Dataloka.id — Universitas Indonesia (UI) menjadi kampus Indonesia dengan bidang hukum terbaik versi QS World University Rankings by Subject 2026. Namun, Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki persaingan masuk paling padat melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT.
Program Studi Hukum UGM menyediakan 96 kursi pada SNBT 2026. Jumlah itu dibandingkan dengan 3.654 peminat pada 2025, sehingga satu kursi berhadapan dengan sekitar 38,1 peminat.
Rasio kursi Hukum UGM hanya sekitar 2,63 persen. Angka itu lebih kecil dibandingkan rasio Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) sebesar 3,26 persen dan Ilmu Hukum UI sebesar 3,86 persen.
UI Tembus 100 Besar Dunia
QS World University Rankings by Subject 2026 menempatkan UI pada peringkat ke-96 dunia untuk bidang Law and Legal Studies. UI menjadi satu-satunya universitas Indonesia yang masuk 100 besar dunia dalam bidang tersebut.
UGM dan Universitas Airlangga (Unair) sama-sama berada pada kelompok peringkat 151–200 dunia. Unpad menyusul pada kelompok 201–250, sedangkan Universitas Diponegoro (Undip) berada pada kelompok 251–300.
BINUS University juga menempati kelompok 251–300 dunia. Namun, perguruan tinggi swasta tersebut tidak dimasukkan dalam perbandingan karena tidak menerima mahasiswa melalui SNBT.
Dua perguruan tinggi negeri lain yang masuk pemeringkatan adalah Universitas Brawijaya (UB) pada kelompok 301–350 dan Universitas Sebelas Maret (UNS) pada kelompok 351–400. Dengan demikian, terdapat tujuh PTN Indonesia yang dapat dibandingkan menggunakan data SNBT.
Kampus Hukum Paling Sulit Ditembus lewat SNBT
| Urutan | Perguruan Tinggi | Peringkat QS 2026 | Peminat 2025 | Daya Tampung 2026 | Peminat per Kursi | Rasio Kursi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | UGM | 151–200 | 3.654 | 96 | 38,1 | 2,63% |
| 2 | Unpad | 201–250 | 4.054 | 132 | 30,7 | 3,26% |
| 3 | UI | 96 | 4.434 | 171 | 25,9 | 3,86% |
| 4 | Unair | 151–200 | 2.418 | 116 | 20,8 | 4,80% |
| 5 | UB | 301–350 | 3.147 | 200 | 15,7 | 6,36% |
| 6 | UNS | 351–400 | 2.827 | 180 | 15,7 | 6,37% |
| 7 | Undip | 251–300 | 4.204 | 276 | 15,2 | 6,57% |
Sumber: QS World University Rankings by Subject 2026 serta data daya tampung dan peminat SNBT, diolah Dataloka.
UGM Paling Ketat, Unpad Mengungguli UI
Hukum UGM menjadi program paling ketat di antara tujuh PTN tersebut. Setiap kursi berhadapan dengan sekitar 38,1 peminat, sedangkan rasio kursinya hanya 2,63 persen.
Unpad berada di urutan kedua dengan 4.054 peminat dan 132 kursi. Perbandingan tersebut menghasilkan sekitar 30,7 peminat per kursi atau rasio kursi sebesar 3,26 persen.
UI memiliki jumlah peminat terbesar dalam kelompok ini, yakni 4.434 orang. Namun, daya tampungnya juga lebih besar daripada UGM dan Unpad sehingga kepadatan persaingannya berada di urutan ketiga.
Sebanyak 171 kursi Ilmu Hukum UI setara dengan satu kursi untuk sekitar 25,9 peminat. Posisi ini menunjukkan bahwa jumlah peminat tertinggi tidak selalu menghasilkan rasio persaingan paling ketat.
Unair, UGM Sama di QS tetapi Berbeda di SNBT
UGM dan Unair berada pada kelompok peringkat dunia yang sama, yakni 151–200. Meskipun demikian, kepadatan peminat SNBT di kedua kampus berbeda cukup jauh.
Hukum Unair menyediakan 116 kursi untuk dibandingkan dengan 2.418 peminat. Setiap kursi berhadapan dengan sekitar 20,8 peminat, hampir separuh lebih sedikit dibandingkan UGM.
Perbedaan serupa terlihat antara Undip dan Unpad. Meskipun posisi QS Undip hanya satu kelompok di bawah Unpad, daya tampung Hukum Undip yang mencapai 276 kursi membuat rasio persaingannya lebih longgar.
Hukum Undip memiliki 4.204 peminat, hanya sedikit di bawah UI dan lebih banyak daripada UGM. Namun, besarnya daya tampung menghasilkan rasio kursi 6,57 persen atau sekitar satu kursi untuk 15,2 peminat.
UB, UNS, dan Undip Relatif Berdekatan
Persaingan Hukum UB, UNS, dan Undip berada dalam rentang yang berdekatan. Ketiganya memiliki sekitar 15 peminat untuk setiap kursi.
UB memiliki rasio kursi sebesar 6,36 persen, disusul UNS sebesar 6,37 persen. Undip memiliki rasio terbesar, yakni 6,57 persen, sehingga secara matematis menjadi yang relatif paling longgar dalam kelompok tujuh PTN tersebut.
Selisih ketiganya sangat kecil dan tidak dapat digunakan untuk memastikan hasil seleksi. Perubahan jumlah peminat, pilihan peserta, serta kebijakan daya tampung dapat mengubah urutan pada periode penerimaan berikutnya.
Mengapa Peringkat QS Tidak Sama dengan Keketatan SNBT?
QS menilai bidang Law and Legal Studies menggunakan indikator reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, dampak sitasi, indeks-H, dan jaringan riset internasional. Jumlah peminat dan daya tampung mahasiswa baru tidak menjadi bagian dari penilaian tersebut.
Sebaliknya, kepadatan SNBT terbentuk dari hubungan antara popularitas program dan ketersediaan kursi. Kampus dengan daya tampung besar dapat memiliki peminat sangat banyak, tetapi rasio persaingannya tetap lebih longgar daripada kampus dengan kursi terbatas.
Karena itu, posisi UI sebagai kampus hukum terbaik versi QS tidak bertentangan dengan posisi UGM sebagai yang paling padat dalam perbandingan SNBT. Kedua angka tersebut mengukur aspek yang berbeda.
Metode Perhitungan
Rasio kursi diperoleh dengan membagi daya tampung SNBT 2026 dengan jumlah peminat pada 2025. Hasilnya kemudian dikalikan dengan 100 persen.
Angka peminat per kursi dihitung dengan membagi jumlah peminat 2025 dengan daya tampung 2026. Semakin banyak peminat per kursi, semakin padat persaingan historisnya.
Hasil perhitungan ini bukan tingkat kelulusan resmi, passing grade, atau prediksi nilai UTBK. Pilihan peserta, hasil ujian, urutan pilihan, dan mekanisme seleksi tetap menentukan hasil akhir. (RK/D-1)
FAQ
Kampus hukum mana yang paling sulit ditembus melalui SNBT?
UGM menjadi yang paling ketat dalam perbandingan ini. Sebanyak 96 kursi berhadapan dengan 3.654 peminat atau sekitar satu kursi untuk 38,1 orang.
Apa kampus hukum terbaik di Indonesia versi QS 2026?
UI berada di posisi nasional tertinggi dan menempati peringkat ke-96 dunia. UGM serta Unair menyusul pada kelompok peringkat 151–200.
Mengapa Hukum UI bukan yang paling ketat?
UI memiliki peminat terbanyak, tetapi juga menyediakan kursi lebih banyak daripada UGM dan Unpad. Besarnya daya tampung membuat rasio kursi UI relatif lebih besar.
Apakah rasio 2,63 persen berarti peluang lolos UGM sebesar itu?
Tidak. Angka tersebut hanya membandingkan daya tampung 2026 dengan peminat 2025 dan bukan peluang individual peserta.
Baca: Ilmu Sosial Paling Dilirik Perusahaan: Hukum, Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, atau Sosiologi













