IPB University berada di peringkat ke-419 dunia dalam QS World University Rankings (WUR) 2027. Namun, ketika pemeringkatan dipersempit ke bidang Agriculture & Forestry, posisi IPB melonjak ke urutan ke-48 dunia dalam QS WUR by Subject 2026.
Artinya, terdapat jarak 371 peringkat antara posisi IPB sebagai institusi dan bidang ilmu terbaiknya. Agriculture & Forestry IPB bahkan menempati peringkat kedelapan di Asia serta posisi pertama di Asia Tenggara dan Indonesia.
Kondisi tersebut bukan anomali. Sejumlah kampus Indonesia yang belum masuk kelompok 300 besar dunia secara keseluruhan ternyata memiliki bidang ilmu yang berada di jajaran teratas global. Undip, misalnya, menempati peringkat ke-662 dunia, tetapi Petroleum Engineering berada di kelompok 151–175.
Perbedaan tersebut muncul karena QS WUR dan QS WUR by Subject menjawab dua pertanyaan yang berbeda. Peringkat universitas menilai kinerja institusi secara luas, sedangkan peringkat bidang melihat kekuatan akademik, reputasi di mata perusahaan, dampak riset, serta jejaring penelitian pada disiplin tertentu.
Undip Mencatat Jarak Paling Lebar
Di antara kampus yang dibandingkan, Undip memiliki selisih minimum terbesar. Posisi institusinya berada di peringkat ke-662 dunia, sedangkan Petroleum Engineering masuk kelompok 151–175. Jarak minimumnya mencapai 487 peringkat.
Bidang tersebut juga menjadi pendatang baru dalam QS WUR by Subject 2026. Secara keseluruhan, sepuluh bidang ilmu Undip masuk pemeringkatan dan lima di antaranya berada dalam kelompok 500 besar dunia.
Selain Petroleum Engineering, bidang unggulan Undip meliputi Law di peringkat 251–300 serta Chemical Engineering di kelompok 401–450.
Temuan ini menunjukkan bahwa posisi universitas secara keseluruhan tidak selalu menggambarkan kekuatan setiap disiplin di dalamnya. Kampus dapat tertinggal pada indikator institusional, tetapi tetap kompetitif pada bidang tertentu yang memiliki riset, reputasi, dan jejaring internasional kuat.
Baca: Jurusan Kuliah Paling Diminati di IPB pada SNBP 2025, Manajemen Teratas
IPB Menonjol karena Masuk 50 Besar Dunia
IPB bukan pemilik selisih terbesar, tetapi menjadi salah satu contoh paling mencolok. Agriculture & Forestry IPB berada tepat di posisi ke-48 dunia, bukan sekadar masuk kelompok 51–100.
IPB juga menjadi satu-satunya universitas Indonesia yang mempertahankan posisi 50 besar dunia pada bidang tersebut. Peringkatnya naik satu tingkat dari posisi ke-49 pada tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, Veterinary Science IPB masuk kelompok 51–100 dunia.
Spesialisasi IPB menjelaskan mengapa hasil per bidang dapat jauh lebih tinggi daripada peringkat institusinya. Kekuatan riset dan pendidikan yang terkonsentrasi pada pertanian, kehutanan, pangan, lingkungan, serta kedokteran hewan lebih terlihat ketika penilaian dilakukan pada disiplin yang spesifik.
UGM Memiliki Bidang dengan Peringkat Tertinggi
Jika hanya melihat peringkat bidang dalam tabel, UGM berada paling tinggi. Theology, Divinity & Religious Studies menempati urutan ke-45 dunia, naik dari kelompok 51–100 pada tahun sebelumnya.
Bidang tersebut juga menduduki posisi pertama di Indonesia. UGM mencatat skor kuat pada indikator sitasi per publikasi, H-index, reputasi akademik, dan reputasi perusahaan.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan global sebuah kampus tidak selalu berada pada bidang yang paling sering diasosiasikan publik dengannya.
ITB dan Unair Kuat pada Bidang Spesialis
ITB menempatkan Mineral & Mining Engineering serta Petroleum Engineering di kelompok 51–100 dunia. Keduanya menjadi bidang dengan posisi tertinggi ITB, sementara Architecture & Built Environment serta Art & Design berada di kelompok 101–150.
Pola serupa terlihat di Unair. Veterinary Science dan Dentistry sama-sama masuk kelompok 51–100 dunia. Sebanyak 20 bidang Unair tercatat dalam QS WUR by Subject 2026, dengan 16 bidang berada di kelompok 500 besar.
Sementara itu, bidang terbaik Unpad adalah Law pada kelompok 201–250. UI memiliki dua bidang di kelompok 51–100, yakni Anthropology serta Library & Information Management. UI juga mencatat peringkat ke-96 dunia pada Law and Legal Studies.
Mengapa Peringkat Kampus dan Bidang Bisa Jauh Berbeda?
QS WUR menilai universitas sebagai satu institusi. Penilaiannya mencakup reputasi akademik, reputasi perusahaan, dampak sitasi dibandingkan jumlah dosen, hasil kerja lulusan, rasio dosen dan mahasiswa, keterlibatan internasional, serta keberlanjutan.
Sebaliknya, QS WUR by Subject berfokus pada bidang tertentu. QS menggunakan lima indikator, yakni reputasi akademik, reputasi perusahaan, sitasi per publikasi, H-index, dan jejaring riset internasional. Bobot masing-masing indikator disesuaikan dengan karakter setiap disiplin.
Akibatnya, kampus dengan spesialisasi tertentu dapat terlihat jauh lebih kuat dalam pemeringkatan bidang.
Sebuah universitas mungkin belum unggul secara merata pada seluruh fakultas atau indikator institusional, tetapi dapat memiliki kelompok peneliti, publikasi, reputasi, dan hubungan industri yang sangat kuat pada satu disiplin.
Perlu dicatat bahwa edisi yang dibandingkan berbeda. QS WUR 2027 dirilis pada 2026, sedangkan QS WUR by Subject yang digunakan merupakan edisi 2026.
Perbandingan ini berguna untuk menunjukkan kontras antara posisi institusi dan bidang unggulannya, tetapi bukan ukuran resmi untuk menentukan kampus yang paling timpang atau paling baik.
Peringkat Mana yang Sebaiknya Dilihat Calon Mahasiswa?
Peringkat institusi berguna untuk melihat kekuatan ekosistem kampus secara keseluruhan. Namun, calon mahasiswa yang sudah mengetahui bidang incarannya juga dapat mempertimbangkan peringkat subjek karena hasilnya bisa memperlihatkan keunggulan yang tidak terlihat dari posisi universitas secara umum.
Meski demikian, QS WUR by Subject tidak sama dengan peringkat program studi tertentu di Indonesia.
Istilah subject merujuk pada bidang keilmuan dan dapat mencakup kontribusi beberapa program studi, departemen, atau fakultas. Karena itu, keputusan memilih kampus tetap perlu mempertimbangkan akreditasi program studi, kurikulum, dosen, fasilitas, biaya, lokasi, serta prospek lulusan. (RK/D-1)
Baca: 10 Kampus Asia Tenggara dengan Rasio Dosen-Mahasiswa Terbaik Versi QS 2027, IPB Ungguli NTU
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa IPB berada di peringkat 419 dunia, tetapi bidangnya masuk 50 besar?
QS WUR menilai universitas secara keseluruhan, sedangkan QS WUR by Subject menilai kekuatan pada disiplin tertentu. IPB memiliki konsentrasi riset dan reputasi yang kuat pada Agriculture & Forestry sehingga bidang tersebut berada di posisi ke-48 dunia.
Bidang kampus Indonesia mana yang memiliki peringkat tertinggi dalam perbandingan ini?
Theology, Divinity & Religious Studies UGM berada di posisi ke-45 dunia. Agriculture & Forestry IPB menyusul di posisi ke-48.
Kampus mana yang memiliki selisih peringkat terbesar?
Undip mencatat selisih minimum 487 peringkat. Posisi institusinya berada di peringkat ke-662 dalam QS WUR 2027, sedangkan Petroleum Engineering berada di kelompok 151–175 pada QS WUR by Subject 2026. Angka itu merupakan hasil olahan dari dua pemeringkatan berbeda dan bukan indikator resmi QS.
Apakah peringkat bidang sama dengan kualitas satu program studi?
Tidak selalu. QS menilai bidang keilmuan pada tingkat universitas. Hasilnya tidak otomatis menggambarkan seluruh aspek satu program studi sehingga perlu dilengkapi dengan data akreditasi, kurikulum, fasilitas, biaya, dan capaian lulusan.
Baca: 9 Universitas Jurusan Pertanian dan Kehutanan Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, IPB Nomor 1













