Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Daftar Negara ASEAN dengan Kualitas Pendidikan Terbaik Versi PISA 2025, RI Nomor 6

Hasil PISA 2025 yang dirilis OECD menempatkan Indonesia di urutan keenam dari delapan negara ASEAN peserta. Singapura berada di posisi teratas.

by Raka Maheswara
11 September 2026
in Humaniora
Daftar Negara ASEAN dengan Kualitas Pendidikan Terbaik Versi PISA 2025, RI Nomor 6

Hasil PISA 2025 yang dirilis OECD menempatkan Indonesia di urutan keenam dari delapan negara ASEAN peserta. (Sumber: Adhyatnika geusan ulun/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0)

Share on FacebookShare on Twitter

Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD merilis hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 pada 8 September 2026. Berdasarkan rata-rata skor sains, matematika, dan membaca, Singapura menjadi negara ASEAN dengan capaian tertinggi, sedangkan Indonesia berada di urutan keenam.

Perbandingan ini mencakup delapan negara ASEAN yang berpartisipasi dalam PISA 2025, yakni Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Kamboja. Laos, Myanmar, serta Timor-Leste tidak tercantum dalam daftar 91 negara dan perekonomian peserta PISA 2025.

READ ALSO

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

Negara ASEAN Mana yang Memiliki Skor PISA Tertinggi?

Singapura menempati posisi teratas dengan rata-rata 552,5 poin. Setelahnya terdapat Brunei Darussalam dengan 433,4 poin, Vietnam 430,7 poin, Thailand 410,3 poin, Malaysia 403,1 poin, Indonesia 372,6 poin, Filipina 370,3 poin, dan Kamboja 365 poin.

Urutan tersebut merupakan hasil pengolahan Dataloka terhadap data dasar PISA 2025 Results Volume I, khususnya skor sains, matematika, dan membaca. OECD menerbitkan skor setiap bidang secara terpisah dan tidak mengeluarkan satu skor gabungan untuk menentukan peringkat kualitas pendidikan.

Dataloka menghitung rata-rata sederhana dari tiga bidang tersebut sebagai indikator ringkas untuk membandingkan capaian belajar murid berusia 15 tahun. Karena itu, urutan ini bukan peringkat resmi yang diterbitkan OECD dan tidak menggambarkan seluruh aspek kualitas sistem pendidikan.

Singapura Unggul Jauh di Asia Tenggara

Singapura berada jauh di atas negara ASEAN lainnya. Negara tersebut memperoleh skor 560 dalam sains, 563 dalam matematika, dan 535 dalam membaca. Ketiga skor itu juga melampaui rata-rata OECD yang masing-masing sebesar 482, 463, dan 461 poin.

Rata-rata skor Singapura terpaut sekitar 119,1 poin dari Brunei Darussalam yang berada di posisi kedua. Dalam skala global, OECD juga menempatkan Singapura sebagai salah satu sistem pendidikan dengan kinerja tertinggi di ketiga bidang utama PISA 2025.

Brunei Mengungguli Vietnam

Brunei Darussalam berada di urutan kedua dengan rata-rata 433,4 poin. Skor sains negara tersebut mencapai 439, matematika 435, dan membaca 426.

Vietnam menyusul dengan rata-rata 430,7 poin. Meski skor sains dan matematikanya lebih tinggi daripada Brunei, yakni masing-masing 457 dan 443, skor membaca Vietnam hanya sebesar 392. Kondisi itu membuat rata-rata Vietnam berada sekitar 2,7 poin di bawah Brunei.

Thailand dan Malaysia Berada di Papan Tengah

Thailand menempati posisi keempat dengan rata-rata 410,3 poin. Skor tertingginya terdapat pada bidang sains sebesar 432, diikuti matematika 407 dan membaca 392.

Malaysia berada satu tingkat di bawah Thailand dengan rata-rata 403,1 poin. Negara tersebut memperoleh skor sains sebesar 419, matematika 397, dan membaca 393. Selisih rata-rata Malaysia dan Thailand mencapai sekitar 7,1 poin.

Indonesia Nomor 6, Matematika Menjadi Titik Terlemah

Indonesia berada di urutan keenam dengan rata-rata 372,6 poin. Skor sains Indonesia mencapai 389, sedangkan skor membaca dan matematika masing-masing sebesar 365 dan 364.

Jika dilihat berdasarkan bidang, Indonesia berada di urutan keenam di ASEAN dalam sains dan ketujuh dalam membaca. Pada bidang matematika, skor Indonesia menjadi yang terendah di antara delapan negara ASEAN peserta PISA 2025.

Rata-rata Indonesia terpaut sekitar 30,5 poin dari Malaysia yang menempati posisi kelima. Sebaliknya, jarak Indonesia dengan Filipina di urutan ketujuh hanya sekitar 2,3 poin.

Dibandingkan dengan PISA 2022, capaian Indonesia tidak bergerak seragam. Kemendikdasmen menyebut skor sains Indonesia meningkat dari 383 menjadi 389 dan skor membaca naik dari 359 menjadi 365. Namun, skor matematika turun dari 366 menjadi 364.

Filipina dan Kamboja Mulai Mengejar

Filipina menempati urutan ketujuh dengan rata-rata 370,3 poin. Skor matematika dan membaca Filipina, masing-masing sebesar 371 dan 367, sebenarnya lebih tinggi daripada Indonesia. Namun, skor sainsnya yang sebesar 373 membuat rata-rata Filipina masih berada di bawah Indonesia.

Kamboja berada di posisi kedelapan dengan rata-rata 365 poin. Negara tersebut memperoleh skor sains sebesar 382, matematika 366, dan membaca 347.

Meski berada di dua posisi terbawah, Filipina dan Kamboja menunjukkan peningkatan di ketiga bidang dibandingkan dengan PISA 2022. Kamboja mengalami kenaikan sekitar 35 poin dalam sains, 29 poin dalam matematika, dan 18 poin dalam membaca. Adapun, skor Filipina naik sekitar 17 poin dalam sains, 16 poin dalam matematika, dan 20 poin dalam membaca.

Apa yang Diukur dalam PISA 2025?

PISA mengukur kemampuan murid berusia sekitar 15 tahun dalam menggunakan pengetahuan untuk menghadapi persoalan kehidupan nyata. Penilaian ini tidak hanya menguji kemampuan mengingat materi pelajaran, tetapi juga menilai kemampuan bernalar, menafsirkan informasi, dan memecahkan masalah.

PISA 2025 diikuti lebih dari 760.000 murid dari 91 negara dan perekonomian. Mereka mewakili sekitar 33 juta penduduk berusia 15 tahun. Sains menjadi bidang utama pada siklus ini, disertai penilaian membaca, matematika, dan pemecahan masalah komputasional.

PISA 2025 atau PISA 2026?

Hasil terbaru yang diterbitkan OECD pada 2026 secara resmi bernama PISA 2025. Nama tersebut mengikuti tahun pelaksanaan asesmen, bukan tahun penerbitan hasilnya. Dengan demikian, penyebutan yang tepat adalah “hasil PISA 2025 yang dirilis pada 2026”, bukan PISA 2026.

Berdasarkan rata-rata sederhana tiga bidang utama, Indonesia menempati posisi keenam di ASEAN. Namun, jarak yang tipis dengan Filipina serta rendahnya skor matematika menunjukkan bahwa posisi tersebut masih rentan berubah pada siklus PISA berikutnya. (RK/D-1)

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Negara mana yang memiliki kualitas pendidikan terbaik di ASEAN?

Singapura menempati posisi teratas berdasarkan rata-rata skor sains, matematika, dan membaca dalam PISA 2025. Rata-ratanya mencapai 552,5 poin.

Indonesia peringkat berapa di ASEAN dalam PISA 2025?

Indonesia berada di urutan keenam dari delapan negara ASEAN peserta, dengan rata-rata 372,6 poin. Posisi tersebut merupakan hasil pengolahan Dataloka, bukan peringkat gabungan resmi OECD.

Berapa skor PISA 2025 Indonesia?

Indonesia memperoleh skor 389 dalam sains, 365 dalam membaca, dan 364 dalam matematika. Dibandingkan dengan PISA 2022, skor sains dan membaca meningkat, sedangkan matematika menurun.

Negara ASEAN apa saja yang mengikuti PISA 2025?

Delapan negara ASEAN yang mengikuti PISA 2025 ialah Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Kamboja.

Apa bidang yang paling lemah bagi Indonesia?

Matematika menjadi bidang dengan skor terendah bagi Indonesia, yakni 364 poin. Skor tersebut juga merupakan yang terendah di antara delapan negara ASEAN peserta PISA 2025.

Apakah OECD menerbitkan peringkat pendidikan ASEAN?

Tidak. OECD menerbitkan skor sains, matematika, dan membaca secara terpisah. Urutan dalam artikel ini dihitung Dataloka menggunakan rata-rata sederhana dari ketiga skor tersebut.

Mengapa disebut PISA 2025 meski hasilnya terbit pada 2026?

Nama PISA mengikuti tahun pelaksanaan asesmen. Pengujian berlangsung pada 2025, sedangkan hasilnya dirilis OECD pada 8 September 2026.

Baca: 10 SMA Berprestasi di Indonesia Berdasarkan Data SIMT, Jawa Tengah Mendominasi


    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    Source: OECD
    Tags: ASEANOECDPendidikanPISAPISA 2025

    Related Posts

    Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
    Humaniora

    Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

    9 October 2026
    Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
    Humaniora

    Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

    9 October 2026
    Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
    Humaniora

    Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

    9 October 2026
    Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
    Humaniora

    Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

    9 October 2026
    UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
    Humaniora

    UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

    9 October 2026
    Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
    Humaniora

    Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

    8 October 2026
    Next Post
    Cara Memilih 2 Mata Pelajaran TKA 2026 Sesuai Jurusan Kuliah yang Diinginkan

    Cara Memilih 2 Mata Pelajaran TKA 2026 Sesuai Jurusan Kuliah yang Diinginkan

    Leave a Reply Cancel reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
    Humaniora

    Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

    9 October 2026
    Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
    Humaniora

    Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

    9 October 2026
    Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
    Humaniora

    Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

    9 October 2026
    Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
    Humaniora

    Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

    9 October 2026
    UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
    Humaniora

    UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

    9 October 2026
    Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
    Humaniora

    Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

    8 October 2026

    Berlangganan Data Premium GRATIS

      Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

      • Tentang Kami
      • Hubungi Kami
      • Tim Kami
      • Iklan
      • Pedoman Pemberitaan
      • Karier

      © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

      Welcome Back!

      Login to your account below

      Forgotten Password?

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In

      Add New Playlist

      No Result
      View All Result
      • Berita
      • Ekonomi
      • Politik
      • Sports
      • Humaniora
      • Hiburan
      • Infografik

      © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.