Peserta Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2026 jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat harus memilih dua mata pelajaran pilihan. Bagi siswa yang berencana melanjutkan kuliah, pemilihan dua mata pelajaran tersebut sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan.
Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyebut siswa perlu mempertimbangkan mata pelajaran yang tercantum dalam rapor, kemampuan akademik, serta program studi yang ingin dituju.
Bagi siswa yang akan mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), pilihan mata pelajaran juga perlu diselaraskan dengan mata pelajaran pendukung program studi sebagaimana diatur dalam Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025.
Pada TKA jenjang SMA/MA/sederajat, peserta mengerjakan Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib, ditambah dua mata pelajaran pilihan. Pemilihan dilakukan pada saat pendaftaran TKA.
Pendaftaran TKA 2026 untuk jenjang SMA/SMK/MA/sederajat berlangsung pada 27 Juli-27 September 2026. Pelaksanaan utama dijadwalkan pada 26 Oktober-8 November 2026.
Bagaimana cara memilih 2 mata pelajaran TKA 2026?
Jawaban singkatnya, pilih mata pelajaran yang pernah dipelajari dan tercatat di rapor, sesuai dengan program studi kuliah yang dituju, serta menjadi mata pelajaran yang paling dikuasai.
Pusmendik memberikan empat pertimbangan utama dalam menentukan mata pelajaran pilihan TKA. Pertama, siswa perlu mengecek rapor dan memprioritaskan mata pelajaran yang pernah ditempuh selama pendidikan menengah.
Kedua, siswa perlu mencocokkan pilihan tersebut dengan program studi yang diminati menggunakan daftar mata pelajaran pendukung program studi dalam Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025.
Ketiga, pertimbangkan kemampuan dan minat. Jika terdapat beberapa mata pelajaran yang sama-sama relevan dengan jurusan kuliah, siswa dapat memilih mata pelajaran yang paling dikuasai agar peluang memperoleh hasil TKA yang baik lebih besar.
Keempat, siswa yang belum benar-benar yakin dengan satu jurusan kuliah dapat mempertimbangkan mata pelajaran yang dikuasai sekaligus dapat mendukung lebih banyak pilihan program studi. Pusmendik juga menyarankan siswa berkonsultasi dengan guru bimbingan konseling atau pihak sekolah.
Jangan memilih mata pelajaran yang tidak ada di rapor
Salah satu pertimbangan penting adalah rekam jejak mata pelajaran di sekolah. Pusmendik menjelaskan siswa yang berencana mengikuti SNBP sebaiknya tidak memilih mata pelajaran TKA yang tidak memiliki nilai dalam rapor.
Alasannya, hasil TKA digunakan untuk membantu memvalidasi capaian akademik yang tercantum pada rapor. Karena itu, relevansi dengan jurusan kuliah saja belum cukup. Siswa juga perlu memastikan mata pelajaran tersebut memang pernah ditempuh di sekolah.
Ketentuan ini juga berlaku pada sekolah yang menggunakan Kurikulum Merdeka dan tidak lagi mengenal pembagian jurusan IPA, IPS, atau Bahasa secara kaku. Pemilihan TKA mengacu pada mata pelajaran konkret yang ditempuh siswa, bukan semata-mata label jurusan sekolah.
Siswa bahkan dapat memilih mata pelajaran lintas rumpun, misalnya Fisika dan Ekonomi, sepanjang keduanya tercantum dalam rapor dan relevan dengan program studi yang hendak dituju.
Mata pelajaran TKA untuk Kedokteran, Teknik, Hukum hingga Manajemen
Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025 mengatur mata pelajaran pendukung untuk sejumlah kelompok program studi dalam SNBP.
Berikut contoh mata pelajaran yang dapat menjadi acuan bagi siswa Kurikulum Merdeka:
| Kelompok Program Studi | Mata Pelajaran Pendukung |
|---|---|
| Ilmu atau Sains Kedokteran | Biologi dan/atau Kimia |
| Ilmu atau Sains Kedokteran Gigi | Biologi dan/atau Kimia |
| Ilmu Farmasi | Biologi dan/atau Kimia |
| Ilmu atau Sains Gizi | Biologi dan/atau Kimia |
| Teknik atau Rekayasa | Fisika/Kimia dan/atau Matematika Tingkat Lanjut |
| Ilmu atau Sains Akuntansi | Ekonomi |
| Ilmu atau Sains Manajemen | Ekonomi |
| Bisnis | Ekonomi |
| Administrasi Bisnis | Ekonomi |
| Ilmu atau Sains Komunikasi | Sosiologi dan/atau Antropologi |
| Ilmu atau Sains Informasi | Matematika Tingkat Lanjut |
| Hukum | Sosiologi dan/atau Pendidikan Pancasila |
| Pendidikan | Maksimal satu mata pelajaran yang relevan dengan program studi kependidikannya |
Untuk kelompok Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi, dan Gizi, misalnya, mata pelajaran pendukung pada Kurikulum Merdeka adalah Biologi dan/atau Kimia. Sementara itu, kelompok Teknik atau Rekayasa dapat didukung oleh Fisika, Kimia, dan/atau Matematika Tingkat Lanjut.
Kelompok Akuntansi dan Manajemen menggunakan Ekonomi sebagai mata pelajaran pendukung. Ilmu Komunikasi menggunakan Sosiologi dan/atau Antropologi.
Adapun untuk kelompok Hukum, mata pelajaran pendukung Kurikulum Merdeka adalah Sosiologi dan/atau Pendidikan Pancasila. Sementara kelompok Ilmu atau Sains Informasi menggunakan Matematika Tingkat Lanjut.
Daftar tersebut merupakan contoh dari kelompok program studi yang diatur pemerintah, bukan seluruh pilihan program studi di perguruan tinggi.
Bagaimana jika jurusan kuliah hanya punya satu mata pelajaran pendukung?
Tidak semua kelompok program studi memiliki dua mata pelajaran pendukung. Sebagai contoh, Akuntansi dan Manajemen memiliki Ekonomi sebagai mata pelajaran pendukung, sedangkan Ilmu atau Sains Informasi menggunakan Matematika Tingkat Lanjut.
Dalam panduan Pusmendik, jika program studi tujuan hanya mencantumkan satu mata pelajaran pendukung, siswa dapat memilih mata pelajaran tersebut kemudian melengkapi pilihan keduanya dengan mata pelajaran lain yang tersedia.
Namun, mata pelajaran kedua tetap sebaiknya merupakan mata pelajaran yang pernah dipelajari, tercantum dalam rapor, dan dikuasai siswa.
Dengan demikian, siswa yang ingin masuk Manajemen, misalnya, tidak otomatis harus mencari dua mata pelajaran yang berhubungan dengan Manajemen. Ekonomi dapat menjadi pilihan yang disesuaikan dengan ketentuan program studi, sedangkan pilihan kedua dapat mempertimbangkan rekam jejak rapor dan kemampuan akademik siswa.
Daftar mata pelajaran pilihan TKA SMA 2026
Untuk jenjang SMA/MA/sederajat, Pusmendik menyediakan mata pelajaran pilihan seperti:
- Matematika Tingkat Lanjut
- Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut
- Bahasa Inggris Tingkat Lanjut
- Fisika
- Kimia
- Biologi
- Ekonomi
- Sosiologi
- Geografi
- Sejarah
- Antropologi
- Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan/Pendidikan Pancasila
- Bahasa Arab
- Bahasa Jerman
- Bahasa Prancis
- Bahasa Jepang
- Bahasa Korea
- Bahasa Mandarin
Khusus SMK/MAK, terdapat perkembangan pada TKA 2026. Kemendikdasmen menambahkan mata pelajaran kejuruan berdasarkan rumpun program keahlian. Pada penyelenggaraan 2026, jumlah mata pelajaran kejuruan tersebut mencapai 50 mata pelajaran. Karena itu, siswa SMK perlu mengecek pilihan yang tersedia sesuai program keahlian melalui laman resmi TKA ketika mendaftar.
Apakah pilihan mata pelajaran TKA bisa diganti?
Pilihan mata pelajaran TKA masih dapat diubah selama periode pendaftaran dan sebelum Daftar Nominasi Tetap (DNT) diterbitkan.
Setelah DNT terbit, perubahan mata pelajaran tidak dapat dilakukan. Karena itu, siswa sebaiknya memastikan jurusan kuliah yang diminati dan mengecek kembali mata pelajaran dalam rapor sebelum pilihan dikunci.
Pemilihan mata pelajaran TKA juga merupakan pilihan individual. Sekolah tidak seharusnya menyeragamkan dua mata pelajaran pilihan bagi seluruh siswa karena minat, kemampuan, rekam jejak rapor, dan rencana studi lanjut masing-masing siswa dapat berbeda. (RK/D-1)
FAQ TKA 2026
Berapa mata pelajaran pilihan TKA 2026?
Siswa SMA/MA/SMK/MAK/sederajat memilih dua mata pelajaran pilihan, selain mata pelajaran wajib Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris.
Bagaimana cara memilih mata pelajaran TKA untuk SNBP?
Tentukan terlebih dahulu program studi yang ingin dituju, kemudian cek mata pelajaran pendukungnya dalam Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025. Pastikan mata pelajaran tersebut pernah dipelajari dan tercantum dalam rapor.
Apakah mata pelajaran TKA harus sesuai jurusan kuliah?
Bagi siswa yang ingin menggunakan hasil TKA dalam proses seleksi berdasarkan prestasi, pilihan sebaiknya diselaraskan dengan mata pelajaran pendukung program studi tujuan. Pusmendik juga meminta siswa mempertimbangkan minat dan kemampuan akademik.
Apakah boleh memilih mata pelajaran TKA yang tidak ada di rapor?
Tidak disarankan. Hasil TKA digunakan untuk membantu memvalidasi capaian akademik pada rapor sehingga siswa sebaiknya memilih mata pelajaran yang memang pernah ditempuh.
Apakah pilihan TKA boleh lintas IPA dan IPS?
Boleh. TKA tidak berpatokan pada label IPA atau IPS. Siswa dapat memilih mata pelajaran lintas rumpun selama mata pelajaran tersebut tercantum dalam rapor dan relevan dengan program studi tujuan.
Kalau ingin masuk Kedokteran, pilih TKA apa?
Menurut Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025, mata pelajaran pendukung kelompok Ilmu atau Sains Kedokteran pada Kurikulum Merdeka adalah Biologi dan/atau Kimia.
Kalau ingin masuk Teknik, pilih TKA apa?
Kelompok Teknik atau Rekayasa memiliki mata pelajaran pendukung Fisika, Kimia, dan/atau Matematika Tingkat Lanjut pada Kurikulum Merdeka. Pilihan tetap perlu disesuaikan dengan mata pelajaran yang dipelajari siswa dan tercatat di rapor.
Kalau ingin masuk Hukum, pilih TKA apa?
Untuk kelompok Hukum, mata pelajaran pendukung pada Kurikulum Merdeka adalah Sosiologi dan/atau Pendidikan Pancasila.
Kapan pendaftaran TKA 2026 ditutup?
Pendaftaran TKA jenjang SMA/SMK/MA/sederajat tahun 2026 ditutup pada 27 September 2026. Pelaksanaan utama dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober-8 November 2026.
Baca: Jadwal Lengkap TKA SMA dan SMK 2026, dari Pendaftaran hingga Pengumuman













