Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Sampah Makanan MBG Berpotensi Tembus 1,95 Juta Ton per Tahun pada 2029

Timbulan sisa pangan MBG diproyeksikan mencapai 1,91 juta–1,95 juta ton per tahun pada 2029. Besarnya bergantung pada skenario jumlah penerima manfaat, dengan makanan tersisa di tangan penerima manfaat sebagai penyumbang utama.

by Raka Maheswara
20 August 2026
in Humaniora
Sampah Makanan MBG Berpotensi Tembus 1,95 Juta Ton per Tahun pada 2025-2029-ubah-ukuran-besar

Kementerian PPN/Bappenas memperkirakan timbulan sisa pangan program Makan Bergizi Gratis dapat mendekati 2 juta ton per tahun pada 2029. (Sumber: BGN)

Share on FacebookShare on Twitter

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menghasilkan sampah makanan dalam jumlah besar seiring dengan bertambahnya penerima manfaat. Timbulan sisa pangan program tersebut diproyeksikan mencapai 1,91 juta–1,95 juta ton per tahun pada 2029.

Proyeksi tersebut tercantum dalam laporan Kementerian PPN/Bappenas bertajuk Studi Integrasi Konsep Ekonomi Sirkular untuk Pengelolaan Sisa Pangan pada Program Makan Bergizi Gratis. Kajian itu diinisiasi Bappenas dan GIZ dengan melibatkan Waste4Change.

READ ALSO

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

Bappenas menggunakan dua skenario untuk memperkirakan timbulan sisa pangan MBG sepanjang 2025–2029. Skenario pertama mengacu pada target penerima manfaat yang diperoleh dari Bappenas pada Oktober 2024, sedangkan skenario kedua menggunakan target terbaru dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan per Juli 2025.

Dalam skenario pertama, timbulan sisa pangan MBG diperkirakan sebanyak 187.367 ton pada 2025. Jumlahnya kemudian meningkat menjadi 641.150 ton pada 2026 dan menembus 1,06 juta ton pada 2027.

Volume sisa pangan kembali bertambah menjadi 1,49 juta ton pada 2028 dan mencapai 1,91 juta ton pada 2029. Dengan demikian, timbulan sisa pangan dalam skenario tersebut berpotensi meningkat 917,71% atau lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan pada 2025.

Peningkatan itu sejalan dengan bertambahnya target penerima manfaat dalam skenario pertama, dari 15,42 juta orang pada 2025 menjadi 89,9 juta orang pada 2029.

Sementara itu, skenario kedua memperkirakan timbulan sisa pangan MBG sebanyak 778.310 ton pada 2025. Jumlahnya melonjak 150,1% menjadi 1,95 juta ton pada 2026, lalu diperkirakan relatif konstan hingga 2029.

Perbedaan proyeksi tersebut dipengaruhi asumsi penerima manfaat. Dalam skenario kedua, jumlah penerima manfaat ditargetkan mencapai 82,9 juta orang pada akhir 2025 dan tetap berada pada level tersebut hingga 2029.

Sisa Makanan Penerima Manfaat Mendominasi

Berdasarkan sumbernya, sisa pangan MBG berasal dari kegiatan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan makanan yang tidak dihabiskan penerima manfaat. Laporan Bappenas menyebut makanan yang tersisa di tangan penerima manfaat sebagai penyumbang terbesar.

Dalam skenario pertama, sisa pangan dari penerima manfaat diproyeksikan mencapai 1,44 juta ton pada 2029. Adapun sisa pangan yang berasal dari operasional SPPG diperkirakan sebanyak 469.454 ton.

Pola serupa terlihat dalam skenario kedua. Sisa pangan penerima manfaat diperkirakan mencapai 1,47 juta ton pada 2029, sedangkan timbulan dari operasional SPPG sebesar 480.456 ton.

Kajian Bappenas menemukan sejumlah faktor yang menyebabkan makanan MBG tidak dihabiskan. Penyebab utamanya meliputi kondisi siswa yang masih kenyang atau belum lapar, porsi yang terlalu besar, rasa makanan, serta menu yang kurang sesuai dengan preferensi anak.

Hasil survei menunjukkan sebanyak 33% responden di Kota Bogor dan 36% responden di Kabupaten Cilacap menilai rasa makanan perlu ditingkatkan. Selain itu, 31% responden di Bogor dan 29% responden di Cilacap menilai variasi menu masih perlu diperbaiki.

Kualitas makanan juga menjadi perhatian bagi 23% responden di Bogor dan 18% responden di Cilacap. Beberapa temuan lapangan mencakup makanan dengan aroma kurang baik serta sayuran dan buah yang sudah tidak layak dikonsumsi.

Meski demikian, angka dalam laporan tersebut merupakan proyeksi, bukan realisasi timbulan sisa pangan secara nasional. Perhitungannya menggunakan hasil pengukuran langsung selama tiga hingga empat hari di Kota Bogor dan Kabupaten Cilacap, kemudian diproyeksikan berdasarkan target penerima manfaat MBG.

Laporan Bappenas juga memperkirakan sisa pangan MBG dapat menghasilkan emisi kumulatif sekitar 0,73 juta–1,18 juta ton karbon dioksida ekuivalen sepanjang 2025–2029. Karena itu, pengurangan sisa pangan perlu dilakukan sejak perencanaan menu, penentuan porsi, pengadaan bahan, hingga pengolahan makanan yang tidak habis. (RK/D-1)

Baca: 20 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar dalam RAPBN 2027

Source: Kementerian PPN/Bappenas
Tags: BGNMakan Bergizi GratisMBGPendidikanSampahSPPG

Related Posts

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026
Next Post
Upah Buruh Indonesia Mei 2026 Tertinggi pada Usia 50–54 Tahun, Gender Gap Masih Lebar

Upah Buruh Indonesia Mei 2026 Tertinggi pada Usia 50–54 Tahun, Gender Gap Masih Lebar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.