D3 Keperawatan menjadi program studi vokasi Universitas Airlangga atau Unair dengan persaingan terketat pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Dalam rilis resmi universitas, angka keketatannya sebesar 1,15%, disusul D4 Akuntansi Bisnis Digital dengan 1,20%.
Gambaran itu memperlihatkan bahwa memilih pendidikan vokasi juga membutuhkan pertimbangan persaingan masuk. Bagi calon mahasiswa, daftar prodi terketat dapat menjadi salah satu bahan untuk menyusun pilihan kuliah sesuai minat dan kemampuan.
Unsur yang perlu diperhatikan ialah perbedaan antara jumlah peminat dan tingkat keketatan. Peminat yang banyak belum cukup menjelaskan persaingan apabila tidak dibaca bersama jumlah kursi atau peserta yang diterima.
10 Prodi Vokasi Unair Terketat pada SNBT 2026
| Peringkat | Program Studi |
|---|---|
| 1 | D3 Keperawatan |
| 2 | Akuntansi Bisnis Digital |
| 3 | Keselamatan dan Kesehatan Kerja |
| 4 | Fisioterapi |
| 5 | Perpajakan |
| 6 | Bahasa Inggris |
| 7 | Teknologi Laboratorium Medik |
| 8 | Teknik Informatika |
| 9 | Teknik Radiologi Pencitraan |
| 10 | Teknologi Kesehatan Gigi |
Nama program studi pada tabel mengikuti penyebutan dalam rilis Fakultas Vokasi Unair. Publikasi tersebut menyajikan urutan, tetapi tidak menyertakan persentase keketatan seluruh prodi.
Bagaimana Membaca Angka Keketatan?
Dalam pengumuman SNBT pada 25 Mei 2026, Unair menyebut keketatan S1 Kedokteran sebesar 3,11%. Angka D3 Keperawatan yang lebih kecil menunjukkan persaingan masuk lebih ketat dalam penyajian universitas tersebut.
Keketatan perlu dibaca sebagai gambaran hasil seleksi pada periode tertentu. Angka 1,15% tidak berarti setiap calon peserta memiliki peluang pribadi yang sama persis untuk diterima, sebab hasil seleksi juga bergantung pada kemampuan peserta dan persaingan di prodi pilihannya.
Perbandingan antartahun pun perlu menggunakan ukuran yang sama. Membagi daya tampung tahun mendatang dengan peminat tahun sebelumnya, misalnya, hanya menghasilkan rasio perkiraan untuk perencanaan, bukan hasil seleksi yang sudah terjadi.
Nilai Rata-rata bukan Batas Kelulusan
Unsur lain yang kerap menarik perhatian calon mahasiswa ialah nilai UTBK peserta yang diterima. Unair mengumumkan D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja memiliki rerata nilai tertinggi di kelompok vokasi pada SNBT 2026, yakni 659,76.
Nilai rata-rata menggambarkan sekumpulan peserta, sedangkan batas nilai terendah merupakan ukuran yang berbeda. Karena itu, angka rerata tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai nilai minimum resmi atau jaminan kelulusan pada seleksi berikutnya.
Bagi calon mahasiswa, langkah yang lebih berguna ialah menggabungkan informasi persaingan dengan isi kurikulum, biaya pendidikan, dan bentuk pekerjaan yang dituju. Daftar terketat membantu membaca kondisi seleksi, sementara keputusan kuliah tetap perlu bertumpu pada kecocokan bidang studi.(NKR/D-1)
Baca: 19 Kampus Terbaik di Jawa Timur Versi QS Asia 2026, Unair Teratas
Ikuti Channel WhatsApp Dataloka.id untuk mendapatkan informasi berbasis data, statistik terbaru, dan insight mengenai berbagai isu di Indonesia.
Bergabung di sini:
https://whatsapp.com/channel/0029VaplAbq1noz8ZsizkH2R













