Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Bekerja, Mana Keunggulan Lulusan UI, UGM, ITB, dan IPB?

Tracer study menunjukkan ITB mencatat median penghasilan tertinggi sebesar Rp8,3 juta per bulan. Namun, UI unggul dalam kecepatan memperoleh pekerjaan dengan median dua bulan.

by Raka Maheswara
23 September 2026
in Humaniora
Gaji Tinggi atau Cepat Bekerja, Mana Keunggulan Lulusan UI, UGM, ITB, dan IPB

Tracer study menunjukkan ITB mencatat median penghasilan tertinggi sebesar Rp8,3 juta per bulan. (Sumber: ITB)

Share on FacebookShare on Twitter

Prospek pekerjaan menjadi salah satu pertimbangan calon mahasiswa ketika memilih perguruan tinggi. Selain melihat peringkat dan biaya kuliah, informasi mengenai masa tunggu kerja serta penghasilan lulusan dapat memberikan gambaran tentang perjalanan alumni setelah menyelesaikan pendidikan.

Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan IPB University telah mempublikasikan hasil tracer study masing-masing. Laporan tersebut memuat informasi mengenai status pekerjaan, masa tunggu, jenis perusahaan, hingga penghasilan lulusan.

READ ALSO

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

Secara nominal, ITB mencatat median penghasilan bulanan tertinggi sebesar Rp8,3 juta. UI menyusul dengan Rp7,5 juta, sedangkan UGM dan IPB sama-sama mencatat median Rp6 juta per bulan.

Namun, angka tersebut tidak dapat langsung dijadikan peringkat antarkampus. Tracer Study UI, UGM, dan IPB terutama memotret lulusan 2024, sedangkan Tracer Study ITB 2025 menyasar alumni sarjana angkatan 2018. Perbedaan usia lulusan dan pengalaman kerja berpotensi memengaruhi besaran penghasilan yang diterima.

Kampus Median Penghasilan per Bulan Masa Tunggu Pekerjaan Cakupan Utama
ITB Rp8,3 juta Rata-rata 2,11 bulan Alumni sarjana angkatan 2018
UI Rp7,5 juta Median 2 bulan Sarjana dan vokasi lulusan 2024
UGM Rp6 juta Rata-rata 3 bulan Sarjana dan sarjana terapan lulusan 2024
IPB Rp6 juta Rata-rata 3,9 bulan Penghasilan lulusan 2024; masa tunggu gabungan 2023–2025

Catatan: Ukuran masa tunggu yang digunakan berbeda. UI mempublikasikan nilai median, sedangkan ITB, UGM, dan IPB menggunakan rata-rata. Karena itu, angkanya tidak sepenuhnya sebanding.

ITB Unggul dalam Median Penghasilan

Berdasarkan Tracer Study ITB 2025, median penghasilan alumni sarjana angkatan 2018 yang bekerja mencapai Rp8,3 juta per bulan. Rata-ratanya lebih tinggi, yakni sekitar Rp10,17 juta per bulan.

Median digunakan untuk menunjukkan nilai tengah sehingga tidak terlalu dipengaruhi oleh segelintir lulusan dengan penghasilan sangat tinggi. Laporan tersebut menunjukkan penghasilan alumni ITB berada dalam rentang yang lebar, sesuai dengan program studi, jenis pekerjaan, posisi, dan skala perusahaan tempat mereka bekerja.

Teknik Perminyakan menjadi program studi dengan median penghasilan tertinggi sebesar Rp13 juta per bulan. Posisi berikutnya ditempati Teknik Telekomunikasi sebesar Rp12,5 juta dan Teknik Kimia Rp12 juta per bulan.

Adapun median penghasilan Teknik Informatika tercatat Rp11,04 juta per bulan, diikuti Teknik Elektro Rp11 juta serta Sistem dan Teknologi Informasi Rp10,4 juta. Secara keseluruhan, rata-rata masa tunggu pekerjaan pertama alumni ITB pada survei tersebut mencapai sekitar 2,11 bulan.

Meski demikian, responden ITB merupakan alumni angkatan 2018. Mereka memiliki rentang waktu lebih panjang untuk membangun karier dibandingkan responden UI, UGM, dan IPB yang mayoritas merupakan lulusan 2024. Karena itu, besarnya penghasilan ITB tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan bahwa gaji awal lulusannya paling tinggi.

UI Paling Seimbang antara Gaji dan Kecepatan Kerja

UI menunjukkan keseimbangan antara penghasilan dan kecepatan memperoleh pekerjaan. Berdasarkan Tracer Study UI 2025, median penghasilan lulusan program sarjana dan vokasi mencapai Rp7,5 juta per bulan.

Fakultas Kedokteran mencatat median penghasilan tertinggi sebesar Rp10 juta per bulan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Ilmu Komputer menyusul dengan median masing-masing Rp9 juta.

Median penghasilan lulusan Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, dan Fakultas Ilmu Administrasi sama-sama mencapai Rp8 juta per bulan. Sementara itu, median penghasilan terendah tercatat pada Fakultas Ilmu Keperawatan sebesar Rp4,5 juta.

Dari sisi kecepatan bekerja, median masa tunggu pekerjaan pertama lulusan UI hanya dua bulan. Sebanyak 64% lulusan mendapatkan pekerjaan dalam waktu 1–3 bulan, sedangkan 17,2% lainnya membutuhkan waktu 4–6 bulan. Dengan demikian, sekitar 81,2% responden memperoleh pekerjaan dalam waktu maksimal enam bulan.

Sebanyak 75,9% responden juga memperoleh gaji sedikitnya 1,2 kali upah minimum regional. Selain itu, 33,9% lulusan UI bekerja di perusahaan multinasional atau internasional.

UGM Unggul dalam Penyerapan Enam Bulan

UGM mencatat median penghasilan lulusan program sarjana dan sarjana terapan sebesar Rp6 juta per bulan. Kelompok terbesar, yakni 42,98%, memperoleh penghasilan antara Rp5 juta hingga Rp10 juta.

Dari sisi kecepatan kerja, rata-rata masa tunggu lulusan UGM mencapai tiga bulan. Namun, sebanyak 35,80% lulusan sudah bekerja sebelum atau ketika dinyatakan lulus sehingga tidak memiliki masa tunggu.

Sebanyak 32,81% responden memperoleh pekerjaan dalam waktu 1–3 bulan dan 23% lainnya membutuhkan waktu 4–6 bulan. Secara keseluruhan, 91,61% lulusan UGM mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan. Persentase tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian maksimal enam bulan yang dipublikasikan UI.

Perusahaan swasta menjadi tujuan utama lulusan UGM dengan proporsi 61,91%. Instansi pemerintah menempati posisi berikutnya sebesar 14,23%, sedangkan BUMN dan BUMD menyerap sekitar 10,12% lulusan.

Dengan demikian, keunggulan UGM lebih terlihat pada luasnya penyerapan lulusan dalam enam bulan pertama. Meski median penghasilannya lebih rendah daripada UI dan ITB, mayoritas lulusannya relatif cepat memasuki dunia kerja.

Lulusan IPB Menunggu Kurang dari Empat Bulan

IPB mencatat median penghasilan lulusan 2024 yang bekerja sebesar Rp6 juta per bulan. Rata-ratanya mencapai sekitar Rp7,59 juta, dengan rentang penghasilan mulai dari Rp2 juta hingga Rp70 juta.

Perbedaan antara rata-rata dan median menunjukkan adanya sebagian kecil lulusan berpenghasilan tinggi yang mendorong rata-rata keseluruhan. Sementara itu, lulusan yang berwirausaha mencatat median penghasilan Rp5 juta dan rata-rata sekitar Rp6,72 juta per bulan.

Berdasarkan gabungan tracer study 2023–2025, rata-rata masa tunggu lulusan IPB untuk memasuki dunia kerja mencapai 3,9 bulan. Sebanyak 57,3% lulusan yang disurvei berstatus bekerja, 4,3% berwirausaha, dan 13,3% melanjutkan pendidikan.

Sebanyak 44,3% lulusan yang bekerja juga memiliki pekerjaan yang sesuai dengan bidang keilmuannya. IPB menyebut kemampuan bekerja dalam tim, penguasaan teknologi informasi, serta keahlian sesuai bidang ilmu menjadi sejumlah keunggulan yang dinilai oleh pengguna lulusan.

Tidak Ada Satu Kampus Unggul dalam Semua Indikator

Berdasarkan angka yang dipublikasikan, ITB mencatat median penghasilan tertinggi. Namun, responden ITB berasal dari angkatan yang lebih lama sehingga kemungkinan telah memiliki pengalaman kerja lebih panjang.

UI menunjukkan kombinasi yang relatif kuat antara median penghasilan dan kecepatan memperoleh pekerjaan. UGM unggul dalam persentase lulusan yang terserap dalam waktu kurang dari enam bulan. Sementara itu, IPB mencatat rata-rata masa tunggu di bawah empat bulan dengan median penghasilan yang setara dengan UGM.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa prospek lulusan tidak cukup dinilai dari satu indikator. Program studi, sektor pekerjaan, lokasi bekerja, pengalaman, skala perusahaan, serta kondisi pasar tenaga kerja turut menentukan kecepatan memperoleh pekerjaan dan besarnya penghasilan.

Baca: Gaji Lulusan UGM Capai Rp6 Juta pada 2025, 91% Dapat Kerja Kurang dari 6 Bulan

Source: Website Resmi Kampus
Tags: AlumniGajiKampusPerguruan Tinggiuniversitas

Related Posts

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026
10 Jurusan Kedokteran dengan Persaingan SNBT Terendah, Ada yang Sekitar 1 Banding 9
Humaniora

Kampus Terbaik di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali versi QS Asia 2026

8 October 2026
10 Provinsi dengan Peserta Paket C Terbanyak 20252026, Jawa Barat Teratas
Humaniora

10 Provinsi dengan Peserta Paket C Terbanyak 2025/2026, Jawa Barat Teratas

8 October 2026
Next Post
Prabowo Mau Sekolah Gratis, Simulasi Biaya Sekolah hingga Kuliah Tembus Rp156 Juta per Anak

Prabowo Mau Sekolah Gratis, Simulasi Biaya Sekolah hingga Kuliah Tembus Rp156 Juta per Anak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026
10 Jurusan Kedokteran dengan Persaingan SNBT Terendah, Ada yang Sekitar 1 Banding 9
Humaniora

Kampus Terbaik di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali versi QS Asia 2026

8 October 2026
10 Provinsi dengan Peserta Paket C Terbanyak 20252026, Jawa Barat Teratas
Humaniora

10 Provinsi dengan Peserta Paket C Terbanyak 2025/2026, Jawa Barat Teratas

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.