Bina Nusantara University atau BINUS University berada di kelompok peringkat 901–950 dunia dalam QS World University Rankings (QS WUR) 2027. Posisi itu menjadikan BINUS sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia versi pemeringkatan tersebut.
BINUS juga berada lebih tinggi daripada enam perguruan tinggi negeri. Keenamnya adalah Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Pendidikan Indonesia.
UNS berada di kelompok peringkat 951–1.000 dunia, sedangkan USU menempati rentang 1.001–1.200. Empat PTN lainnya berada dalam kelompok peringkat 1.401+ berdasarkan tabel resmi QS WUR 2027.
Kendati demikian, kata “mengalahkan” dalam konteks ini hanya menunjukkan posisi keseluruhan yang lebih tinggi. Hal itu tidak berarti BINUS memperoleh skor lebih baik daripada keenam PTN tersebut pada setiap indikator.
Dosen internasional menjadi skor tertinggi BINUS
Rasio dosen internasional menjadi indikator dengan skor tertinggi bagi BINUS, yakni 60 poin. Indikator ini membandingkan jumlah staf akademik internasional dengan keseluruhan staf akademik.
Meski menjadi skor tertinggi, kontribusinya terhadap peringkat akhir hanya sebesar 5 persen. Karena itu, besarnya skor tidak dapat dipisahkan dari bobot setiap indikator.
Skor keberlanjutan BINUS berada di posisi berikutnya dengan 46,1 poin. Indikator tersebut melihat kontribusi universitas dalam aspek lingkungan, sosial, tata kelola, serta penelitian yang berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Kekuatan lainnya terlihat pada reputasi pemberi kerja. BINUS memperoleh skor 32,1 poin dalam indikator yang berbobot 15 persen tersebut. Indikator ini mengukur pandangan perusahaan dan organisasi perekrut mengenai perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan berkualitas.
Skor sitasi BINUS berada di urutan kedua nasional
BINUS hanya memperoleh skor 4,8 dalam indikator sitasi per dosen. Meski terlihat rendah, skor tersebut merupakan yang tertinggi kedua di Indonesia dalam QS WUR 2027.
BINUS hanya berada di bawah Institut Teknologi Bandung yang meraih skor 5,8. Adapun Universitas Indonesia menempati posisi ketiga nasional dengan skor 3,9.
Kondisi itu menunjukkan perbedaan antara perbandingan nasional dan global. Skor 4,8 cukup untuk membawa BINUS ke posisi kedua di Indonesia, tetapi seluruh kampus Indonesia masih berada di kelompok 801+ dunia untuk indikator sitasi per dosen.
BINUS tidak unggul dalam seluruh indikator
Posisi keseluruhan yang lebih tinggi tidak berarti BINUS menyapu bersih sembilan indikator. Beberapa PTN yang berada di bawahnya justru mempunyai keunggulan tertentu.
UNS, misalnya, memperoleh skor rasio mahasiswa internasional sebesar 14,2. Angka tersebut lebih tinggi daripada skor BINUS yang mencapai 8,5.
USU juga mengungguli BINUS dalam jaringan riset internasional. Profil QS USU mencatat skor 37,6, sedangkan BINUS memperoleh 15,3.
Peringkat akhir terbentuk dari gabungan seluruh indikator sesuai bobotnya. Dengan demikian, satu keunggulan tidak otomatis menghasilkan posisi keseluruhan yang lebih tinggi apabila skor pada indikator lain belum cukup kuat.
QS juga tidak menampilkan skor keseluruhan berupa angka untuk BINUS dan universitas yang berada dalam kelompok peringkat tersebut. Karena itu, data publik tidak dapat menunjukkan secara pasti berapa kontribusi setiap indikator terhadap selisih posisi BINUS dan keenam PTN.
Peringkat BINUS sebenarnya turun satu kelompok
Posisi BINUS pada QS WUR 2027 bukan hasil kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kampus tersebut berada di kelompok 851–900 pada edisi 2026, kemudian turun ke rentang 901–950 pada 2027.
Artinya, keunggulan BINUS atas enam PTN merupakan gambaran perbandingan pada edisi 2027, bukan bukti bahwa peringkatnya sedang meningkat.
Meski turun satu kelompok, BINUS tetap mempertahankan status sebagai perguruan tinggi swasta Indonesia dengan posisi tertinggi. Dalam keterangan resminya, BINUS menyatakan akan memperkuat visibilitas penelitian, pembelajaran yang terhubung dengan industri, kolaborasi internasional, dan pengakuan terhadap lulusan.
Bagaimana QS menentukan peringkat universitas?
Berdasarkan metodologi resmi QS, reputasi akademik mempunyai bobot terbesar sebesar 30 persen. Sitasi per dosen menyumbang 20 persen, sedangkan reputasi pemberi kerja sebesar 15 persen.
Rasio dosen dan mahasiswa memiliki bobot 10 persen. Lima indikator lainnya—hasil kerja lulusan, rasio dosen internasional, mahasiswa internasional, jaringan riset internasional, dan keberlanjutan—masing-masing berbobot 5 persen.
QS menerapkan komponen penilaian yang sama kepada perguruan tinggi negeri dan swasta. Status kepemilikan kampus tidak menjadi indikator tersendiri dalam penentuan peringkat. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa BINUS bisa mengalahkan enam PTN?
Gabungan skor sembilan indikator berbobot menempatkan BINUS di kelompok 901–950 dunia, lebih tinggi daripada enam PTN. QS tidak menyebutkan satu indikator tertentu sebagai penyebab tunggal.
Apakah BINUS unggul dalam seluruh indikator?
Tidak. UNS mempunyai skor rasio mahasiswa internasional lebih tinggi, sedangkan USU mengungguli BINUS dalam jaringan riset internasional.
Apakah peringkat BINUS naik pada QS WUR 2027?
Tidak. BINUS turun dari kelompok 851–900 pada 2026 menjadi 901–950 pada 2027.
Berapa skor keseluruhan BINUS?
QS tidak menampilkan skor keseluruhan berupa angka untuk BINUS. Kampus tersebut ditempatkan dalam kelompok peringkat 901–950 dunia.
Baca: 3 Universitas Swasta yang Mengalahkan Kampus Negeri dalam QS WUR 2027, BINUS Unggul atas 6 PTN













