Bidang kedokteran ternyata bukan jurusan kampus Indonesia dengan posisi tertinggi dalam QS World University Rankings by Subject 2026. Posisi teratas justru ditempati Theology, Divinity & Religious Studies di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
UIN Jakarta berada di peringkat ke-29 dunia untuk bidang tersebut. Universitas Gadjah Mada (UGM) juga mencatatkan posisi tinggi pada bidang yang sama, yakni urutan ke-45 dunia.
Setelah itu, terdapat Agriculture & Forestry di IPB University. Bidang pertanian dan kehutanan tersebut menempati peringkat ke-48 dunia, naik dari posisi ke-49 pada edisi sebelumnya.
QS WUR by Subject 2026 dirilis pada 25 Maret 2026. Pemeringkatan ini mengevaluasi lebih dari 21.000 program akademik di sekitar 1.900 perguruan tinggi yang tersebar di 100 negara.
Perlu diperhatikan bahwa istilah “jurusan” dalam artikel ini merujuk pada bidang ilmu atau subject yang diperingkat QS. Hasilnya tidak selalu sama dengan nama program studi maupun fakultas di setiap universitas Indonesia.
Bidang agama mengungguli kedokteran dan teknik
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa keunggulan global perguruan tinggi Indonesia tidak hanya bertumpu pada bidang kedokteran, teknik, atau bisnis. Studi agama justru menghasilkan dua capaian tertinggi, masing-masing melalui UIN Jakarta dan UGM.
Namun, posisi ke-29 UIN Jakarta tidak berarti kampus tersebut berada di atas UI, UGM, atau ITB dalam pemeringkatan universitas secara keseluruhan. Peringkat itu secara khusus menggambarkan kinerja UIN Jakarta pada Theology, Divinity & Religious Studies.
Pola lainnya menunjukkan spesialisasi yang berbeda antarkampus. IPB menonjol pada pertanian dan kedokteran hewan, sedangkan kekuatan ITB terlihat pada pertambangan dan perminyakan. UI memiliki cakupan bidang 100 besar yang lebih beragam, mulai dari ilmu sosial hingga kesehatan.
Kondisi itu menjelaskan mengapa peringkat universitas secara keseluruhan tidak selalu sejalan dengan hasil per bidang. Sebuah kampus yang tidak berada di posisi teratas nasional dapat memiliki satu disiplin ilmu yang lebih kompetitif di tingkat dunia.
Bagaimana QS menentukan peringkat jurusan?
QS menggunakan lima indikator dalam QS WUR by Subject. Kelimanya meliputi reputasi akademik, reputasi di kalangan pemberi kerja, sitasi per publikasi, indeks-H, dan jaringan riset internasional.
Bobot setiap indikator dapat berbeda menurut bidang ilmu. Pola publikasi dan sitasi dalam ilmu kedokteran, misalnya, tidak disamakan sepenuhnya dengan seni, humaniora, maupun ilmu sosial.
QS juga menetapkan ambang batas publikasi untuk setiap bidang. Oleh karena itu, tidak tercantumnya suatu universitas tidak otomatis menunjukkan bahwa program studinya berkualitas buruk atau tidak terakreditasi. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa jurusan kampus Indonesia dengan peringkat dunia tertinggi versi QS 2026?
Theology, Divinity & Religious Studies di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang berada di peringkat ke-29 dunia.
Apakah kedokteran menjadi jurusan Indonesia dengan posisi tertinggi?
Tidak. Tidak ada bidang Medicine dari kampus Indonesia yang mengungguli posisi Theology, Agriculture & Forestry, maupun sejumlah bidang dalam kelompok 100 besar dunia.
Apakah QS WUR by Subject sama dengan akreditasi program studi?
Tidak. QS merupakan pemeringkatan global berbasis reputasi dan riset, sedangkan akreditasi program studi Indonesia dilakukan oleh BAN-PT atau lembaga akreditasi mandiri.
Mengapa sebagian peringkat ditulis 51–100?
QS menempatkan sejumlah universitas dalam kelompok peringkat dan tidak memberikan nomor individual di dalam rentang tersebut. Semua kampus dalam kelompok itu tidak dapat diurutkan secara pasti hanya berdasarkan data yang dipublikasikan.
Baca: 9 Universitas Jurusan Pertanian dan Kehutanan Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, IPB Nomor 1













