Dataloka.id – Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan masyarakat berusia 18–25 tahun mencapai 95,69%, sedangkan indeks literasinya sebesar 73,32%.
Selisih kedua indeks itu mencapai 22,37 poin persentase. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan layanan keuangan lebih luas daripada tingkat literasi yang diukur dalam survei. Namun, angka itu tidak berarti 22,37% anak muda menggunakan layanan keuangan tanpa pemahaman.
Literasi dan Inklusi Keuangan Menurut Kelompok Usia pada 2026
Melansir siaran pers bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok usia 26–35 tahun memiliki indeks literasi dan inklusi keuangan tertinggi. Indeks literasinya mencapai 78,70%, sementara indeks inklusinya sebesar 96,27%.
| Kelompok usia | Literasi | Inklusi |
|---|---|---|
| 15–17 tahun | 56,04% | 89,13% |
| 18–25 tahun | 73,32% | 95,69% |
| 26–35 tahun | 78,70% | 96,27% |
| 36–50 tahun | 73,81% | 94,76% |
| 51–79 tahun | 60,01% | 90,51% |
Sumber: OJK, LPS, dan BPS, SNLIK 2026.
Pada kelompok usia 15–17 tahun, kesenjangan antara inklusi dan literasi mencapai 33,09 poin persentase, paling besar di antara lima kelompok usia. Sebaliknya, usia 26–35 tahun memiliki selisih paling kecil, yakni 17,57 poin persentase.
Kelompok usia 18–25 tahun berada di antara kedua kondisi tersebut. Indeks inklusinya hanya 0,58 poin persentase di bawah kelompok usia 26–35 tahun, tetapi indeks literasinya tertinggal 5,38 poin persentase.
Literasi Nasional Meningkat, tetapi Belum Menyamai Inklusi
Secara nasional, indeks literasi keuangan meningkat dari 66,64% pada 2025 menjadi 69,57% pada 2026, atau bertambah 2,93 poin persentase. Pada periode yang sama, indeks inklusi keuangan bergerak dari 92,74% menjadi 93,61%, naik 0,87 poin persentase.
| Indikator | 2025 | 2026 |
|---|---|---|
| Indeks literasi keuangan | 66,64% | 69,57% |
| Indeks inklusi keuangan | 92,74% | 93,61% |
| Selisih inklusi terhadap literasi | 26,10 poin | 24,04 poin |
Sumber: OJK, SNLIK 2025 dan SNLIK 2026; selisih diolah Dataloka.id.
Kenaikan indeks literasi yang lebih besar daripada inklusi membuat kesenjangan kedua ukuran mengecil secara nasional. Namun, perlu diperhatikan bahwa SNLIK 2026 memperluas cakupan menjadi 75.000 responden di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, dibandingkan 10.800 responden dalam survei 2025.
Survei 2026 dilakukan pada 26 Januari–18 Februari melalui wawancara tatap muka kepada penduduk berusia 15–79 tahun. OJK mengukur literasi berdasarkan pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku, sedangkan inklusi didasarkan pada penggunaan produk dan layanan jasa keuangan. (ELS/D-1)
Baca: Jurusan Bisnis Mana yang Paling Dilirik Perusahaan: Manajemen, Akuntansi, Ekonomi, atau Keuangan?













