Memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi sebagian besar wilayah Indonesia. Laporan karhutla dalam beberapa hari terakhir tercatat di berbagai daerah, mulai Kalimantan, Sumatra, hingga kawasan Taman Nasional Way Kambas di Lampung.
Data terbaru Kementerian Kehutanan menunjukkan total luas karhutla di seluruh Indonesia pada semester I 2026 telah mencapai angka yang mengkhawatirkan, yaitu 202.004,33 hektare. Dari jumlah total itu, terdapat sejumlah kabupaten yang menjadi episentrum atau mengalami luasan karhutla terbesar.
Di puncak daftar ini, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, mencatat luasan karhutla paling besar, mencapai 25.035,87 hektare. Angka ini setara dengan sekitar 12,4% dari total luasan karhutla di seluruh Indonesia.
Mengikuti di posisi kedua, Kabupaten Ketapang di Kalimantan Barat melaporkan luasan karhutla sebesar 12.443,79 hektare. Tak jauh berbeda, Kabupaten Kubu Raya yang juga berlokasi di Kalimantan Barat, berada di peringkat ketiga dengan luasan 8.614,31 hektare.
Kedua kabupaten ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam upaya penguatan penanganan karhutla, mengingat Kalimantan Barat sebelumnya telah diidentifikasi sebagai salah satu wilayah dengan penurunan hotspot yang cukup baik.
Perluasan dampak karhutla juga meluas ke wilayah lain. Kabupaten Bima di Nusa Tenggara Barat tercatat menempati peringkat keempat dengan luasan karhutla mencapai 8.578,58 hektare. Sementara itu, di Pulau Sumatra, Kabupaten Bengkalis di Riau menyusul di peringkat kelima, dengan karhutla yang tercatat sebesar 8.316 hektare.
Nusa Tenggara Timur turut menjadi sorotan dengan adanya dua kabupaten yang masuk dalam daftar 10 besar. Kabupaten Sumba Timur mencatat luasan karhutla sebesar 7.533,18 hektare, dan tidak jauh di belakangnya, Kabupaten Sumba Tengah melaporkan luasan 7.308,49 hektare.
Kembali ke Kalimantan Barat, Kabupaten Mempawah kembali menambah deretan wilayah terdampak di provinsi tersebut dengan luasan 6.144,98 hektare. Dua kabupaten terakhir yang melengkapi daftar 10 besar adalah Kabupaten Situbondo di Jawa Timur, dengan luas karhutla 5.363,73 hektare serta Kabupaten Buru di Maluku, dengan karhutla sebesar 4.978,01 hektare.
Besarnya luasan karhutla pada tahun ini terjadi di tengah kondisi iklim yang menjadi perhatian serius pemerintah. Fenomena El Nino yang kuat telah berlangsung sejak Juli 2026, diperkirakan akan memperparah kondisi kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Dalam upaya penanganan yang lebih intensif, Kementerian Kehutanan pada 21 Agustus 2026 telah mengerahkan 12.880 personel gabungan untuk menangani karhutla di wilayah Kalimantan. Pasukan ini terdiri atas berbagai unsur, termasuk Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, relawan, serta elemen terkait lainnya. (RK/D-1)
Baca: Luas Karhutla 2026 Melonjak 366 Persen, Puncak Kemarau Belum Usai













