Sejumlah perguruan tinggi telah membuka hasil tracer study 2025 kepada publik. Data tersebut memberi gambaran tentang kecepatan lulusan memasuki pasar kerja, tetapi belum membentuk satu ranking nasional yang sepenuhnya setara.
Dari publikasi resmi yang ditemukan dan memiliki angka masa tunggu yang dapat digunakan, Universitas Mataram (Unram) mencatat proporsi tertinggi untuk indikator kurang dari enam bulan, yakni 94,5 persen. Angka itu mencakup alumni yang bekerja dan berwirausaha, sehingga cakupannya lebih luas daripada indikator pekerjaan pertama yang digunakan beberapa kampus lain.
Universitas Gadjah Mada (UGM) melaporkan 91,61 persen lulusan Sarjana dan Sarjana Terapan memperoleh pekerjaan kurang dari enam bulan. Universitas Indonesia (UI) mencatat 64 persen lulusan S1 dan Vokasi mendapat pekerjaan dalam 1–3 bulan dan 17,2 persen dalam 4–6 bulan. Jika kedua kelompok dijumlahkan, proporsinya mencapai 81,2 persen.
Ketika ukuran yang dipakai adalah waktu tipikal, UI mencatat median masa tunggu dua bulan. UGM melaporkan rata-rata tiga bulan, sedangkan IPB University mencatat rata-rata 3,9 bulan berdasarkan gabungan tracer study 2023–2025. Median dan rata-rata bukan ukuran yang identik, sehingga angka tersebut sebaiknya dibaca berdampingan, bukan dijadikan klasemen tunggal.
Perbandingan Lulusan yang Terserap dalam Enam Bulan
| Kampus | Hasil yang Dipublikasikan | Cakupan Indikator | Catatan |
|---|---|---|---|
| Unram | 94,5% kurang dari 6 bulan | Bekerja dan berwirausaha dengan data waktu tunggu valid | Memasukkan wirausaha |
| UGM | 91,61% kurang dari 6 bulan | Pekerjaan pertama; Sarjana dan Sarjana Terapan | Responden masa tunggu 4.988 orang |
| UI | 81,2% sampai 6 bulan | Pekerjaan pertama; S1 dan Vokasi | Hasil perhitungan 64,0% + 17,2%; responden 2.511 orang |
Kampus dengan Masa Tunggu Terpendek
| Kampus | Ukuran Waktu | Nilai | Basis Data |
|---|---|---|---|
| UI | Median | 2 bulan | Tracer Study UI 2025, lulusan 2024 |
| UGM | Rata-rata | 3 bulan | Tracer Study UGM 2025, lulusan 2024 |
| IPB | Rata-rata | 3,9 bulan | Gabungan tracer study 2023–2025 |
Siapa yang Teratas?
Jawabannya bergantung pada indikator. Unram teratas untuk proporsi alumni yang bekerja atau berwirausaha dalam waktu kurang dari enam bulan. UI unggul untuk median masa tunggu yang dipublikasikan, yakni dua bulan. UGM berada di tengah dengan rata-rata tiga bulan sekaligus mencatat 91,61 persen lulusan memperoleh pekerjaan kurang dari enam bulan.
Hasil itu tidak berarti lulusan satu kampus pasti lebih cepat bekerja daripada kampus lain. Unram memasukkan wirausaha, UI memakai median untuk ukuran waktu pusat, UGM memakai rata-rata, dan IPB merangkum periode 2023–2025. Perbedaan kohort, jenjang, respons survei, dan definisi pekerjaan dapat mengubah hasil.
Temuan Penting Lain
Pertama, pekerjaan sebelum wisuda cukup besar di UGM. Sebanyak 35,8 persen responden disebut sudah bekerja sebelum lulus atau tidak memiliki masa tunggu. Ini menunjukkan pengalaman kerja, magang, dan rekrutmen sebelum kelulusan perlu ikut dibaca ketika menilai kesiapan kerja.
Kedua, kecepatan memperoleh pekerjaan tidak otomatis menunjukkan mutu pekerjaan. UI melaporkan 33,9 persen lulusan S1 dan Vokasi bekerja di perusahaan multinasional atau internasional. UGM mencatat 61,91 persen lulusan bekerja di perusahaan swasta. IPB melaporkan 44,3 persen responden berkarier sesuai bidang ilmu.
Ketiga, tracer study memiliki batas respons. UI mencatat tingkat respons S1 sebesar 53,4 persen, sedangkan UGM mencatat 72,06 persen untuk Sarjana dan 87,59 persen untuk Sarjana Terapan. Hasil setiap kampus menggambarkan responden survei dan tidak otomatis mewakili seluruh lulusan tanpa kecuali.
Catatan Metodologi
Perbandingan ini menggunakan publikasi resmi perguruan tinggi yang ditemukan hingga 21 September 2026 dan memuat angka masa tunggu kerja yang dapat diidentifikasi. Ini bukan sensus seluruh perguruan tinggi Indonesia.
Laporan Universitas Muhammadiyah Riau juga ditemukan, dengan 1.008 responden dan tingkat respons 72,57 persen. Namun, presentasi publiknya tidak menyediakan distribusi masa tunggu dalam teks yang cukup seragam untuk dimasukkan ke tabel utama.
Angka UI sebesar 81,2 persen merupakan hasil penjumlahan kelompok 1–3 bulan dan 4–6 bulan. Angka itu bukan angka baru yang secara eksplisit ditulis UI. Semua perbandingan harus dibaca bersama definisi, jenjang, kohort lulusan, dan ukuran statistik masing-masing kampus. (RK/D-1)
FAQ
Kampus mana yang lulusannya paling cepat mendapat kerja menurut tracer study 2025?
Unram memiliki proporsi tertinggi dalam publikasi yang dibandingkan, yaitu 94,5 persen alumni bekerja atau berwirausaha dalam kurang dari enam bulan. Namun, untuk median masa tunggu, UI mencatat waktu terpendek, dua bulan.
Apakah tracer study dapat dipakai sebagai ranking kampus?
Tidak secara langsung. Metode, kohort, jenjang, definisi bekerja, cakupan wirausaha, dan tingkat respons berbeda antarkampus.
Apa perbedaan median dan rata-rata masa tunggu?
Median adalah nilai tengah: separuh responden berada di bawah nilai itu dan separuh lainnya di atas. Rata-rata menjumlahkan seluruh masa tunggu lalu membaginya dengan jumlah responden sehingga lebih mudah dipengaruhi nilai ekstrem.
Apakah cepat mendapat kerja berarti gajinya lebih tinggi?
Belum tentu. Masa tunggu, pendapatan, kesesuaian bidang, status kontrak, lokasi kerja, dan tingkat perusahaan merupakan indikator berbeda.
Baca: Gaji Lulusan UI Terbaru Berdasarkan Fakultas pada 2025, Tembus Rp7,5 Juta per Bulan














Comments 1