Jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi di luar negeri terus meningkat. UNESCO Institute for Statistics (UIS) memperkirakan terdapat 70.174 mahasiswa Indonesia yang kuliah di negara lain pada 2023.
Jumlah tersebut naik 8,1 persen dibandingkan 2022 yang sebanyak 64.915 orang. Jika dibandingkan dengan 2015, jumlah mahasiswa Indonesia di luar negeri meningkat sekitar 56 persen dari 44.972 orang.
Australia menjadi negara tujuan terbesar. Berdasarkan data mahasiswa internasional menurut negara asal, sebanyak 13.920 mahasiswa Indonesia tercatat belajar di Australia pada 2023.
Malaysia menyusul di posisi kedua dengan 10.443 mahasiswa. Dengan demikian, Australia menampung 3.477 mahasiswa Indonesia lebih banyak dibandingkan Malaysia.
Amerika Serikat berada di posisi ketiga dengan sekitar 8.059 mahasiswa. Jepang, Turki, Inggris, dan Jerman juga menjadi sejumlah negara tujuan utama mahasiswa Indonesia.
Sepuluh negara tersebut menampung sekitar 53.250 mahasiswa Indonesia atau 75,9 persen dari total mahasiswa Indonesia di luar negeri.
Artinya, sekitar tiga dari setiap empat mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri terkonsentrasi di sepuluh negara tersebut.
Australia dan Malaysia saja menampung 24.363 mahasiswa atau sekitar 34,7 persen dari total. Meski demikian, tujuan mahasiswa Indonesia tetap tersebar di Asia, Eropa, Amerika Utara, dan Oseania.
Australia Unggul Cukup Jauh atas Malaysia
Jumlah mahasiswa Indonesia di Australia meningkat dari 11.516 orang pada 2022 menjadi 13.920 orang pada 2023. Kenaikannya mencapai 20,9 persen dalam setahun.
Pada periode yang sama, jumlah mahasiswa Indonesia di Malaysia naik dari 9.862 orang menjadi 10.443 orang atau sekitar 5,9 persen.
Pertumbuhan yang lebih cepat membuat jarak antara Australia dan Malaysia melebar. Jumlah mahasiswa Indonesia di Australia pada 2023 sekitar 33,3 persen lebih banyak dibandingkan Malaysia.
Data parsial 2024 juga masih menempatkan Australia di atas Malaysia. UIS mencatat 17.929 mahasiswa Indonesia di Australia dan 11.071 orang di Malaysia.
Namun, data 2024 tidak digunakan untuk menyusun peringkat karena sejumlah negara tujuan utama belum melaporkan angka untuk tahun yang sama.
Amerika Serikat Berada di Posisi Ketiga
Amerika Serikat menjadi negara tujuan terbesar ketiga dengan sekitar 8.059 mahasiswa Indonesia. Jumlah tersebut setara dengan 11,5 persen dari keseluruhan mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri.
Jepang berada di posisi keempat dengan 4.796 mahasiswa. Turki menyusul sangat dekat di urutan kelima dengan 4.662 mahasiswa atau hanya terpaut 134 orang dari Jepang.
Inggris menempati posisi keenam dengan 4.204 mahasiswa, sedangkan Jerman berada di urutan ketujuh dengan 2.951 mahasiswa. Kanada, Korea Selatan, dan Prancis melengkapi daftar sepuluh negara tujuan terbesar.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia tidak hanya terkonsentrasi di negara berbahasa Inggris. Jepang, Turki, Jerman, dan Korea Selatan juga menjadi tujuan dalam jumlah yang relatif besar.
Jumlah mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri pada 2023 sudah lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2000. Dalam kurun 23 tahun, jumlahnya meningkat sekitar 105,1 persen dari 34.216 menjadi 70.174 mahasiswa.
Pertumbuhan juga terlihat setelah pandemi Covid-19. Jumlah mahasiswa Indonesia di luar negeri hanya meningkat tipis dari 60.794 orang pada 2020 menjadi 60.814 orang pada 2021. Setelah itu, jumlahnya naik menjadi 64.915 orang pada 2022 dan menembus 70.000 orang pada 2023.
Mengapa Menggunakan Data 2023?
Basis data UIS edisi Februari 2026 telah menyediakan kolom data hingga 2025. Namun, tidak semua negara tujuan memperbarui data pada tahun referensi yang sama.
Data 2024 sudah tersedia untuk Australia, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya. Akan tetapi, angka untuk beberapa tujuan utama, termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris, belum tersedia untuk tahun yang sama.
Membandingkan angka terbaru dari setiap negara tanpa menyamakan tahun referensi berisiko menghasilkan urutan yang tidak sebanding.
Karena itu, 2023 digunakan sebagai tahun pembanding karena memiliki cakupan data yang relatif lengkap untuk negara-negara tujuan utama.
Sementara itu, total mahasiswa Indonesia di luar negeri menggunakan estimasi UIS agar mencakup mahasiswa yang belajar di negara yang belum memiliki rincian bilateral lengkap.
UIS mengumpulkan data pendidikan tinggi yang dapat dibandingkan secara internasional melalui survei pendidikan formal serta pengumpulan data bersama UNESCO, OECD, dan Eurostat. Data mahasiswa internasional juga diperinci berdasarkan negara asal dan jenis kelamin. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Negara mana yang paling banyak menjadi tujuan kuliah mahasiswa Indonesia?
Australia menjadi negara tujuan terbesar pada 2023 dengan 13.920 mahasiswa Indonesia. Malaysia berada di posisi kedua dengan 10.443 mahasiswa.
Berapa jumlah mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri?
UNESCO UIS memperkirakan terdapat 70.174 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi di luar negeri pada 2023.
Berapa jumlah mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat?
Sekitar 8.059 mahasiswa Indonesia tercatat menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat pada 2023. Jumlah tersebut menempatkan Amerika Serikat di posisi ketiga.
Mengapa menggunakan data 2023, bukan 2024 atau 2025?
Data 2024 dan 2025 belum tersedia secara merata untuk seluruh negara tujuan utama. Tahun 2023 digunakan agar perbandingan antarnegara memakai periode yang sama.
Apakah data ini menunjukkan kampus yang paling banyak dipilih?
Tidak. Data UIS menunjukkan negara tempat mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan tinggi, bukan universitas yang mereka pilih. Analisis pada tingkat kampus memerlukan data tambahan di tingkat institusi.
Baca: 10 Negara Favorit Tujuan Penerima LPDP 2025, Indonesia Teratas













