Timbulan sampah Tangerang Selatan 2024 tercatat mencapai 414.750 ton sepanjang tahun. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam 5 tahun terakhir dan menegaskan tren peningkatan volume sampah di kota penyangga Jakarta tersebut.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, rata-rata timbulan sampah harian pada 2024 mencapai 1.136,30 ton. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 1.011 ton per hari.
Dalam kurun lima tahun terakhir, timbulan sampah di Tangerang Selatan mengalami fluktuasi dengan kecenderungan naik. Pada 2020, volume sampah tahunan tercatat sebesar 390.753,87 ton, dengan rata-rata harian 1.070 ton.
Memasuki 2021, terjadi penurunan cukup tajam. Timbulan sampah harian turun menjadi 799 ton, dengan total tahunan 291.659,27 ton. Penurunan ini antara lain dipengaruhi pembatasan aktivitas masyarakat selama pandemi.
Namun, sejak 2022 tren kembali berbalik naik. Timbulan sampah harian meningkat menjadi 972 ton dengan total tahunan 355.009,43 ton. Kenaikan berlanjut pada 2023, ketika volume sampah mencapai 369.177,50 ton per tahun atau sekitar 1.011 ton per hari.
Puncaknya terjadi pada 2024, saat timbulan sampah harian menembus 1.136,30 ton dan secara akumulatif mencapai 414.750 ton dalam setahun.
Sehubungan dengan itu, beberapa waktu lalu, tumpukan sampah banyak dijumpai di sudut Kota Tangerang Selatan. Banyak warga setempat yang mengeluhkan banyaknya tumpukan sampah di Kota Anggrek tersebut.
Pemerintah pusat akhirnya turun tangan menangani krisis sampah di kota tersebut. Kementerian Lingkungan Hidup kembali mengizinkan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang sejatinya masih dijatuhi sanksi hingga Juni 2026. (RK/D-1)
(Baca: Jumlah Bank Sampah di Indonesia 2024 Capai 20.587 Unit)













