National University of Singapore (NUS) menjadi universitas terbaik di Asia Tenggara untuk bidang Fisika dan Astronomi berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2026. NUS berada di peringkat ke-11 dunia.
Nanyang Technological University (NTU) menyusul di posisi kedua kawasan dan ke-17 dunia. Dengan demikian, Singapura menempatkan dua universitasnya dalam kelompok 20 besar global.
Malaysia memiliki wakil terbanyak dalam daftar 10 besar Asia Tenggara. Lima perguruan tinggi asal negara tersebut masuk daftar, dipimpin Universiti Malaya di peringkat ke-145 dunia.
Indonesia juga menempatkan dua universitas, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI). Keduanya berada dalam kelompok peringkat 401–450 dunia.
NUS dan NTU berada di kelas tersendiri
Jarak antara dua kampus Singapura dan universitas lain di Asia Tenggara terlihat cukup lebar. NUS dan NTU sudah berada dalam 20 besar dunia, sedangkan Universiti Malaya sebagai kampus terbaik ketiga kawasan menempati posisi ke-145.
Posisi tersebut memperlihatkan kuatnya ekosistem riset sains dasar di Singapura. Selain kegiatan pendidikan, pemeringkatan Fisika dan Astronomi juga memberi perhatian besar pada reputasi akademik, dampak publikasi, serta jejaring penelitian internasional.
Keunggulan NUS dan NTU karena itu tidak hanya menggambarkan posisi program sarjananya. QS menilai keseluruhan kekuatan institusi yang berkaitan dengan fisika, mulai dari pengajaran, peneliti, publikasi, hingga pengakuan akademik dan industri.
Lima universitas Malaysia masuk daftar
Di bawah dua kampus Singapura, Malaysia menunjukkan kedalaman yang lebih merata. Universiti Malaya menjadi satu-satunya wakil negara tersebut yang memperoleh nomor peringkat pasti, yakni ke-145 dunia.
Empat universitas Malaysia lainnya tersebar dalam tiga kelompok. UKM berada pada rentang 201–250, sementara UTM menempati kelompok 251–300 dunia.
UPM dan USM kemudian berada pada kelompok 301–350 bersama Chulalongkorn University. Komposisi ini membuat Malaysia menyumbang separuh dari seluruh universitas dalam daftar 10 besar Asia Tenggara.
ITB dan UI mewakili Indonesia
ITB dan UI sama-sama menempati kelompok 401–450 dunia. Karena berada dalam rentang yang sama, keduanya berbagi posisi kesembilan di tingkat Asia Tenggara.
Bagi ITB, bidang Fisika dan Astronomi berkaitan erat dengan ekosistem pendidikan serta penelitian di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Bidang yang dinilai QS juga lebih luas daripada nama program studi Fisika semata.
Cakupannya meliputi fisika teoretis, fisika terapan, astrofisika, astronomi, fisika nuklir dan partikel, optik dan fotonik, fisika kuantum, serta ilmu antariksa. Oleh sebab itu, posisi universitas dapat dipengaruhi kontribusi sejumlah departemen dan kelompok penelitian sekaligus.
Bagaimana QS menilai bidang Fisika dan Astronomi?
QS menggunakan lima indikator untuk menentukan peringkat Physics and Astronomy. Bobot terbesar berasal dari reputasi akademik sebesar 40 persen.
Reputasi di kalangan pemberi kerja memiliki bobot 20 persen. Sementara itu, sitasi per artikel dan H-index masing-masing berbobot 15 persen.
Sebanyak 10 persen sisanya berasal dari International Research Network. Indikator tersebut menilai keberagaman dan kesinambungan kerja sama penelitian sebuah universitas dengan mitra dari berbagai negara.
Komposisi itu membuat hasil QS tidak hanya dipengaruhi banyaknya publikasi. Pengakuan akademisi, pandangan perusahaan terhadap lulusan, dampak penelitian, dan jaringan kolaborasi global turut menentukan posisi akhir.
Peringkat bukan satu-satunya pertimbangan
Calon mahasiswa tetap perlu melihat isi kurikulum sebelum memilih kampus. Program yang sama-sama bernama Fisika dapat menawarkan konsentrasi berbeda, seperti fisika material, instrumentasi, komputasi, energi, medis, partikel, atau astrofisika.
Ketersediaan laboratorium, kesempatan mengikuti penelitian, mata kuliah pilihan, biaya pendidikan, bahasa pengantar, dan bidang keahlian dosen juga layak diperiksa.
Terlebih, QS menilai kekuatan bidang ilmu pada tingkat institusi. Peringkat tersebut bukan penilaian terpisah terhadap setiap program sarjana, kelas, atau konsentrasi yang tersedia. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa universitas jurusan fisika terbaik di Asia Tenggara?
National University of Singapore menjadi yang terbaik di Asia Tenggara dan berada di peringkat ke-11 dunia versi QS 2026.
Kampus Indonesia mana yang masuk daftar?
ITB dan UI masuk 10 besar Asia Tenggara. Keduanya berada dalam kelompok peringkat 401–450 dunia.
Mengapa beberapa universitas memiliki peringkat yang sama?
QS mengelompokkan universitas di luar posisi tertentu ke dalam rentang peringkat. Urutan individual di dalam rentang tersebut tidak dipublikasikan.
Apakah QS hanya menilai program studi Fisika?
Tidak. Kategori Physics and Astronomy juga mencakup astronomi, astrofisika, fisika terapan, fisika teoretis, fisika kuantum, optik, serta sejumlah bidang terkait.
Baca: 10 Universitas Jurusan Ilmu Komputer Terbaik di Asia Tenggara Versi QS 2026, NUS Teratas













