Anggaran pendidikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 mencapai Rp820,9 triliun. Nilai tersebut menjadi yang tertinggi secara nominal sepanjang periode 2017-2027.
Dari total tersebut, Rp580,9 triliun merupakan anggaran pendidikan di luar program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara itu, MBG memperoleh alokasi sementara Rp240 triliun atau 29,2 persen dari total anggaran pendidikan 2027.
Dibandingkan dengan outlook 2026 sebesar Rp720,8 triliun, anggaran pendidikan 2027 meningkat Rp100,1 triliun atau 13,9 persen. Perbandingan tersebut turut dipengaruhi perubahan komposisi anggaran karena MBG mulai diperhitungkan sebagai bagian dari anggaran pendidikan pada 2027.
Secara nominal, anggaran pendidikan menunjukkan tren meningkat dalam periode 2017-2027. Pada 2017, anggaran pendidikan tercatat sebesar Rp406,1 triliun dan menjadi nilai terendah dalam periode tersebut.
Dengan alokasi Rp820,9 triliun pada RAPBN 2027, anggaran pendidikan bertambah Rp414,8 triliun atau 102,1 persen dibandingkan dengan 2017. Dengan demikian, nilai anggaran pendidikan pada 2027 lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan satu dekade sebelumnya.
Alokasi Anggaran MBG 2027
Program MBG memperoleh alokasi sementara Rp240 triliun dalam anggaran pendidikan 2027. Nilai tersebut setara dengan 29,2 persen dari total anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun.
Berdasarkan perencanaan anggaran, MBG ditargetkan menjangkau 60,6 juta penerima manfaat. Terdapat pula proyeksi sasaran penerima sekitar 70 juta orang pada 2027.
Alokasi Rp240 triliun juga masih bersifat sementara sehingga nilainya dapat berubah seiring dengan penyesuaian anggaran. Dengan demikian, perhitungan berdasarkan jumlah penerima digunakan sebagai gambaran nilai alokasi secara agregat, bukan sebagai besaran biaya per porsi.
Program Pendidikan di Luar MBG
Anggaran pendidikan di luar MBG mencapai Rp580,9 triliun atau sekitar 70,8 persen dari total anggaran pendidikan 2027. Dana tersebut mencakup berbagai program bantuan, operasional, tunjangan, serta pembangunan dan renovasi infrastruktur pendidikan.
Program Indonesia Pintar (PIP) ditargetkan menjangkau 22,1 juta siswa. Sementara itu, KIP Kuliah dialokasikan untuk 1,1 juta mahasiswa.
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mencakup 54,2 juta siswa, sedangkan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dialokasikan bagi 6,3 juta peserta didik.
Tunjangan profesi juga dialokasikan bagi 1,7 juta guru ASN dan non-PNS di daerah.
Pada sektor infrastruktur, terdapat rencana renovasi 12.215 sekolah dan madrasah. Anggaran pendidikan juga mencakup pembangunan tujuh Sekolah Unggul Garuda dan 100 Sekolah Rakyat.(NKR/D-1)
Baca : Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan Februari 2026, SMK Tertinggi
Ikuti Channel WhatsApp Dataloka.id untuk mendapatkan informasi berbasis data, statistik terbaru, dan insight mengenai berbagai isu di Indonesia.
Bergabung di sini:
https://whatsapp.com/channel/0029VaplAbq1noz8ZsizkH2R













