Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Dampak Fatherless pada Anak, Tidak Percaya Diri hingga Emosi Tak Stabil

Hasil survei Litbang Kompas Juli-Agustus 2025 mengungkap berbagai dampak fatherless pada anak, mulai dari tidak percaya diri hingga gangguan perilaku dan krisis identitas.

by Raka Maheswara
24 November 2025
in Humaniora
Dampak Fatherless pada Anak Tidak Percaya Diri hingga Emosi Tak Stabil

Litbang Kompas mencatat dampak fatherless pada anak paling banyak berupa rasa tidak percaya diri dan ketidakstabilan emosi. (Sumber: Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter

Hasil survei Litbang Kompas 2025 menunjukkan bahwa dampak fatherless pada anak dapat muncul dalam berbagai bentuk, baik secara emosional, sosial, maupun perilaku. Survei ini melibatkan 16 psikolog klinis dari 16 kota di Indonesia, di antaranya Padang, Pekanbaru, Bengkulu, dan Jakarta.

Dari hasil survei tersebut, sebanyak sembilan psikolog klinis menyebutkan bahwa anak yang mengalami fatherless cenderung tidak percaya diri. Jumlah yang sama juga mengaitkan kondisi tersebut dengan emosi dan mental yang tidak stabil.

READ ALSO

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

Selain itu, tujuh psikolog menyebut kenakalan remaja sebagai dampak yang cukup sering ditemui. Fenomena ini diikuti oleh pergaulan bebas dan kesulitan dalam berinteraksi sosial, masing-masing disebut oleh lima responden. Beberapa psikolog juga mengamati adanya gangguan perilaku seksual dan rendahnya motivasi akademik, yang masing-masing diungkapkan oleh empat psikolog.

Dampak lain yang cukup signifikan meliputi perilaku berisiko, krisis identitas, dan relasi sosial yang tidak sehat. Beberapa anak bahkan menunjukkan tanda-tanda gangguan adiksi, rasa kesepian, hingga merasa tidak aman. Sementara itu, sembilan psikolog menyoroti dampak lain seperti kecenderungan menjadi people pleaser atau memilih hidup childfree di masa dewasa.

Survei Litbang Kompas yang dilakukan pada Juli-Agustus 2025 ini menegaskan bahwa dampak fatherless pada anak tidak hanya berpengaruh pada masa kecil, tetapi juga dapat membentuk kepribadian dan pola hubungan di masa depan. Kehadiran figur ayah terbukti berperan penting dalam membentuk stabilitas emosional, rasa aman, serta kemampuan anak dalam bersosialisasi dan mengambil keputusan dengan matang. (RK/D-1)

(Baca: Jumlah Anak Fatherless di Indonesia 2024 Capai 15,9 Juta, Didominasi Provinsi di Pulau Jawa)

Source: Litbang Kompas

Related Posts

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026
Next Post
Hasil Pemilu New York 2025 Zohran Mamdani Unggul dengan 50,39% Suara

Hasil Sementara Pemilu New York 2025: Zohran Mamdani Unggul dengan 50,39% Suara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.