusannya lebih cepat bekerja daripada lulusan kampus lain.
Pemeringkatan keseluruhan universitas menggunakan berbagai indikator lain, termasuk reputasi akademik, reputasi perusahaan, proporsi dosen-mahasiswa, sitasi, jejaring riset internasional, dan keberlanjutan. Calon mahasiswa perlu melihat skor tersebut secara terpisah agar tidak menganggap sebuah kampus unggul pada semua aspek hanya karena peringkat totalnya tinggi.
Catatan Metodologi
Tabel mencakup empat PTS Indonesia yang masuk QS WUR 2027. Pengurutan hanya berdasarkan skor Employment Outcomes, bukan peringkat keseluruhan atau perbandingan tingkat penyerapan kerja mentah. (RK/D-1)
Baca: Kampus Swasta yang Mengalahkan PTN dalam Reputasi Perusahaan di Jurusan Tertentu, Ada BINUS













