Penggunaan TikTok untuk mengakses berita di Indonesia 2026 tercatat meningkat. Berdasarkan Digital News Report 2026 yang dirilis Reuters Institute for the Study of Journalism, 43% responden daring di Indonesia menggunakan TikTok untuk mendapatkan berita dalam sepekan terakhir.
Persentase tersebut meningkat 9 poin dari 2025 yang sebesar 34%. Kenaikan pada 2026 sekaligus menjadi yang terbesar sejak Reuters Institute mulai memantau penggunaan TikTok untuk berita di Indonesia pada 2021.
Secara historis, penggunaan TikTok untuk berita meningkat dari 11% pada 2021 menjadi 16% pada 2022. Persentasenya kemudian bertambah menjadi 22% pada 2023 dan 29% pada 2024. Tren kenaikan berlanjut pada 2025 ketika 34% responden mengaku mengakses berita melalui TikTok. Setelahnya, angkanya melonjak menjadi 43%.
Dengan demikian, penggunaan TikTok untuk berita di Indonesia bertambah 32 poin persentase sepanjang 2021–2026. Secara relatif, angkanya meningkat 290,91% atau menjadi hampir 3,9 kali lipat dalam lima tahun.
Kenaikan tersebut berlangsung seiring dengan besarnya peran media sosial dalam konsumsi berita di Indonesia. Reuters Institute mencatat 64% responden Indonesia memperoleh berita dari platform media sosial pada 2026. Angkanya meningkat dari 57% pada tahun sebelumnya.
Meski demikian, data tersebut tidak menunjukkan persentase seluruh penduduk Indonesia. Survei Reuters Institute dilakukan secara daring dengan kuota responden berdasarkan umur, jenis kelamin, dan wilayah serta pembobotan data. Sampel Indonesia juga cenderung lebih mencerminkan masyarakat perkotaan yang telah terhubung ke internet.
Dalam survei ini, penggunaan TikTok untuk berita berarti responden mengaku memakai platform tersebut untuk menemukan, membaca, menonton, membagikan, atau mendiskusikan berita selama sepekan terakhir. Indikator tersebut berbeda dari jumlah pengguna TikTok secara keseluruhan maupun durasi penggunaan aplikasinya. (RK/D-1)
Baca: Indonesia Jadi Negara Pengguna TikTok Terbanyak April 2026












