Jumlah perguruan tinggi Indonesia dalam QS World University Rankings atau QS WUR berkurang pada edisi 2027. Sebanyak 20 kampus Indonesia tercantum dalam pemeringkatan terbaru, turun dari 26 kampus pada QS WUR 2026.
Hasil perbandingan kedua daftar menunjukkan bahwa seluruh kampus Indonesia dalam QS WUR 2027 sudah muncul pada edisi sebelumnya. Dengan demikian, selisih jumlah tersebut berasal dari enam kampus yang tidak lagi tercantum.
Enam kampus itu adalah Institut Teknologi Nasional Bandung, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Syiah Kuala, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Kristen Petra.
Istilah “keluar” dalam artikel ini merujuk pada kampus yang masuk QS WUR 2026, tetapi tidak tercantum dalam tabel QS WUR 2027. Hal tersebut tidak berarti kampus ditutup, terkena sanksi, atau dikeluarkan secara permanen oleh QS.
Dari enam kampus tersebut, empat merupakan perguruan tinggi swasta dan dua lainnya berstatus perguruan tinggi negeri. Itenas menjadi satu-satunya kampus yang sebelumnya berada pada kelompok peringkat 1.201–1.400 dunia. Lima kampus lainnya menempati kelompok 1.401+ pada QS WUR 2026.
Jejak Peringkat 6 Kampus RI yang tidak Masuk QS WUR 2027
1. Institut Teknologi Nasional Bandung
Itenas Bandung masuk kelompok peringkat 1.201–1.400 dunia pada QS WUR 2026. Halaman profil QS kampus tersebut hanya menampilkan riwayat QS WUR untuk edisi 2026 dan belum memuat posisi pada edisi 2027.
2. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya berada pada peringkat 1.201–1.400 dalam QS WUR 2024 dan 2025. Posisinya kemudian berubah menjadi kelompok 1.401+ pada edisi 2026 sebelum tidak tercantum pada QS WUR 2027.
3. Universitas Negeri Malang
Universitas Negeri Malang, yang menggunakan singkatan UM, berada dalam kelompok peringkat 1.401+ selama tiga edisi berturut-turut, yakni QS WUR 2024, 2025, dan 2026. Nama kampus ini tidak ditemukan dalam daftar Indonesia pada edisi 2027.
4. Universitas Syiah Kuala
Universitas Syiah Kuala tercantum pada kelompok 1.401+ dalam QS WUR 2026. Perguruan tinggi negeri yang berlokasi di Banda Aceh tersebut tidak lagi muncul dalam daftar QS WUR 2027.
5. Universitas Islam Indonesia
UII sempat berada pada kelompok peringkat 1.201–1.400 dalam QS WUR 2024 dan 2025. Pada edisi 2026, posisinya berada di kelompok 1.401+. Nama UII kemudian tidak tercantum dalam QS WUR 2027.
6. Universitas Kristen Petra
Universitas Kristen Petra berada dalam kelompok peringkat 1.401+ pada QS WUR 2024, 2025, dan 2026. Pada edisi 2027, kampus swasta yang berlokasi di Surabaya itu tidak muncul dalam daftar universitas Indonesia.
Mengapa Sebuah Kampus Bisa tidak lagi Masuk QS WUR?
QS belum memberikan penjelasan khusus mengenai alasan ketidakhadiran masing-masing kampus tersebut. Oleh karena itu, berkurangnya jumlah kampus Indonesia tidak dapat langsung disimpulkan sebagai penurunan mutu pendidikan.
Secara umum, QS menerapkan sejumlah persyaratan agar sebuah perguruan tinggi dapat masuk QS WUR. Di antaranya ialah berada dalam kelompok 20 persen teratas secara global untuk reputasi akademik, mempunyai sedikitnya 100 publikasi yang terindeks Scopus dalam periode lima tahun, serta masuk dalam pemeringkatan regional yang relevan.
Selain persyaratan masuk, setiap kampus harus bersaing berdasarkan sembilan indikator. Indikator tersebut meliputi reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, sitasi per dosen, rasio dosen dan mahasiswa, rasio dosen internasional, rasio mahasiswa internasional, jaringan penelitian internasional, hasil kerja lulusan, serta keberlanjutan.
Persaingan juga berlangsung secara global. QS WUR 2027 memuat lebih dari 1.500 perguruan tinggi dari berbagai negara. Perubahan data, skor indikator, batas publikasi peringkat, hingga performa perguruan tinggi lain dapat memengaruhi posisi sebuah kampus dari satu edisi ke edisi berikutnya.
Indonesia masih Menempatkan 20 Kampus
Meski jumlahnya berkurang, Indonesia masih menempatkan 20 perguruan tinggi dalam QS WUR 2027. Universitas Indonesia menjadi kampus Indonesia dengan posisi tertinggi di peringkat ke-191 dunia. UI disusul Universitas Gadjah Mada pada peringkat ke-206 dan Universitas Airlangga di posisi ke-276.
QS WUR dapat digunakan sebagai salah satu bahan untuk melihat reputasi dan daya saing global perguruan tinggi. Namun, calon mahasiswa tetap perlu mempertimbangkan kualitas program studi, akreditasi, biaya kuliah, fasilitas, kurikulum, lingkungan belajar, dan prospek lulusan.
Tidak tercantumnya sebuah universitas dalam QS WUR juga tidak berarti akreditasi nasional kampus tersebut menurun. QS WUR merupakan pemeringkatan global yang mempunyai metode dan indikator berbeda dari sistem akreditasi perguruan tinggi di Indonesia. (RK/D-1)
FAQ
Berapa kampus Indonesia yang masuk QS WUR 2027?
Sebanyak 20 perguruan tinggi Indonesia tercantum dalam QS WUR 2027, turun dari 26 kampus pada edisi 2026.
Kampus apa saja yang tidak lagi masuk QS WUR 2027?
Itenas Bandung, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Syiah Kuala, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Kristen Petra.
Apakah tidak masuk QS WUR berarti kualitas kampus buruk?
Tidak. QS WUR hanya salah satu instrumen pemeringkatan. Hasilnya tidak menggambarkan seluruh kualitas program studi, kegiatan pembelajaran, ataupun kondisi setiap fakultas.
Apakah keenam kampus tersebut bisa kembali masuk?
Bisa. QS memperbarui pemeringkatan setiap tahun berdasarkan data, persyaratan, dan performa masing-masing institusi.
Baca: Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027, UI Peringkat Pertama














Comments 1