Jumlah SPPG di Indonesia 30 Januari 2026 tercatat mencapai 21.711 unit. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional pada Jumat (30/1), seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut melayani pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Tanah Air.
Jumlah tersebut bertambah 2.523 unit dibandingkan posisi per Desember 2025 yang sebanyak 19.188 unit. Jika ditarik lebih jauh, peningkatan yang terjadi juga sangat pesat dibandingkan awal 2025, ketika jumlah SPPG baru mencapai 244 unit.
Dilihat secara bulanan, penambahan SPPG berlangsung konsisten sepanjang 2025 hingga memasuki Januari 2026. Namun, laju pertumbuhannya tidak merata. Penambahan SPPG terbanyak tercatat pada September 2025, sedangkan penambahan paling sedikit terjadi pada April 2025.
Pada September 2025, jumlah SPPG meningkat 3.792 unit dari bulan sebelumnya. Angka tersebut naik dari 5.225 unit pada Agustus 2025 menjadi 9.017 unit. Sebaliknya, pada April 2025, penambahan SPPG hanya mencapai 167 unit, dari 900 unit pada Maret 2025 menjadi 1.067 unit.
Secara rinci, perkembangan jumlah SPPG sepanjang periode tersebut dimulai dari 244 unit pada Januari 2025. Jumlahnya kemudian meningkat menjadi 719 unit pada Februari 2025 dan bertambah menjadi 900 unit pada Maret 2025.
Pada April 2025, jumlah SPPG tercatat 1.067 unit, lalu naik menjadi 1.557 unit pada Mei 2025 dan 1.807 unit pada Juni 2025. Peningkatan berlanjut pada Juli 2025 dengan 2.363 unit, sebelum melonjak pada Agustus 2025 menjadi 5.225 unit dan mencapai 9.017 unit pada September 2025.
Selanjutnya, jumlah SPPG bertambah menjadi 13.004 unit pada Oktober 2025, 15.631 unit pada November 2025, dan 19.188 unit pada Desember 2025. Hingga 30 Januari 2026, jumlahnya mencapai 21.711 unit.
Jumlah SDM SPPG di Indonesia hingga 20 Januari 2026
Selain pertumbuhan unit layanan, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi bagian dari penguatan SPPG. Berdasarkan paparan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI pada Selasa (20/1), hingga 20 Januari 2026 terdapat 73.207 SDM yang terlibat di SPPG.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 32.712 orang merupakan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Selain itu, terdapat 20.310 akuntan dan 20.185 ahli gizi yang tersebar di seluruh unit SPPG di Indonesia.
Di luar SDM inti, pelaksanaan program juga didukung oleh relawan dalam jumlah besar. Tercatat sebanyak 825.936 relawan SPPG yang berperan sebagai kepala juru masak, juru masak, petugas pemorsian, petugas persiapan, pencuci foodtray, pengemudi, kepala lapangan, petugas keamanan, serta petugas kebersihan yang mendukung operasional harian SPPG di berbagai daerah. (RK/D-1)
(Baca: Jumlah Korban Keracunan MBG 2025 Capai 15.117 Anak, Jawa Barat Paling Banyak)













