Jumlah kebakaran di Jakarta pada 2024 mencapai 1.969 kejadian. Angka itu menunjukkan penurunan 13,87% dari tahun sebelumnya yang mencatat 2.286 kasus. Penurunan ini melanjutkan tren fluktuatif sejak 2021 ketika insiden kebakaran terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada 2023.
Berdasarkan jenis objek yang terbakar, bangunan perumahan masih mendominasi dengan 566 kejadian atau 28,75% dari total insiden. Instalasi luar gedung menyusul dengan 528 kebakaran atau 26,82%. Sementara itu, bangunan umum dan perdagangan mencatat 336 kejadian.
Objek lain seperti sampah (191 kejadian), kendaraan (123 kejadian), tumbuhan (89 kejadian), serta kategori lainnya (82 kejadian) melengkapi distribusi insiden kebakaran di DKI Jakarta. Adapun lapak mencatat 35 kejadian, sementara bangunan industri menjadi kategori dengan insiden terendah sebanyak 19 kejadian.
Pada tingkat wilayah, Jakarta Selatan menjadi kawasan dengan kebakaran terbanyak, yakni 516 kejadian. Jakarta Barat mencatat 482 insiden, diikuti Jakarta Timur dengan 443 kasus. Di sisi lain, Jakarta Utara mencatat 279 kejadian dan Jakarta Pusat menjadi yang paling rendah dengan 249 insiden.
Di tengah penurunan jumlah kebakaran di Jakarta, insiden yang terjadi di Gedung Kantor Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, pada Selasa (9/12) kembali menyoroti tingginya risiko kebakaran bangunan di ibu kota.
Kebakaran tersebut mulai terdeteksi pada pukul 12.43 WIB. Tim Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta kemudian bergerak menuju lokasi dan memulai proses pemadaman sekitar pukul 12.50 WIB. Api berhasil dipadamkan pada pukul 14.10 WIB, disusul tahap pendinginan.
Hingga pukul 17.00 WIB, Polres Metro Jakarta Pusat mengonfirmasi adanya 22 korban meninggal akibat insiden tersebut. Peristiwa ini menegaskan bahwa meskipun jumlah kebakaran di Jakarta secara keseluruhan menurun, kerentanan bangunan—terutama gedung perkantoran dan fasilitas umum—masih memerlukan kewaspadaan dan mitigasi yang kuat. (RK/D-1)













