Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang disertai longsor terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya tujuh orang meninggal dunia dan sekitar 114 warga masih dinyatakan hilang.
Kejadian bermula sekitar pukul 03.00 WIB ketika warga di sejumlah kampung seperti Pasirkuning dan Pasir Kuda di Desa Pasirlangu mendengar suara gemuruh yang cukup kuat. Tak lama setelah itu, aliran material tanah, batu, dan lumpur meluncur dari kawasan perbukitan, menyapu rumah dan permukiman di daerah tersebut.
Kronologi dan Dampak Korban
Menurut keterangan aparat setempat, banjir bandang yang membawa material longsor itu datang secara tiba-tiba, mengakibatkan kerusakan berat pada puluhan rumah di wilayah terdampak. Hingga tengah hari Sabtu, polisi mencatat tujuh jenazah telah ditemukan, tetapi pencarian masih terus dilakukan untuk puluhan warga lainnya yang dilaporkan hilang.
Belum ada data final mengenai jumlah korban luka atau langsung terjangnya infrastruktur publik, namun materi longsor tebal dan kondisi permukiman yang rusak mempersulit upaya evakuasi serta pencarian oleh tim SAR.
Tantangan Pencarian dan Penanganan Darurat
Operasi pencarian korban melibatkan personel dari kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, dan warga setempat. Namun, medan yang berat serta risiko hujan susulan menjadi kendala signifikan dalam operasi ini. Kondisi tanah yang labil juga meningkatkan potensi terjadinya longsor susulan.
Petugas terus mengupayakan pencarian dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan, sementara warga di sekitar lokasi diminta untuk tetap waspada dan menjauhi area yang berbahaya.
Imbauan dan Upaya Mitigasi
Pihak berwenang telah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan evakuasi jika diperlukan. Cuaca ekstrem yang berpotensi memicu hujan deras diperkirakan masih berlangsung, sehingga kewaspadaan terhadap banjir susulan dan longsor perlu diperhatikan oleh warga di kawasan perbukitan dan dataran rendah sekitar Bandung Barat. (RK/D-1)













