Realisasi anggaran Sekolah Rakyat 2025 tercatat mencapai Rp6,6 triliun hingga akhir tahun anggaran. Capaian tersebut setara dengan 80,5% dari total pagu anggaran program yang ditetapkan sebesar Rp8,2 triliun.
Dari total realisasi belanja tersebut, porsi terbesar dialokasikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Kementerian ini mengelola anggaran sebesar Rp5,4 triliun yang difokuskan pada renovasi dan peningkatan sentra-sentra pendidikan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah.
Selain itu, Kementerian Sosial mengelola anggaran sebesar Rp1,1 triliun untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan. Dana tersebut digunakan untuk operasional kegiatan belajar-mengajar serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Secara keseluruhan, realisasi anggaran Sekolah Rakyat 2025 dimanfaatkan untuk mendidik 15.895 siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini juga melibatkan 6.849 guru dan tenaga kependidikan, dengan cakupan operasional sebanyak 166 Sekolah Rakyat mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Laporan Kementerian Keuangan mencatat, fasilitas yang disediakan dalam program Sekolah Rakyat mencakup pemeriksaan kesehatan bagi siswa, pemetaan bakat dan minat, serta penguatan kompetensi dasar akademik. Program ini juga menekankan pembentukan kedisiplinan melalui sistem pendidikan berasrama.
Di samping itu, peserta didik memperoleh dukungan berupa seragam dan perlengkapan sekolah, pemenuhan kebutuhan gizi melalui makan tiga kali dan dua kali makanan ringan setiap hari, serta akses pembelajaran digital. (RK/D-1)
(Baca: Jumlah Sekolah Rakyat di Indonesia 2025 Capai 166 Sekolah)













