Nama terpopuler di Indonesia 2025 menunjukkan pola yang menarik jika dilihat berdasarkan wilayah. Berdasarkan data Dukcapil Kemendagri, sejumlah nama muncul dominan di berbagai pulau di Indonesia, dengan perbedaan karakteristik yang mencerminkan latar budaya dan sosial masing-masing daerah.
Secara umum, nama Nurhayati menjadi salah satu yang paling banyak digunakan di berbagai pulau. Di Sumatera, misalnya, jumlah pemilik nama Nurhayati mencapai 84.350 orang, jauh melampaui nama lain seperti Junaidi yang tercatat sebanyak 45.217 orang.
Dominasi serupa juga terlihat di Kalimantan dan Sulawesi. Di Kalimantan, nama Nurhayati tercatat sebanyak 14.413 orang, lebih tinggi dibandingkan Junaidi sebanyak 12.969 orang. Sementara itu di Sulawesi, Nurhayati mencapai 23.879 orang, melampaui Sudirman yang berjumlah 19.356 orang.
Di wilayah timur Indonesia, pola yang sama masih terlihat meskipun dalam skala yang lebih kecil. Di Maluku, Nurhayati tercatat sebanyak 447 orang, lebih tinggi dibanding Rahman yang berjumlah 285 orang. Begitu pula di Papua, nama Nurhayati mencapai 1.121 orang, mengungguli Ismail yang berjumlah 702 orang.
Sementara itu, di Pulau Jawa, nama yang paling banyak digunakan berbeda dibanding wilayah lain. Nama Sulastri tercatat sebanyak 13.708 orang, lebih tinggi dibanding Sutrisno yang berjumlah 10.393 orang. Hal ini menunjukkan adanya preferensi nama yang lebih khas Jawa.
Di Bali, nama dengan unsur budaya lokal lebih dominan. Nama Ni Nyoman Sari tercatat sebanyak 1.522 orang, sedikit lebih tinggi dibanding I Wayan Sudana yang berjumlah 1.245 orang. Pola ini mencerminkan kuatnya tradisi penamaan berbasis adat Bali.
Adapun di wilayah Nusa Tenggara, nama Nurhayati kembali mendominasi dengan jumlah 14.330 orang. Nama ini melampaui nama Ahmad yang tercatat sebanyak 8.642 orang.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat variasi nama di tiap pulau, beberapa nama seperti Nurhayati memiliki persebaran yang luas dan konsisten. Temuan ini menegaskan bahwa faktor budaya, agama, dan tradisi lokal masih menjadi penentu utama dalam pemberian nama di Indonesia. (RK/D-1)
(Baca: Jumlah Penduduk Indonesia Berdasarkan Agama Semester II 2025, Mayoritas Islam)













