Memilih program studi di perguruan tinggi negeri (PTN) sering dimulai dari nama kampus atau jurusan yang paling dikenal. Padahal, tingkat persaingan dapat berbeda jauh antara dua program studi dalam satu universitas.
Perbedaan itu terlihat dalam data SNBT 2025 yang diterbitkan Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Indonesia (UI). Kedua kampus menunjukkan sejumlah program studi sarjana dengan rasio peserta diterima terhadap pendaftar yang relatif lebih besar dibandingkan prodi lain di kampusnya.
Data tersebut bisa menjadi bahan awal bagi siswa yang sedang menimbang pilihan kuliah. Namun, kata “longgar” di sini bersifat relatif terhadap prodi lain, bukan berarti seleksinya mudah. Angka tahun 2025 juga tidak dapat dijadikan jaminan untuk tahun berikutnya karena peminat dan daya tampung dapat berubah.
Akuakultur dan Fisika Menonjol di Unair
Berdasarkan data keketatan SNBT 2025 yang dipublikasikan Unair, Akuakultur di FIKKIA Banyuwangi memiliki rasio penerimaan 33,04%. Di antara contoh prodi sarjana bidang sains dan teknologi yang disebut Unair, angkanya paling besar.
Fisika menyusul dengan 22,38%, kemudian Teknologi Hasil Perikanan 21,13%, Akuakultur 20,44%, dan Matematika 18,26%. Dua entri Akuakultur tersebut merujuk pada program yang dicantumkan Unair secara terpisah; lokasi FIKKIA Banyuwangi disebut khusus pada entri pertama.
| Program Studi S1 Unair | Rasio Penerimaan SNBT 2025 |
|---|---|
| Akuakultur (FIKKIA Banyuwangi) | 33,04% |
| Fisika | 22,38% |
| Teknologi Hasil Perikanan | 21,13% |
| Akuakultur | 20,44% |
| Matematika | 18,26% |
Pada rumpun sosial dan humaniora, Unair juga mencatat Ilmu Sejarah 16,10%, Bahasa dan Sastra Indonesia 12,31%, serta Ekonomi Islam 11,54% sebagai beberapa prodi dengan persaingan yang relatif lebih rendah dibandingkan pilihan populer lain di kampus tersebut.
Baca: 10 PTN dengan Daya Tampung SNBT 2026 Terbanyak, Unesa Sediakan 8.313 Kursi
Di UI, “Relatif Longgar” Tetap Berarti Ketat
Data UI menunjukkan gambaran berbeda. Di antara prodi sarjana yang tercantum pada laporan keketatan SNBT 2025, Ilmu Sejarah memiliki rasio penerimaan 4,99%: sebanyak 25 peserta diterima dari 501 pendaftar.
Berikutnya ada Teknik Bioproses 4,92%, Pendidikan Dokter Gigi 4,85%, Sastra Indonesia 4,82%, serta Geologi 4,80%. Kelimanya relatif lebih longgar di dalam daftar prodi S1 UI, tetapi masing-masing tetap menerima kurang dari lima peserta untuk setiap 100 pendaftar pada SNBT 2025.
| Program Studi S1 UI | Pendaftar SNBT 2025 | Diterima | Rasio Diterima |
|---|---|---|---|
| Ilmu Sejarah | 501 | 25 | 4,99% |
| Teknik Bioproses | 610 | 30 | 4,92% |
| Pendidikan Dokter Gigi | 1.114 | 54 | 4,85% |
| Sastra Indonesia | 519 | 25 | 4,82% |
| Geologi | 563 | 27 | 4,80% |
Daftar ini bukan peringkat prodi paling mudah dimasuki di seluruh Indonesia. Data Unair dan UI memperlihatkan pilihan yang relatif lebih terbuka dalam konteks kampus masing-masing.
Rasio penerimaan tahun sebelumnya membantu membaca persaingan, sedangkan keputusan memilih prodi tetap perlu mempertimbangkan minat, isi pembelajaran, dan persyaratan kampus. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah jurusan dengan rasio penerimaan lebih besar pasti mudah dimasuki?
Tidak. Rasio hanya merangkum jumlah peserta diterima dibandingkan pendaftar pada seleksi terdahulu.
Apakah daftar ini menunjukkan prodi paling longgar pada SNBT 2026?
Tidak. Angka yang dibandingkan berasal dari SNBT 2025 dan digunakan sebagai gambaran historis, bukan hasil pemeringkatan seluruh prodi pada 2026.
Baca: 10 Kampus Top QS dengan Peluang Lolos SNBT Terbesar, Bukan UI atau UGM?













