Ekonomi
Home / Ekonomi / Data Inklusi Keuangan Anak Muda Indonesia 2026, Usia 18–25 Tahun Capai 95,69%

Data Inklusi Keuangan Anak Muda Indonesia 2026, Usia 18–25 Tahun Capai 95,69%

BI Perkuat Literasi Anak Muda, Inklusi Keuangan Usia 18–25 Tahun Capai 95,69%
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan masyarakat berusia 18–25 tahun mencapai 95,69%, sedangkan indeks literasinya sebesar 73,32%. (Sumber: Magnific/Jcomp)

Dataloka.id – Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan masyarakat berusia 18–25 tahun mencapai 95,69%, sedangkan indeks literasinya sebesar 73,32%.

Selisih kedua indeks itu mencapai 22,37 poin persentase. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan layanan keuangan lebih luas daripada tingkat literasi yang diukur dalam survei. Namun, angka itu tidak berarti 22,37% anak muda menggunakan layanan keuangan tanpa pemahaman.

Literasi dan Inklusi Keuangan Menurut Kelompok Usia pada 2026

Melansir siaran pers bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok usia 26–35 tahun memiliki indeks literasi dan inklusi keuangan tertinggi. Indeks literasinya mencapai 78,70%, sementara indeks inklusinya sebesar 96,27%.

Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Menurut Kelompok Usia, 2026
Kelompok usia Literasi Inklusi
15–17 tahun 56,04% 89,13%
18–25 tahun 73,32% 95,69%
26–35 tahun 78,70% 96,27%
36–50 tahun 73,81% 94,76%
51–79 tahun 60,01% 90,51%

Indonesia Jadi Negara dengan Pengguna TikTok Terbanyak di Dunia pada Oktober 2026

Sumber: OJK, LPS, dan BPS, SNLIK 2026.

Pada kelompok usia 15–17 tahun, kesenjangan antara inklusi dan literasi mencapai 33,09 poin persentase, paling besar di antara lima kelompok usia. Sebaliknya, usia 26–35 tahun memiliki selisih paling kecil, yakni 17,57 poin persentase.

Kelompok usia 18–25 tahun berada di antara kedua kondisi tersebut. Indeks inklusinya hanya 0,58 poin persentase di bawah kelompok usia 26–35 tahun, tetapi indeks literasinya tertinggal 5,38 poin persentase.

Literasi Nasional Meningkat, tetapi Belum Menyamai Inklusi

Secara nasional, indeks literasi keuangan meningkat dari 66,64% pada 2025 menjadi 69,57% pada 2026, atau bertambah 2,93 poin persentase. Pada periode yang sama, indeks inklusi keuangan bergerak dari 92,74% menjadi 93,61%, naik 0,87 poin persentase.

10 Kampus Swasta Paling Internasional Versi THE WUR 2027, UMY Teratas

Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional, 2025–2026
Indikator 2025 2026
Indeks literasi keuangan 66,64% 69,57%
Indeks inklusi keuangan 92,74% 93,61%
Selisih inklusi terhadap literasi 26,10 poin 24,04 poin

Sumber: OJK, SNLIK 2025 dan SNLIK 2026; selisih diolah Dataloka.id.

Kenaikan indeks literasi yang lebih besar daripada inklusi membuat kesenjangan kedua ukuran mengecil secara nasional. Namun, perlu diperhatikan bahwa SNLIK 2026 memperluas cakupan menjadi 75.000 responden di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, dibandingkan 10.800 responden dalam survei 2025.

Survei 2026 dilakukan pada 26 Januari–18 Februari melalui wawancara tatap muka kepada penduduk berusia 15–79 tahun. OJK mengukur literasi berdasarkan pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku, sedangkan inklusi didasarkan pada penggunaan produk dan layanan jasa keuangan. (ELS/D-1)

Baca: Jurusan Bisnis Mana yang Paling Dilirik Perusahaan: Manajemen, Akuntansi, Ekonomi, atau Keuangan?

Daftar Gaji Guru Swasta di Indonesia 2026, Kabupaten Bekasi Teratas

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

× Advertisement
× Advertisement