Laporan World Risk Report 2025 menempatkan Myanmar sebagai negara paling berisiko banjir di dunia 2025. Dalam laporan yang dirilis Bündnis Entwicklung Hilft bersama Ruhr University Bochum tersebut, Myanmar memperoleh skor risiko banjir sebesar 63,37 poin dan masuk kategori very high atau sangat tinggi.
Posisi kedua ditempati Bangladesh dengan skor 55,29 poin, disusul oleh Pakistan yang memperoleh skor 55,03 poin. India berada di peringkat keempat dengan skor 54,73 poin.
Irak menyusul di urutan kelima dengan skor 54,14 poin. Dua negara Afrika, Somalia dan Mesir, juga masuk dalam daftar 10 besar negara paling berisiko banjir. Somalia mengantongi skor 52,11 poin, sedangkan Mesir memperoleh 51,49 poin. Lalu, Mozambik berada di posisi kedelapan dengan skor 50,83 poin.
Selanjutnya, Filipina dan Sudan berbagi skor yang sama, masing-masing 50,05 poin, dan melengkapi daftar 10 besar negara paling berisiko banjir di dunia pada 2025.
Sementara itu, Indonesia berada tepat di luar 10 besar, yakni di peringkat ke-11 dengan skor 47,82 poin. Meski tidak masuk 10 besar, skor tersebut tetap menempatkan Indonesia dalam kategori risiko banjir very high, yang menandakan tingkat ancaman yang masih sangat besar.
Sebagai catatan, World Risk Report 2025 membagi risiko bencana ke dalam lima kategori. Skor 0,00–0,41 poin termasuk very low atau sangat rendah. Rentang 2,42–4,23 poin masuk kategori low (rendah), sedangkan skor 4,24–15,81 poin berada di tingkat medium. Risiko dinilai tinggi pada skor 15,82–31,61 poin. Adapun skor di atas 31,62 hingga 100,00 poin digolongkan very high, yaitu kelompok negara dengan risiko bencana terbesar. (RK/D-1)
(Baca: Estimasi Kerugian Bencana Sumatra per 11 Desember 2025 Tembus Rp38,48 Triliun)













