Dataloka.id — Jurusan Kedokteran termasuk program studi yang banyak diburu melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Meski demikian, tingkat persaingannya tidak sama di setiap perguruan tinggi negeri.
Berdasarkan perbandingan jumlah peminat SNBP 2025 dengan daya tampung 2026, Kedokteran UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi memiliki indikasi persaingan paling rendah di antara prodi yang sudah memiliki data pembanding. Sebanyak 104 peminat pada 2025 dibandingkan dengan 15 kursi pada 2026 menghasilkan rasio sekitar 6,93 peminat per kursi.
Universitas Khairun berada di posisi kedua dengan rasio sekitar 8,28 peminat per kursi. Universitas Maritim Raja Ali Haji menyusul dengan sekitar 11,56 peminat untuk setiap kursi.
Data tersebut dapat menjadi referensi awal bagi siswa yang mulai menyusun strategi masuk Kedokteran pada periode SNPMB berikutnya. Namun, rasio ini bukan peluang kelulusan resmi karena SNBP menilai prestasi peserta dan jumlah peminat dapat berubah dari tahun ke tahun.
10 Kedokteran dengan Persaingan SNBP Terendah
Dataloka.id mengolah jumlah peminat SNBP 2025 dan daya tampung SNBP 2026 yang tersedia dalam basis data SNPMB. Rasio dihitung dengan membagi jumlah peminat tahun sebelumnya dengan jumlah kursi yang disediakan pada 2026.
Semakin kecil angkanya, semakin sedikit peminat yang secara teoritis bersaing memperebutkan satu kursi jika pola permintaan tidak berubah. Karena menggunakan data dari dua periode, angka ini harus dibaca sebagai indikator persaingan, bukan tingkat kelulusan aktual SNBP 2026.
| Peringkat | Perguruan Tinggi | Peminat 2025 | Daya Tampung 2026 | Peminat per Kursi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi | 104 | 15 | 6,93 |
| 2 | Universitas Khairun | 240 | 29 | 8,28 |
| 3 | Universitas Maritim Raja Ali Haji | 289 | 25 | 11,56 |
| 4 | Universitas Pattimura | 564 | 45 | 12,53 |
| 5 | Universitas Cenderawasih | 405 | 30 | 13,50 |
| 6 | Universitas Airlangga FIKKIA Banyuwangi | 141 | 10 | 14,10 |
| 7 | Universitas Palangkaraya | 504 | 35 | 14,40 |
| 8 | Universitas Tadulako | 613 | 41 | 14,95 |
| 9 | Universitas Borneo Tarakan | 229 | 15 | 15,27 |
| 10 | Universitas Syiah Kuala | 1.147 | 75 | 15,29 |
Sumber: SNPMB, diolah Dataloka.id.
Nama program studi dapat berbeda antarkampus. Beberapa perguruan tinggi menggunakan nama Kedokteran, sedangkan lainnya memakai Pendidikan Dokter.
Program yang belum memiliki data peminat 2025 tidak dimasukkan dalam peringkat. Cara tersebut diperlukan agar semua kampus dalam tabel mempunyai basis perbandingan yang sama.
UIN Jambi sekitar 7 Peminat per Kursi
UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi menjadi kampus dengan rasio peminat per kursi paling rendah dalam pengolahan ini. Kedokteran kampus tersebut memiliki 104 peminat SNBP pada 2025 dan menyediakan 15 kursi pada 2026.
Rasionya sekitar 6,93 peminat per kursi. Angka itu berarti tekanan persaingannya secara historis lebih rendah dibandingkan banyak program Kedokteran di PTN lain, meski seleksi tetap tidak dapat disebut mudah.
Universitas Khairun berada di posisi kedua. Pendidikan Dokter kampus tersebut memiliki 240 peminat pada 2025 dan daya tampung 29 kursi pada 2026, setara sekitar 8,28 peminat per kursi.
Universitas Maritim Raja Ali Haji berada di posisi ketiga dengan 289 peminat dan 25 kursi. Rasionya sekitar 11,56 peminat per kursi.
FIKKIA Banyuwangi Masuk 10 Besar
Salah satu nama menarik dalam daftar adalah program Kedokteran Universitas Airlangga di Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Banyuwangi. Program tersebut memiliki 141 peminat SNBP 2025 dan menyediakan 10 kursi pada 2026.
Dengan perbandingan tersebut, rasionya sekitar 14,10 peminat per kursi. Angka itu lebih rendah dibandingkan program Kedokteran utama Universitas Airlangga di Surabaya.
Kedokteran utama Unair memiliki 1.659 peminat SNBP 2025 dan daya tampung 60 kursi pada 2026. Rasionya sekitar 27,65 peminat per kursi atau hampir dua kali tekanan persaingan FIKKIA Banyuwangi.
Perbandingan itu menunjukkan pilihan lokasi program dalam satu universitas pun dapat menghasilkan tingkat persaingan berbeda. Calon mahasiswa karena itu perlu memeriksa kode serta lokasi program studi sebelum menentukan pilihan.
Syiah Kuala Punya Kuota Terbesar dalam Daftar
Universitas Syiah Kuala memiliki daya tampung SNBP Kedokteran terbesar di antara 10 kampus pada tabel, yakni 75 kursi. Jumlah peminat pada 2025 mencapai 1.147 orang.
Rasionya sekitar 15,29 peminat per kursi. Meski jumlah peminatnya jauh lebih besar dibandingkan kampus di tiga posisi teratas, kuota yang lebih besar membuat rasio persaingannya masih masuk 10 terendah.
Universitas Tadulako juga memiliki daya tampung relatif besar dengan 41 kursi. Sebanyak 613 peminat pada tahun sebelumnya menghasilkan rasio sekitar 14,95 peminat per kursi.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa melihat jumlah peminat saja dapat menyesatkan. Kampus dengan peminat tinggi belum tentu lebih sulit jika kursi yang tersedia juga jauh lebih banyak.
Ada Kedokteran yang Puluhan Peminat per Kursi
Perbedaannya cukup lebar jika dibandingkan dengan sejumlah kampus lain. Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia, misalnya, memiliki 640 peminat SNBP 2025 dengan daya tampung 10 kursi pada 2026.
Rasionya mencapai sekitar 64 peminat per kursi. Nilai tersebut lebih dari sembilan kali rasio Kedokteran UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.
Kedokteran Universitas Negeri Yogyakarta juga memiliki tekanan persaingan tinggi. Sebanyak 562 peminat dibandingkan dengan 10 kursi menghasilkan rasio sekitar 56,20 peminat per kursi.
Universitas Indonesia memiliki 2.056 peminat untuk Pendidikan Dokter dan menyediakan 60 kursi SNBP 2026. Rasionya sekitar 34,27 peminat per kursi.
SNBP bukan sekadar Melihat Jumlah Pesaing
Rasio peminat dan kursi hanya memberi gambaran tingkat kompetisi kuantitatif. SNBP sendiri tidak menggunakan tes tertulis seperti UTBK, melainkan menilai rekam prestasi siswa sesuai ketentuan seleksi.
SNPMB menjelaskan bahwa sekurang-kurangnya 50 persen penilaian berasal dari nilai rapor seluruh mata pelajaran. Komponen berikutnya dapat berasal dari nilai rapor paling banyak dua mata pelajaran pendukung program studi, portofolio, dan/atau prestasi dengan bobot paling banyak 50 persen.
Komposisi rinci komponen kedua ditetapkan oleh masing-masing PTN. Karena itu, dua siswa dengan profil nilai berbeda tetap dapat menghadapi peluang yang berbeda meskipun memilih prodi dengan rasio peminat yang sama.
Selain itu, peserta SNBP dapat memilih maksimal dua program studi. Jika mengambil dua pilihan, salah satunya harus berada di PTN pada provinsi yang sama dengan sekolah asal sesuai ketentuan SNBP 2026.
Kampus Mana dengan Persaingan Kedokteran SNBP Terendah?
Berdasarkan rasio peminat SNBP 2025 terhadap daya tampung 2026, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi berada di posisi terendah dengan sekitar 6,93 peminat per kursi. Universitas Khairun berada setelahnya dengan 8,28 peminat per kursi, sedangkan Universitas Maritim Raja Ali Haji sekitar 11,56.
Angka tersebut tidak dapat digunakan sebagai jaminan lolos pada periode penerimaan berikutnya. Perubahan minat siswa, daya tampung, aturan seleksi, dan komposisi nilai dapat mengubah tingkat persaingan secara signifikan.
Bagi calon mahasiswa Kedokteran, data historis lebih tepat digunakan untuk menyusun portofolio pilihan kampus. Pertimbangan akademik, biaya kuliah, lokasi, akreditasi, fasilitas pendidikan klinis, serta kesiapan pribadi tetap perlu menjadi bagian dari keputusan. (RK/D-1)
Baca: 10 Jurusan Kedokteran dengan Persaingan SNBT Terendah, Ada yang Sekitar 1 Banding 9













