Dataloka.id — Teknik Perminyakan, Pertambangan, Kimia, dan Elektro sama-sama memiliki hubungan kuat dengan industri. Namun, jika dilihat dari indikator Employer Reputation QS World University Rankings by Subject 2026, Teknik Pertambangan ITB memiliki reputasi pemberi kerja paling tinggi di antara empat bidang tersebut.
Mineral & Mining Engineering ITB memperoleh skor Employer Reputation 72,4. Chemical Engineering berada di posisi berikutnya dengan 64,2, disusul Electrical & Electronic Engineering 61,8 dan Petroleum Engineering 50,4.
Urutan tersebut berbeda dengan posisi peringkat bidang secara keseluruhan. Petroleum Engineering dan Mineral & Mining Engineering sama-sama berada di kelompok 51–100 dunia, sedangkan Chemical Engineering berada di 201–250 dan Electrical & Electronic Engineering di 251–300.
Perbedaan itu menunjukkan bahwa peringkat keseluruhan bidang dan reputasi di mata pemberi kerja tidak selalu bergerak searah. Dua bidang yang berada dalam rentang ranking dunia yang sama bahkan dapat memiliki skor Employer Reputation yang terpaut cukup jauh.
Posisi Empat Bidang Teknik ITB
| Bidang | QS by Subject 2026 | Employer Reputation |
|---|---|---|
| Mineral & Mining Engineering | 51–100 | 72,4 |
| Chemical Engineering | 201–250 | 64,2 |
| Electrical & Electronic Engineering | 251–300 | 61,8 |
| Petroleum Engineering | 51–100 | 50,4 |
Sumber: QS World University Rankings by Subject 2026 dan ITB. Employer Reputation mengukur reputasi universitas pada bidang tertentu di mata pemberi kerja dan tidak sama dengan jumlah lowongan atau tingkat penyerapan kerja lulusan.
Teknik Pertambangan Paling Tinggi di Mata Pemberi Kerja
Mineral & Mining Engineering ITB memiliki Employer Reputation 72,4, tertinggi dalam perbandingan ini. Skornya 8,2 poin lebih tinggi dibandingkan Chemical Engineering dan 10,6 poin di atas Electrical & Electronic Engineering.
Bidang Pertambangan juga berada pada kelompok 51–100 dunia dalam QS by Subject 2026. Posisi tersebut menempatkan ITB sebagai kampus Indonesia dengan peringkat tertinggi untuk Mineral & Mining Engineering.
Lulusan Teknik Pertambangan memiliki jalur karier pada perusahaan tambang, kontraktor, konsultan, jasa teknik, pemerintah, serta berbagai fungsi perencanaan dan operasi. Kebutuhan terhadap mineral untuk elektrifikasi, baterai, infrastruktur, dan manufaktur juga membuat kompetensi pertambangan tetap relevan di tengah transisi energi.
Meski demikian, Employer Reputation 72,4 bukan berarti 72,4 persen lulusan direkrut perusahaan. Angka itu merupakan skor reputasi dari QS dan tidak dapat diperlakukan sebagai tingkat penyerapan kerja.
Teknik Kimia Berada di Posisi Kedua
Chemical Engineering ITB memperoleh Employer Reputation 64,2. Skor tersebut menempatkannya di posisi kedua dalam perbandingan empat bidang teknik, meski peringkat keseluruhannya berada di kelompok 201–250 dunia.
Teknik Kimia memiliki cakupan industri yang luas karena kompetensi proses digunakan pada petrokimia, energi, pangan, farmasi, material, consumer goods, pengolahan air, hingga manufaktur. Perkembangan hidrogen, baterai, bahan bakar rendah karbon, dan ekonomi sirkular juga memperluas konteks penggunaan kompetensi teknik proses.
Posisi ini memperlihatkan bahwa ranking dunia yang lebih rendah tidak otomatis berarti reputasi pemberi kerja juga lebih rendah. Chemical Engineering berada jauh di bawah Pertambangan dan Perminyakan secara ranking keseluruhan, tetapi Employer Reputation-nya justru lebih tinggi daripada Perminyakan.
Bagi calon mahasiswa, perbedaan tersebut penting karena ranking bidang dan reputasi perusahaan menjawab pertanyaan berbeda. Ranking QS menggambarkan kinerja bidang secara lebih luas, sedangkan Employer Reputation berfokus pada persepsi pemberi kerja.
Elektro Punya Employer Reputation 61,8
Electrical & Electronic Engineering ITB memperoleh Employer Reputation 61,8. Angka itu berada di bawah Pertambangan dan Teknik Kimia, tetapi masih 11,4 poin lebih tinggi dibandingkan Petroleum Engineering.
Bidang Elektro memiliki spektrum pekerjaan yang sangat luas karena listrik dan elektronika dibutuhkan di sektor energi, telekomunikasi, manufaktur, otomasi, kendaraan listrik, semikonduktor, pusat data, hingga teknologi digital. Perkembangan energi terbarukan, smart grid, robotika, dan Internet of Things juga memperluas kebutuhan terhadap kompetensi tersebut.
Dalam QS by Subject 2026, Electrical & Electronic Engineering ITB berada pada kelompok 251–300 dunia. Posisi tersebut lebih rendah daripada tiga bidang lain dalam tabel, tetapi skor Employer Reputation-nya tetap berada di atas Petroleum Engineering.
Perbedaan ini kembali menunjukkan bahwa posisi peringkat tidak dapat digunakan sebagai proksi langsung reputasi perusahaan. Satu bidang dapat memiliki ranking keseluruhan lebih rendah, tetapi dinilai lebih kuat oleh pemberi kerja pada indikator Employer Reputation.
Perminyakan Masuk 100 Besar, tetapi Employer Reputation Paling Rendah
Petroleum Engineering ITB berada di kelompok 51–100 dunia, sama dengan Mineral & Mining Engineering. Namun, Employer Reputation-nya sebesar 50,4 atau menjadi yang terendah dalam perbandingan empat bidang.
Selisih antara Pertambangan dan Perminyakan mencapai 22 poin. Padahal, keduanya sama-sama berada di kelompok 51–100 dunia dalam ranking keseluruhan QS by Subject 2026.
Temuan ini menjadi contoh paling jelas bahwa ranking bidang tidak boleh dibaca sebagai ranking reputasi perusahaan. Petroleum Engineering tetap memiliki posisi akademik global yang tinggi, tetapi indikator Employer Reputation-nya berada di bawah tiga bidang teknik lain dalam perbandingan.
Teknik Perminyakan memiliki jalur kerja yang erat dengan eksplorasi dan produksi migas, reservoir, pengeboran, produksi, layanan lapangan, serta konsultasi energi. Kompetensinya juga dapat beririsan dengan geothermal, subsurface engineering, carbon capture and storage, serta pengelolaan reservoir.
Mengapa Ranking dan Employer Reputation Bisa Berbeda?
QS World University Rankings by Subject tidak hanya menggunakan Employer Reputation untuk menyusun peringkat bidang. Posisi akhir juga dipengaruhi indikator akademik dan riset sehingga satu bidang dapat memiliki ranking tinggi meski skor reputasi pemberi kerjanya lebih rendah.
Karena itu, kelompok 51–100 pada Petroleum Engineering tidak berarti bidang tersebut otomatis lebih dilirik perusahaan dibandingkan Chemical Engineering yang berada di 201–250. Data 2026 justru menunjukkan Employer Reputation Chemical Engineering lebih tinggi, yakni 64,2 dibandingkan 50,4.
Hal serupa terlihat pada Electrical & Electronic Engineering. Meski berada di kelompok 251–300 dunia, Employer Reputation bidang tersebut mencapai 61,8 atau lebih tinggi daripada Petroleum Engineering.
Bagi pembaca, pemisahan dua ukuran ini penting agar ranking tidak digunakan di luar konteksnya. Peringkat bidang lebih tepat digunakan untuk melihat posisi akademik secara keseluruhan, sedangkan Employer Reputation dapat menjadi salah satu indikator untuk membaca pengenalan di pasar kerja.
Mana yang Paling Dilirik Perusahaan?
Jika menggunakan Employer Reputation QS World University Rankings by Subject 2026, Mineral & Mining Engineering ITB berada di posisi tertinggi dengan skor 72,4. Chemical Engineering menyusul dengan 64,2, Electrical & Electronic Engineering 61,8, dan Petroleum Engineering 50,4.
Dengan demikian, Teknik Pertambangan menjadi bidang dengan reputasi pemberi kerja tertinggi dalam perbandingan ini. Namun, skor tersebut tidak berarti lulusan Pertambangan pasti lebih mudah mendapat pekerjaan atau memperoleh gaji lebih tinggi daripada lulusan tiga bidang lain.
Peluang kerja dipengaruhi kondisi industri, jumlah lowongan, lokasi, pengalaman, kompetensi individu, serta siklus ekonomi. Employer Reputation lebih tepat digunakan sebagai salah satu data tambahan bersama tracer study, kebutuhan tenaga kerja, dan tren sektor industri.
Bagi calon mahasiswa, empat bidang tersebut juga memiliki karakter karier yang berbeda. Pertambangan dekat dengan sumber daya mineral, Kimia dengan industri proses, Elektro dengan kelistrikan dan teknologi, sedangkan Perminyakan berfokus pada energi bawah permukaan dan migas. (NKR/D-1)
Baca: Jurusan ITB dengan Gaji Lulusan Tertinggi 2025, Teknik Perminyakan Capai Rp13 Juta













