Dataloka.id — Kampus dengan peringkat bidang ilmu komputer tertinggi belum tentu menjadi yang paling sulit dimasuki melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT. Perbandingan data QS World University Rankings by Subject 2026 dengan daya tampung SNBT menunjukkan pola yang berbeda.
Universitas Indonesia (UI) memang berada di posisi tertinggi di Indonesia untuk bidang Computer Science and Information Systems. Namun, persaingan paling padat justru terdapat pada Sekolah Teknik Elektro dan Informatika kelompok Komputasi Institut Teknologi Bandung (STEI-K ITB).
Berdasarkan daya tampung SNBT 2026 dan jumlah peminat pada 2025, STEI-K ITB hanya menyediakan sekitar satu kursi untuk 52,6 peminat. Rasio kursinya sekitar 1,90 persen, paling kecil di antara lima perguruan tinggi negeri Indonesia yang masuk pemeringkatan QS bidang tersebut.
Peringkat QS Bidang Ilmu Komputer Indonesia
QS World University Rankings by Subject 2026 menempatkan tujuh universitas Indonesia dalam bidang Computer Science and Information Systems. UI memimpin pada kelompok peringkat 251–300 dunia, diikuti BINUS University pada kelompok 301–350 dan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada kelompok 351–400.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berada pada kelompok 401–450, sedangkan ITB menempati kelompok 451–500. Universitas Airlangga (Unair) dan Telkom University masing-masing berada pada kelompok 651–700 serta 701–750 dunia.
BINUS University dan Telkom University tidak masuk dalam perbandingan SNBT karena keduanya merupakan perguruan tinggi swasta. SNBT hanya digunakan oleh perguruan tinggi negeri yang mengikuti sistem penerimaan nasional.
Pemeringkatan QS juga dilakukan pada tingkat universitas dan bidang studi, bukan terhadap satu program sarjana tertentu. Karena itu, perbandingan SNBT menggunakan program studi atau unit penerimaan yang paling dekat dengan bidang Computer Science and Information Systems di setiap kampus.
Kampus Ilmu Komputer Paling Ketat di SNBT
| Urutan | Kampus dan Unit SNBT | Peringkat QS 2026 | Peminat 2025 | Daya Tampung 2026 | Peminat per Kursi | Rasio Kursi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ITB—STEI Komputasi | 451–500 | 3.526 | 67 | 52,6 | 1,90% |
| 2 | UGM—Ilmu Komputer | 351–400 | 1.237 | 27 | 45,8 | 2,18% |
| 3 | UI—Ilmu Komputer | 251–300 | 2.132 | 75 | 28,4 | 3,52% |
| 4 | ITS—Teknik Informatika | 401–450 | 2.253 | 84 | 26,8 | 3,73% |
| 5 | Unair—Sistem Informasi | 651–700 | 763 | 36 | 21,2 | 4,72% |
Sumber: QS World University Rankings by Subject 2026 serta data daya tampung dan peminat SNBT, diolah Dataloka.
ITB Lebih Ketat meski Peringkat QS di Bawah UI
STEI-K ITB menjadi unit penerimaan paling ketat dalam perbandingan ini. Dengan 3.526 peminat dan 67 kursi, terdapat sekitar 52,6 peminat untuk memperebutkan setiap kursi.
Peserta SNBT perlu memperhatikan bahwa penerimaan sarjana ITB dilakukan melalui fakultas atau sekolah. Mahasiswa STEI-K tidak langsung diterima pada satu program studi tertentu, melainkan mengikuti mekanisme penempatan program studi yang berlaku di ITB.
UGM menempati posisi kedua dengan rasio sekitar satu kursi untuk 45,8 peminat. Program Studi Ilmu Komputer UGM menyediakan 27 kursi untuk dibandingkan dengan 1.237 peminat pada tahun sebelumnya.
UI berada di urutan ketiga berdasarkan kepadatan peminat, meskipun menempati peringkat nasional tertinggi versi QS. Program Studi Ilmu Komputer UI memiliki 2.132 peminat dan daya tampung sebanyak 75 kursi, setara dengan satu kursi untuk sekitar 28,4 peminat.
Persaingan Teknik Informatika ITS sedikit lebih longgar dibandingkan Ilmu Komputer UI. Sebanyak 2.253 peminat dibandingkan dengan 84 kursi menghasilkan rasio sekitar satu kursi untuk 26,8 peminat.
Sistem Informasi Unair memiliki rasio kursi paling besar dalam kelompok ini. Sebanyak 36 kursi dibandingkan dengan 763 peminat menghasilkan rasio 4,72 persen atau sekitar satu kursi untuk 21,2 peminat.
Mengapa Peringkat QS dan Persaingan SNBT Berbeda?
Peringkat QS menilai kinerja universitas dalam suatu bidang melalui reputasi akademik, reputasi di kalangan pemberi kerja, sitasi per publikasi, indeks-H, dan jaringan riset internasional. Indikator tersebut tidak memasukkan jumlah pendaftar atau daya tampung penerimaan mahasiswa baru.
Persaingan SNBT dipengaruhi oleh faktor yang berbeda. Popularitas kampus, lokasi, biaya hidup, pilihan program studi, prospek kerja, jumlah kursi, serta strategi peserta dapat menentukan besarnya peminat.
Karena itu, posisi ITB yang lebih rendah daripada UI dalam peringkat QS tidak membuat jalur masuknya lebih longgar. Daya tampung STEI-K yang terbatas dibandingkan jumlah peminat justru menghasilkan persaingan paling padat.
Cara Membaca Rasio Kursi
Rasio kursi dihitung dengan membagi daya tampung SNBT 2026 dengan jumlah peminat 2025, kemudian mengalikannya dengan 100 persen. Angka peminat per kursi diperoleh dengan membagi jumlah peminat dengan daya tampung.
Perhitungan tersebut bukan tingkat kelulusan resmi, passing grade, maupun peluang individual peserta. Angka ini hanya menjadi gambaran historis mengenai kepadatan peminat jika jumlah pendaftar tidak berubah jauh.
Pilihan program studi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada peringkat atau rasio persaingan. Kurikulum, bidang peminatan, biaya pendidikan, lokasi kampus, fasilitas, dan kesesuaian dengan rencana karier tetap perlu dipertimbangkan secara terpisah. (ELS/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kampus mana yang paling sulit dimasuki untuk bidang ilmu komputer melalui SNBT?
STEI-K ITB memiliki rasio kursi paling kecil dalam perbandingan ini, yakni sekitar 1,90 persen. Satu kursi diperebutkan oleh sekitar 52,6 peminat berdasarkan daya tampung 2026 dan peminat 2025.
Apa kampus ilmu komputer terbaik di Indonesia versi QS 2026?
UI berada di posisi nasional tertinggi untuk bidang Computer Science and Information Systems. UI menempati kelompok peringkat 251–300 dunia.
Apakah ITB menerima mahasiswa langsung di Program Studi Informatika?
Pada jalur SNBT, peserta memilih STEI kelompok Komputasi sebagai unit penerimaan. Penempatan ke program studi mengikuti ketentuan akademik dan mekanisme yang berlaku di ITB.
Apakah rasio kursi sama dengan peluang lolos?
Tidak. Rasio tersebut merupakan perbandingan editorial antara daya tampung 2026 dan peminat 2025, bukan probabilitas kelulusan setiap peserta.
Baca: Kampus Ilmu Komputer Terbaik Versi QS 2026, Berapa sih Gaji Profesi IT?













