Hasil SNBT 2026 telah diumumkan. Sebanyak 256.369 dari 871.496 peserta dinyatakan lulus secara nasional, menurut Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Bagi siswa yang mulai menyiapkan pilihan kuliah berikutnya, hasil seleksi terdahulu bisa menjadi gambaran tentang persaingan di program studi yang diminati.
Kedokteran dan bidang komputasi kerap masuk dalam pertimbangan calon mahasiswa. Namun, jumlah peminat saja belum cukup untuk menilai mana yang lebih ketat. Jumlah peserta yang diterima juga perlu dilihat pada kampus, jalur masuk, dan tahun seleksi yang sama.
Universitas Indonesia (UI) menerbitkan data tersebut untuk SNBT 2025. UI menggunakan nama program studi Pendidikan Dokter dan Ilmu Komputer; yang terakhir menjadi pembanding bidang komputasi dalam tulisan ini. Dengan cakupan yang jelas, keduanya dapat dibandingkan tanpa menyamakan program studi yang namanya berbeda di setiap kampus.
Baca: Baru Lulus Langsung Kerja, FIK Jadi Fakultas UI dengan Masa Tunggu Tercepat
Kedokteran UI Lebih Ketat daripada Ilmu Komputer
Pada SNBT 2025, Pendidikan Dokter UI memperoleh 3.330 pendaftar dan menerima 90 peserta. Rasio penerimaannya sebesar 2,70%, atau sekitar satu peserta diterima untuk setiap 37 pendaftar.
Ilmu Komputer UI mencatat 2.132 pendaftar dan menerima 75 peserta. Rasio penerimaannya 3,52%, setara dengan sekitar satu peserta diterima untuk setiap 28 pendaftar. Berdasarkan ukuran tersebut, Pendidikan Dokter lebih ketat daripada Ilmu Komputer di UI pada SNBT 2025. Selisih rasio penerimaan keduanya mencapai 0,82 poin persentase.
| Program Studi UI | Pendaftar SNBT 2025 | Diterima SNBT 2025 | Rasio Diterima |
|---|---|---|---|
| Pendidikan Dokter | 3.330 | 90 | 2,70% |
| Ilmu Komputer | 2.132 | 75 | 3,52% |
Perbedaan itu tetap perlu dibaca secara proporsional. Ilmu Komputer memiliki rasio penerimaan lebih besar, tetapi persaingannya masih ketat: lebih dari 2.000 orang mendaftar untuk 75 tempat pada seleksi 2025.
Bagaimana dengan Daya Tampung 2026?
UI mencantumkan 90 kursi SNBT 2026 untuk Pendidikan Dokter dan 75 kursi untuk Ilmu Komputer. Angka daya tampung itu sama dengan jumlah peserta yang diterima kedua prodi pada SNBT 2025. Akan tetapi, daya tampung yang tetap tidak berarti rasio persaingan 2026 juga tetap; jumlah peminat pada tiap tahun dapat berubah.
Gambaran dari kampus lain pun tidak bisa ditebak hanya berdasarkan jumlah kursi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), misalnya, mencantumkan daya tampung SNBT 2026 sebanyak 15 kursi untuk S1 Kedokteran dan 84 kursi untuk S1 Teknik Informatika.
ITS mengelompokkan keketatan kedua prodi berdasarkan seleksi 2025 sebagai tinggi. Tanpa angka peminat dan peserta diterima yang sebanding, selisih 15 dan 84 kursi tersebut tidak cukup untuk menyimpulkan prodi mana yang lebih sulit dimasuki di ITS.
Karena itu, jawaban untuk pertanyaan “lebih ketat Kedokteran atau Informatika” bergantung pada kampus dan data seleksi yang digunakan. Di UI pada SNBT 2025, Pendidikan Dokter lebih ketat daripada Ilmu Komputer. Rasio tersebut merupakan hasil seleksi sebelumnya, bukan peluang lolos setiap calon mahasiswa atau patokan nilai aman untuk seleksi berikutnya. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Kedokteran lebih ketat daripada Informatika di semua PTN?
Tidak dapat disimpulkan dari data UI saja. Bandingkan jumlah peminat dan peserta diterima pada jalur serta tahun yang sama di setiap PTN.
Apakah rasio penerimaan 3,52% berarti setiap pendaftar Ilmu Komputer UI punya peluang sebesar itu?
Tidak. Angka tersebut adalah perbandingan total peserta diterima terhadap total pendaftar SNBT 2025, bukan prediksi hasil seorang peserta.
Baca: Gaji Tinggi atau Cepat Bekerja, Mana Keunggulan Lulusan UI, UGM, ITB, dan IPB?













