Dataloka.id – Universitas Indonesia menjadi satu-satunya perguruan tinggi Indonesia yang masuk QS World University Rankings by Subject 2026 untuk bidang Psychology. UI berada di kelompok peringkat 301–350 dunia.
Posisi tersebut menempatkan UI sebagai kampus Indonesia terbaik untuk bidang Psikologi menurut QS. Namun, status sebagai satu-satunya wakil Indonesia dalam pemeringkatan itu tidak otomatis membuat Psikologi UI menjadi program studi yang paling sulit ditembus melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT.
Perbandingan daya tampung SNBT 2026 dengan jumlah peminat pada 2025 justru memperlihatkan Psikologi Universitas Gadjah Mada memiliki kepadatan persaingan paling tinggi di antara enam PTN yang dianalisis. Sebanyak 3.601 peminat tahun lalu dibandingkan dengan 68 kursi yang tersedia pada 2026, setara dengan sekitar 53 peminat per kursi.
Psikologi Universitas Padjadjaran berada di posisi berikutnya dengan sekitar 43,5 peminat per kursi. Sementara itu, Psikologi UI memiliki rasio sekitar 35,4 peminat untuk setiap kursi.
Perbandingan Persaingan Psikologi di SNBT 2026
| Kampus | Posisi QS Psychology 2026 | Daya Tampung 2026 | Peminat 2025 | Peminat per Kursi | Rasio Kursi |
|---|---|---|---|---|---|
| UGM | Tidak masuk tabel QS | 68 | 3.601 | 53,0 | 1,89% |
| Unpad | Tidak masuk tabel QS | 71 | 3.089 | 43,5 | 2,30% |
| UI | 301–350 | 99 | 3.506 | 35,4 | 2,82% |
| Unair | Tidak masuk tabel QS | 81 | 2.349 | 29,0 | 3,45% |
| Undip | Tidak masuk tabel QS | 120 | 3.327 | 27,7 | 3,61% |
| UB | Tidak masuk tabel QS | 87 | 2.358 | 27,1 | 3,69% |
Catatan: Rasio kursi dihitung dengan membagi daya tampung SNBT 2026 dengan jumlah peminat pada 2025. Angka tersebut merupakan gambaran kepadatan persaingan berdasarkan data tahun berbeda, bukan peluang kelulusan resmi.
UGM Lebih Ketat daripada UI
UGM menyediakan 68 kursi Psikologi melalui SNBT 2026. Jika dibandingkan dengan 3.601 peminat pada tahun sebelumnya, satu kursi tersedia untuk sekitar 53 peminat lama.
Rasio kursinya hanya sekitar 1,89 persen. Dengan ukuran ini, Psikologi UGM menjadi yang paling rapat persaingannya dalam kelompok kampus yang dibandingkan.
Unpad menempati urutan kedua dengan 71 kursi dan 3.089 peminat. Perbandingan tersebut menghasilkan sekitar 43,5 peminat per kursi atau rasio kursi 2,30 persen.
UI berada di posisi ketiga dari sisi kepadatan persaingan. Kampus ini menyediakan 99 kursi untuk program Ilmu Psikologi, sedangkan jumlah peminatnya pada 2025 mencapai 3.506 orang.
Perbandingan tersebut setara dengan sekitar 35,4 peminat per kursi. Rasio kursinya mencapai 2,82 persen, lebih longgar daripada UGM dan Unpad berdasarkan data yang digunakan.
Unair, Undip, dan UB Tetap Kompetitif
Persaingan Psikologi Universitas Airlangga juga tergolong rapat. Dengan 81 kursi dan 2.349 peminat pada tahun sebelumnya, terdapat sekitar 29 peminat untuk setiap kursi.
Universitas Diponegoro memiliki jumlah peminat lebih besar, yakni 3.327 orang. Namun, daya tampungnya juga lebih banyak, mencapai 120 kursi, sehingga rasionya sekitar 27,7 peminat per kursi.
Universitas Brawijaya menyediakan 87 kursi dengan pembanding 2.358 peminat. Kepadatan persaingannya mencapai sekitar 27,1 peminat per kursi atau rasio kursi 3,69 persen.
Selisih antara Unair, Undip, dan UB relatif tipis dibandingkan dengan jarak ketiganya dari UGM. Ketiga program studi tersebut tetap termasuk pilihan yang kompetitif karena setiap kursi dibandingkan dengan lebih dari 27 peminat tahun sebelumnya.
Mengapa Hasil QS dan SNBT Berbeda?
QS World University Rankings by Subject tidak mengukur tingkat kesulitan masuk mahasiswa baru. Pemeringkatan tersebut menilai perguruan tinggi melalui indikator seperti reputasi akademik, reputasi di mata pemberi kerja, sitasi per publikasi, H-index, dan jejaring riset internasional.
Sebaliknya, perbandingan SNBT dalam artikel ini hanya menggambarkan hubungan antara jumlah kursi yang tersedia dan peminat tahun sebelumnya. Karena objek dan indikatornya berbeda, kampus dengan posisi akademik tertinggi belum tentu mempunyai rasio persaingan masuk paling rapat.
UI dapat menjadi satu-satunya kampus Indonesia dalam QS Psychology 2026 karena kekuatan reputasi dan kinerja risetnya memenuhi indikator pemeringkatan. Pada saat yang sama, UGM dapat mempunyai persaingan SNBT lebih ketat karena jumlah peminatnya lebih besar dibandingkan dengan kursi yang tersedia.
Tidak masuk dalam tabel QS juga tidak berarti program Psikologi suatu kampus berkualitas buruk. QS menerapkan persyaratan kelayakan dan ambang publikasi tertentu sehingga tidak semua program studi di setiap perguruan tinggi masuk ke dalam pemeringkatan.
Bukan Passing Grade atau Peluang Lolos Resmi
Rasio kursi dalam artikel ini tidak dapat disebut sebagai passing grade. SNPMB tidak mengeluarkan passing grade resmi untuk setiap program studi.
Angka 1,89 persen pada UGM juga tidak berarti setiap peserta mempunyai peluang pasti sebesar 1,89 persen. Jumlah peminat dapat berubah, sedangkan kelulusan ditentukan oleh hasil tes, pilihan program studi, urutan pilihan, dan persaingan peserta pada tahun berjalan.
Data ini lebih tepat digunakan sebagai petunjuk awal untuk melihat kepadatan persaingan. Calon mahasiswa tetap perlu mempertimbangkan minat akademik, kemampuan, biaya kuliah, lokasi kampus, serta pilihan program studi alternatif. (IMR/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa kampus terbaik di Indonesia untuk jurusan Psikologi versi QS 2026?
Universitas Indonesia menjadi satu-satunya kampus Indonesia dalam QS World University Rankings by Subject 2026 bidang Psychology. UI berada di kelompok peringkat 301–350 dunia.
Psikologi mana yang paling ketat di SNBT 2026?
Di antara enam PTN yang dibandingkan, Psikologi UGM memiliki rasio paling rapat. Sebanyak 68 kursi dibandingkan dengan 3.601 peminat pada 2025, setara dengan sekitar 53 peminat per kursi.
Berapa daya tampung Psikologi UI pada SNBT 2026?
Program Ilmu Psikologi UI menyediakan 99 kursi pada SNBT 2026. Jumlah peminatnya pada 2025 mencapai 3.506 orang atau sekitar 35,4 peminat per kursi.
Apakah rasio kursi sama dengan peluang diterima?
Tidak, karena daya tampung yang digunakan berasal dari 2026, sedangkan jumlah peminat berasal dari 2025. Rasio tersebut hanya menjadi proyeksi kepadatan persaingan apabila pola peminat tidak berubah secara drastis.
Apakah kampus yang tidak masuk QS berarti kurang bagus?
Tidak selalu, karena QS mempunyai persyaratan kelayakan dan indikator yang berfokus pada reputasi serta kinerja penelitian. Akreditasi, kurikulum, fasilitas, kualitas pengajaran, dan kecocokan program tetap perlu diperiksa secara terpisah.
Baca: Kedokteran, Farmasi, Keperawatan, atau Psikologi: Mana yang Paling Dilirik Perusahaan?












