Perguruan tinggi Indonesia semakin sering muncul dalam QS World University Rankings (WUR) by Subject. Namun, persebarannya belum merata. Pada bidang populer seperti bisnis, hukum, kedokteran, dan ilmu komputer, beberapa kampus Indonesia dapat muncul sekaligus.
Situasinya berbeda pada disiplin yang lebih spesifik. Berdasarkan penelusuran Dataloka terhadap hasil QS WUR by Subject 2026, setidaknya terdapat tiga bidang yang hanya diwakili satu universitas Indonesia.
Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada Mineral & Mining Engineering. Sementara itu, Universitas Indonesia (UI) menjadi pemain tunggal pada Library & Information Management serta Social Policy & Administration.
Ketiga bidang tersebut memperlihatkan dua sisi pemeringkatan perguruan tinggi Indonesia. Posisi di kelompok 100 besar dunia menunjukkan adanya pusat keunggulan yang kuat, tetapi jumlah wakil yang hanya satu kampus menandakan daya saing global pada bidang tersebut masih terkonsentrasi.
ITB Menjadi Satu-satunya Wakil pada Teknik Pertambangan
Mineral & Mining Engineering ITB berada di kelompok 51–100 dunia. Bidang tersebut juga menempati posisi pertama di Indonesia.
Capaian itu menjadi salah satu posisi tertinggi ITB dalam QS WUR by Subject 2026. Selain Mineral & Mining Engineering, Petroleum Engineering ITB juga berada di kelompok 51–100 dunia.
Namun, Indonesia memiliki wakil lain pada Petroleum Engineering, yakni Universitas Diponegoro yang berada di kelompok 151–175. Karena itu, bidang perminyakan tidak termasuk dalam daftar yang hanya diwakili satu kampus Indonesia.
Perbedaan tersebut penting. Peringkat pertama nasional tidak selalu berarti hanya ada satu kampus Indonesia dalam daftar. Status pemain tunggal berlaku ketika tidak ada universitas Indonesia lain yang muncul pada bidang yang sama.
UI Menjadi Pemain Tunggal pada Dua Bidang
UI menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada Library & Information Management serta Social Policy & Administration.
Library & Information Management UI masuk kelompok 51–100 dunia. Posisi tersebut menempatkan UI di urutan ketiga Asia Tenggara dan pertama di Indonesia.
Di tingkat global, University of Sheffield menduduki peringkat pertama, sedangkan Nanyang Technological University (NTU) Singapura menjadi salah satu kampus Asia dengan posisi tertinggi di peringkat kelima.
Pada Social Policy & Administration, UI berada di kelompok 101–150 dunia. Bidang ini memiliki cakupan pemeringkatan yang lebih terbatas karena QS hanya memasukkan sekitar 150 institusi secara global. Harvard University berada di posisi pertama, disusul University of Oxford.
Kondisi pada dua bidang tersebut berbeda dengan Anthropology. UI memang berada di kelompok 51–100 dunia, tetapi bukan satu-satunya wakil Indonesia karena UGM dan Unair juga tercatat dalam pemeringkatan.
Mengapa Hanya Satu Kampus yang Bisa Masuk?
QS WUR by Subject tidak memasukkan seluruh universitas yang memiliki program studi terkait. Kampus harus memenuhi persyaratan tertentu, termasuk ambang publikasi, sebelum dinilai menggunakan indikator yang relevan dengan masing-masing disiplin.
Lima indikator yang digunakan QS mencakup reputasi akademik, reputasi perusahaan, sitasi per publikasi, H-index, dan jejaring riset internasional. Bobot masing-masing indikator dapat berbeda sesuai karakter bidang ilmu.
Artinya, keberadaan program studi saja tidak cukup. Sebuah kampus membutuhkan volume riset yang memenuhi persyaratan, dampak sitasi, pengakuan akademik, serta reputasi lulusan di mata perusahaan untuk dapat muncul dalam pemeringkatan.
Bidang yang hanya diwakili satu kampus juga tidak otomatis berarti universitas lain di Indonesia tidak memiliki kualitas yang baik. Absennya suatu kampus dari tabel dapat terjadi karena belum memenuhi ambang penilaian atau belum memperoleh skor yang cukup tinggi untuk masuk dalam daftar yang dipublikasikan.
Pemain Tunggal Menunjukkan Konsentrasi Keunggulan
Bagi ITB dan UI, status sebagai satu-satunya wakil Indonesia menunjukkan adanya keunggulan yang belum banyak dimiliki kampus lain dalam pemeringkatan global.
Posisi 100 besar dunia pada Mineral & Mining Engineering dan Library & Information Management, misalnya, menunjukkan kuatnya daya saing kedua universitas pada bidang tersebut.
Di sisi lain, jumlah wakil yang hanya satu kampus juga menunjukkan tipisnya representasi Indonesia. Jika satu universitas mengalami penurunan peringkat hingga keluar dari daftar, Indonesia dapat kehilangan seluruh wakil pada bidang tersebut.
Karena itu, jumlah universitas yang masuk pemeringkatan perlu dibaca bersama dengan posisi terbaiknya. Satu kampus di kelompok 100 besar merupakan capaian penting, sedangkan keberadaan beberapa kampus yang kompetitif dapat menunjukkan ekosistem nasional yang lebih luas. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kampus mana yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam QS 2026?
ITB menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada Mineral & Mining Engineering. UI menjadi satu-satunya wakil pada Library & Information Management serta Social Policy & Administration.
Bidang mana yang memiliki peringkat tertinggi?
Mineral & Mining Engineering ITB dan Library & Information Management UI sama-sama berada di kelompok 51–100 dunia.
Apakah peringkat pertama nasional berarti kampus tersebut satu-satunya wakil?
Tidak. Peringkat pertama nasional hanya menunjukkan posisi tertinggi di antara kampus Indonesia. Sebuah bidang disebut hanya diwakili satu kampus ketika tidak ada universitas Indonesia lain yang muncul dalam pemeringkatan bidang tersebut.
Apakah bidang QS sama dengan program studi?
Tidak selalu. Satu bidang QS dapat mencakup kontribusi beberapa program studi, departemen, atau fakultas. Karena itu, hasil QS tetap perlu dilengkapi dengan informasi mengenai akreditasi, kurikulum, dosen, fasilitas, biaya, dan prospek lulusan.
Baca: Peringkat IPB 419 Dunia, tetapi Jurusannya Masuk 50 Besar QS 2026, Kok Bisa?













